Tag

manajemen risiko

Browsing

Dalam artikel sebelumnya “Manajemen Risiko dengan Risk Level” telah dibahas bagaimana menerapkan manajemen resiko pada transaksi perdagangan futures.  Bagi trader pemula pemahaman mengenai jenis-jenis risiko dan beberapa metode praktis dari Manajemen Risiko diperlukan untuk membatasi resiko dan menerapkannya pada setiap aktivitas transaksi.

Berikut ini adalah 3 langkah yang sederhana untuk menerapkan Manajemen Risiko:

1. Berapa modal awal (ekuiti total) yang anda ingin tempatkan?

Anda harus menentukan instrumen apa yang hendak anda transaksikan. Produk apa yang anda lebih minati? Seberapa besar leverage yang digunakan? Berapa nilai poin (pip)?

Anda bebas memiliki jawaban sendiri, intinya bahwa penentuan dan pengetahuan produk adalah langkah pertama yang harus dilakukan sebelum beranjak ke langkah lain. Tabel 1 di bawah merupakan contoh bagaimana anda dapat menyusun pengetahuan tentang spesifikasi ringkas yang diperlukan dalam pengelolaan risiko.

 

pengelolaan manajemen risiko 01

 

Emas sebagai contoh kasus pada artikel ini, adalah produk yang populer, mudah diikuti dan merupakan aset safe haven yang sudah teruji selama ribuan tahun melewati berbagai era. Kontrak perdagangan emas (XAU/USD) = 100 troy ons per lot (satuan kontrak), sementara harga yang diperdagangkan berkisar antara ratusan hingga ribuan dollar dengan desimal misalnya $1,198.00 dalam satuan troy ons, berarti setiap satu dollar ($1) pergerakan emas senilai dengan $100, dan setiap digit terkecil senilai dengan $1 (0.01 x 100).

Dengan harga di atas, kontrak emas yang diperdagangkan senilai dengan $119,800 per lot (100 troy ons kali harga $1,198.00 per troy ons), hanya membutuhkan jaminan yang disebut marjin sebesar $1,000 per lot, atau sekitar 0,8% saja, dan ini berarti leverage emas saat ini adalah 120 berbanding 1.

2. Sesuaikan metode trading dengan Manajemen Risiko.

Langkah kedua adalah menentukan metode trading yang sesuai untuk anda. Mulai dengan kapan waktu yang sesuai untuk anda melaksanakan trading? Apakah anda nyaman dengan mempertahankan posisi lebih dari 1 hari? Apakah anda trend follower atau sebaliknya? Anda akan menemukan banyak contoh metode trading yang ada. Jika telah memilikinya, ukurlah rasio benar salahnya. Hal ini akan membantu anda dalam mengelola risiko anda nanti. Tabel 2 memberikan gambaran hubungan antara win loss ratio dengan risk to reward ratio.

 

pengelolaan manajemen risiko 2

 

Pada tabel tersebut anda dapat memahami bahwa akurasi metode trading yang tinggi dapat berjalan bersamaan dengan risiko yang tinggi. Maksudnya adalah dengan akurasi trading 80% (baris atas) anda bisa tetap menghasilkan keuntungan walaupun jumlah kerugian anda setiap transaksi 3 kali lebih besar dibanding setiap keuntungan yang anda peroleh.

Demikian juga sebaliknya, anda bahkan tetap menghasilkan keuntungan walaupun dengan akurasi trading yang tidak unggul milsanya hanya 30%, jika setiap keuntungan anda berjumlah 3 kali lebih besar dibanding jumlah setiap kerugian (baris paling bawah tabel).

Ujilah metode trading tersebut pada instrumen yang anda perdagangkan misalnya Emas. Jika akurasinya katakanlah 60%, maka anda perlu mengecek risk to reward-nya, apakah sudah sesuai dengan minimal 1:1. Jika lebih kecil dari ini, anda perlu menyesuaikan level stop loss-nya dan uji kembali akurasi metode anda, apakah tetap 60%, jika tidak, maka anda perlu menemukan metode yang lain.

3. Sesuaikan Hasil Trading dengan Pengelolaan Risiko

Materi ini telah di bahas pada artikel terdahulu, mencakup ketentuan berapa maksimum risiko yang perlu anda tentukan, berapa stop loss terbaik dari metode trading anda, dan berapa volume transaksi yang akan digunakan setiap kesempatan transaksi muncul. Tabel 3 merupakan aplikasi dari pengelolaan risiko berdasarkan pembahasan yang telah lalu, hal ini diperlukan untuk tetap menjaga konsistensi pengelolaan di tengah pergolakan pasar yang dinamis.

 

pengelolaan manajemen risiko 03
Anda hanya perlu membandingkan hasil transaksi anda yang terdapat pada platform trading anda dengan rencana yang telah anda susun seperti pada tabel di atas. Dengan penerapan manajemen risiko yang baik, performa trading anda juga bisa menjadi lebih baik lagi.

 

 

Dalam dunia investasi, terdapat beragam model strategi untuk meraih keuntungan, demikian juga dengan pilihan instrumen atau produknya. Potensi keuntungan yang ditawarkan juga bervariasi, ada yang berimbal hasil tinggi dan ada pula yang menjanjikan keuntungan tidak terlalu besar. Aset keuangan yang punya potensi return besar di sisi lain dapat membuat nilai modal turun dalam waktu singkat sebelum akhirnya naik lagi. Sebaliknya nilai produk keuangan yang berimbal hasil rendah juga bisa tergerus akibat inflasi, dan dalam kasus terburuk nilai modalnya juga bisa hangus.

Seperti balap mobil, seorang pembalap akan memacu mobilnya lebih kencang yang memunculkan risiko lebih tinggi tapi akan lebih cepat sampai di garis finish dan menjadi pemenang. Pembalap yang memacu mobilnya lebih lambat, mungkin akan menghadapi risiko lebih kecil tapi bukan berarti tidak menghadapi risiko. Bisa terjadi benturan ataupun keterlambatan menyentuh garis finish. Dan peluang pembalap tersebut memenangkan pertandingan menjadi lebih kecil.

Risiko berbanding lurus dengan potensi imbal hasil. Semakin tinggi risiko yang dapat ditoleransi, maka semakin besar potensi keuntungan yang bisa dicapai. Instrumen yang dikategorikan ‘High Risk’ tapi ‘High Return’ adalah futures, komoditas, saham dan barang koleksi.

Manajemen Risiko dengan Risk Level

Mengapa trading di instrumen futures memiliki risiko tinggi? Alasannya sederhana, karena trading di futures menggunakan marjin dan leverage. Modal yang digunakan tidak perlu 100% dari instrumen yang ditransaksikan, bisa mulai dari 5% sampai 10% saja. Karakteristik kontrak seperti ini memungkinkan adanya keuntungan dan risiko yang berkali-kali lipat lebih tinggi. Produk yang termasuk instrumen risiko tinggi antara lain pasangan mata uang seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/ JPY, komoditas seperti emas dan minyak mentah serta indeks saham seperti indeks saham AS, Eropa dan Asia. Tapi risiko yang tinggi akan memunculkan potensi keuntungan yang tinggi pula.

 

Minimalkan Risiko

Dengan mempertimbangkan faktor risiko tersebut, maka diperlukan suatu seni untuk menyiasatinya.

Salah satu cara efektif untuk membatasi risiko adalah dengan menggunakan stop loss.

Stop loss akan membatasi kerugian yang tidak terduga saat trading produk futures. Ada investor yang enggan memakai stop loss karena dianggap sebagai penyebab kerugian. Padahal fasilitas ini disediakan untuk melindungi diri dari kehilangan uang yang lebih besar. Mereka yang tidak menggunakan stop loss sering kali menyesal belakangan karena modalnya tergerus oleh pergerakan harga yang sulit di duga.

 

stoploss manajemen risiko trading forex
Sumber: Investopedia

 

Dalam transaksi, penempatan stop loss adalah suatu keharusan. Penempatan stop loss dengan memperhatikan volatilitas rata-rata pergerakan harga instrumen.

Salah satu cara untuk survive dan sukses bertransaksi di pasar berjangka adalah dengan memiliki trading plan yang baik. Unsur yang wajib ada di dalam trading plan antara lain jumlah modal yang ingin ditempatkan, tingkat risiko yang bisa ditoleransi, imbal hasil yang diinginkan dan strategi yang mau digunakan. Sisanya, kita bisa menambahkan catatan lain yang dianggap perlu.

Investasi berisiko tinggi dapat memberikan potensi keuntungan yang besar pula jika kita menguasai seni dalam mengelolanya. Jangan pernah mengambil kesimpulan bahwa investasi risiko tinggi selalu buruk, terutama jika belum memahami karakteristik setiap produk dan cara kerjanya.