Saya ingin mencoba Otomatisasi Trading,  namun bagaimana caranya untuk memulai? 

Pertanyaan ini seringkali muncul bagi trader yang ingin memulai Otomatisasi Trading. Bagi Anda yang tertarik untuk memulai otomatisasi trading dapat memulainya sekarang dengan mudah, tidak perlu skill pemrograman dan bisa mempelajarinya tanpa biaya gratis.

Namun, sebelum memulainya Anda harus mengenal terlebih dahulu dasar-dasar yang harus dipahami dalam menyusun dan mengembangkan strategi Otomatisasi Trading.

Otomatisasi  Trading yang akan dibahas  adalah Otomatisasi Trading dengan menggunakan Aplikasi Tradeworks. Dalam artikel sebelumnya kita sudah beberapa kali membahasnya, kali ini akan dibahas dasar-dasar yang harus dikuasai trader dalam penyusunan strategi.

Tradeworks Dasar Penyusunan Strategi Otomatisasi Trading

Jenis-jenis Otomatisasi Trading yang biasa digunakan :

1. Trend Following

2. Mean Reversion

3. News – Based

4. Market Sentiment

5 Arbitrage

6. High Frequency Trading

7. Ice berging

8. Stealth

Kita tidak akan membahas keseluruhan dari strategi Otomatisasi Trading seperti yang sebutkan diatas. Jenis strategi trading yang akan dibahas disini adalah Mean Reversion yang cukup mudah dilakukan oleh Retail Forex Trader hanya dengan menggunakan Indikator Teknikal yang sederhana.

Keberhasilan penggunaan strategi  Mean Reversion bergantung pada

  1. Risk Management
  2. Volatilitas
  3. Kondisi Market
  4. Pengaturan Indikator Teknikal

 

Pengertian Mean Reversion

Mean reversion’ adalah istilah statistik yang menyatakan bahwa harga akan cenderung kembali ke tingkat nilai rata-rata.

Jadi, kalau harga meningkat atau menurun, yang artinya menjauh dari nilai rata-rata, maka pada saatnya nanti, harga akan berbalik arah, menurun atau meningkat, kembali ke tingkat harga rata-rata.

Mean reversion refers to the idea that what goes up should come down, and vice versa.

Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi berikut ini:

Ilustrasi Mean Reversion 02

 

Kondisi pasar ini bisa menguntungkan apabila Anda dapat memanfaatkannya dengan strategi yang tepat. Bagaimana menyusun strateginya? Simak penjelasan berikut ini.

 

Penyusunan Strategi Otomatisasi dengan Tradeworks

Dasar-Dasar Penyusunan Strategi :

1. Keep It Simple

Anda dapat memulai menyusun strategi dengan menggunakan satu indikator dan aturan entry signal sederhana. Hal ini dapat membantu memahami bagaimana aplikasi Tradeworks bekerja.

 

2. Formulasikan Strategi

Tahapan pertama dalam penyusunan strategi adalah penyusunan aturan dan perintah. Setiap aturan harus didefinisikan dengan jelas, mulai dari pemilihan pasangan (pair) mata uang, timeframe dan kriteria entry dan exit.

Anda juga perlu menentukan paramater untuk setiap indikator yang ingin anda gunakan, seperti misalnya pemilihan periode pada indikator Stochastic Oscilator.

Tahap kedua adalah, penyusunan Trading Plan. Menggunakan Trading Plan sebagai referensi akan membuat proses penyusunan strategi anda menjadi lebih cepat.

 

3. Uji Strategi Anda

Sebelum anda mengaktifkan otomatisasi trading, ada baiknya apabila anda mencobanya terlebih dahulu dengan eksekusi manual.

Hal ini dapat membantu meningkatkan keyakinan (confidence). Setelah merasa yakin, anda dapat mulai mengaktifkan otomatisasi trading dengan Tradeworks.

 

Contoh Penerapan Strategi Tradeworks Sederhana :

Sebelum Masuk ke Aplikasi Tradeworks Anda dapat Membuat Perencanaan seperti contoh berikut ini :

1. Visualisasikan Strategi yang akan Anda Susun,

2. Definisikan Simbol,

3. Definisikan Timeframe,

4. Definisikan Kondisi Pasar,

5. Observasi dan

6. Penyusunan Aturan Trading.

 

Stochastic Inversion Strategy

 

Penyusunan Aturan Trading Stochastic Inversion:

1. Entry (Beli) saat garis sinyal berada di berada di bawah level 17 (oversold).

2. Tambah posisi baru (Beli) jika garis sinyal menembus level 17 dari bawah (sinyal bullish).

3. Tetap berada di pasar hingga kondisi sebaliknya terjadi. Kondisi sebaliknya yang dimaksud adalah garis sinyal berada diatas level 83 (overbought) dan menembus ke level 83 dari atas (sinyal bearish), dan kemudian ambil posisi berlawanan (Jual).

4. Jumlah lot setiap posisi diset sebesar 0.1 lot.

Setelah itu Anda dapat memasukkan strategi yang telah disusun ke dalam Aplikasi Otomatisasi Tradeworks seperti contoh tampilan (Screenshot) berikut. Tradeworks memudahkan dalam penyusunan strategi ke dalam sistem otomatisasi, tidak perlu pemrograman tinggal menyusun template yang sederhana dan tidak perlu menyewa VPS.

Indikator berjenis Oscillator lebih efektif digunakan pada kondisi pasar yang cenderung volatil. Jadi, ketika pasar sedang berada dalam kondisi yang volatil indikator Stochastic Oscillator akan dapat bekerja dengan baik.

 

Tampilan pada Aplikasi Tradeworks 

Stochastic Inversion Tradeworks 02

 

Stochastic Inversion Tradeworks 01

Setelah strategi dan aturan trading selesai disusun ke dalam aplikasi Tradeworks anda dapat melakukan backtest ataupun forward test untuk memeriksa kembali apakah strategi sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Kelemahan pada Otomatisasi Trading dengan strategi Mean Reversion adalah hanya dapat digunakan pada kondisi pasar yang mendukung. Pada kondisi pasar seperti Trending, strategi ini tidak akan bekerja secara maksimal. Hindari waktu-waktu tertentu seperti saat Pengumuman berita yang memiliki dampak besar (High Impact News).

Keunggulan dari Aplikasi Tradeworks adalah adanya pengaturan jam trading, jadi kita bisa mengatur jadwal kapan mesin Otomatisasi Trading yang telah kita susun akan bekerja.

Apakah Anda Ingin Melihat Bagaimana Tradeworks Bekerja? Untuk Informasinya Klik Tautan Berikut Ini : 

Link : Klik Disini untuk Panduan Trading Tradeworks