Tag

sistem trading

Browsing

Trading plan adalah sebuah sistem, seperangkat pedoman yang digunakan untuk pengambilan keputusan transaksi yang akan membantu trader untuk mencapai tujuannya. Trading plan berguna untuk membantu anda fokus pada perencanaan dan pelaksanaan strategi trading. Bagi seorang trader trading plan diperlukan untuk memperoleh hasil trading yang konsisten.

Hasil trading yang konsisten lebih penting dari pada hasil yang fantastis namun tidak konsisten. Masih banyak trader yang beranggapan bahwa trading plan dapat dibuat secara cepat dan instan, bahkan cenderung mengabaikannya. Trading plan yang terbaik dirancang berdasarkan pengalaman, menggunakan model dan metodologi yang logis serta sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Salah satu faktor keberhasilan dalam trading adalah disiplin, dan hanya dengan trading plan yang dibuat secara benar dan obyektif seorang trader bisa berlatih untuk disiplin sesuai kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam planningnya.

Dengan membuat trading plan, seorang trader telah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri jika hasil tradingnya tidak seperti yang diharapkan, dan bisa segera mengambil langkah yang terbaik pada account tradingnya tanpa ragu dan panik jika arah pergerakan harga pasar berlawanan dengan prediksi.

karakter trading plan

 

Semakin anda memaksakan diri untuk masuk pasar dengan analisa begitu banyak variabel teknikal maupun data fundamental yang ada di pasar, semakin hasil account trading anda tidak konsisten. Hal itu merupakan rintangan psikologis yang harus diatasi oleh seorang trader. Kenyataan ini berhubungan langsung dengan konsep bahwa kesabaran dalam trading akan mendapatkan imbalan atau reward dari pasar.

Bersabar menunggu sinyal price action yang terbentuk pada pasar akan meningkatkan tidak saja peluang sukses trade kita, tetapi juga rasa percaya diri, karena jika kita trading dengan metode yang akurasinya cukup bisa diandalkan seperti metode price action, maka secara alami akan menguatkan kepercayaan diri kita.

Rintangan psikologi lain yang harus diatasi adalah rasa percaya diri yang berlebihan dan perasaan euforia, setelah memperoleh hasil yang cukup konsisten dalam trading kita. Inilah yang membedakan antara seorang trader profesional dan seorang trader yang belum cukup jam terbangnya. Trader profesional selalu sanggup menjaga perasaannya dan sadar sepenuhnya bahwa emosi tidak seharusnya dilibatkan dalam urusan trading.

Cara yang terbaik agar kita tidak melibatkan emosi dalam aktivitas trading adalah dengan membuat sebuah trading plan yang definitif dengan skenario trading yang jelas mengenai apa saja yang akan diambil untuk setiap perubahan kondisi pasar.

Banyak trader yang tidak berusaha membuat trading plan karena tidak tahu bagaimana harus memulai, dan apa seharusnya isi dari sebuah trading plan itu. Sebenarnya trading plan yang baik bagi kita adalah yang bisa dengan nyaman kita terapkan, sesuai dengan pengetahuan maksimal yang kita miliki tentang pasar.

Tidak harus rumit dan bertele-tele. Yang paling penting adalah kita mengharuskan diri kita sendiri untuk dengan sungguh-sungguh menerapkannya dalam setiap kita akan entry.

 

5 hal penting yang  harus diperhatikan dalam membuat sebuah trading plan :
  1. Tentukan strategi untuk entry. Ambil cara atau teknik yang terbaik dari pengalaman anda menerapkan berbagai metode entry pada berbagai kondisi pasar. Misalnya anda memilih reversal pin bar pada kondisi pasar trending (untuk strategi price action) dengan indikator pendukung moving average, maka yakinkan diri anda bahwa kondisi itu adalah yang paling baik dan akurat untuk entry pada kondisi pasar trending jika dibandingkan dengan cara lainnya. Selain itu anda juga harus memahami situasi pasar dan market sentiment, dan untuk memahami ini dibutuhkan jam terbang.
  2. Tentukan risk / reward ratio. Skenario risk management ini harus anda terapkan pada setiap posisi yang akan anda ambil. Pastikan anda telah paham benar mengenai position sizing yang adalah bagian terpenting dalam menentukan resiko.
  3. Tentukan position size sesuai dengan target stop loss. Position size bisa berubah-ubah sesuai dengan resiko stop loss per trade yang kita tentukan. Resiko per trade hendaknya ditentukan terlebih dahulu sebelum menentukan stop loss level.
  4. Tentukan strategi exit atau take profit. Exit target seharusnya ditentukan juga sebelum entry, sesuai dengan rewrd yang kita sepakati. Hendaknya tidak menentukan exit level pada saat trade sedang berlangsung, karena emosi kita cenderung akan ikut terlibat ketika kita trading tanpa exit target. Kita akan lebih obyektif saat belum punya posisi.
  5. Buat jurnal dan catatan untuk evaluasi. Sebaiknya untuk setiap posisi yang telah diclose, baik profit atau loss diberikan catatan untuk evaluasi kualitas strategi dan plan yang telah kita buat, mungkin untuk kita perbaiki dikemudian hari.

Sebenarnya tidak ada metode yang pasti untuk membuat suatu trading plan, namun untuk trader yang belum pernah mencoba menggunakan trading plan, bisa menerapkan konsep diatas untuk memulainya.

 

 

Seorang trader yang sukses dipastikan memiliki sistem yang membantu dalam mengambil keputusan trading. Sebuah sistem trading dikembangkan melalui beberapa pengalaman trading. Salah satu tools atau alat yang dapat membantu trader mengembangkan sistem sesuai dengan kebutuhannya adalah Jurnal Trading.

Keberadaan jurnal trading sangat berpengaruh besar terhadap proses observasi dan review kinerja trading. Anda mungkin berpikir mengapa pengelolaan jurnal trading sangat penting, padahal setiap pialang (broker) sudah menyediakan rekaman transaksi nasabahnya secara real-time, termasuk histori tentang kekuatan posisi beli, penggunaan modal (marjin) dan jumlah laba/rugi dari setiap posisi yang anda tempatkan. Namun tetap saja, pengelolaan jurnal trading yang baik dibutuhkan untuk memantau kinerja anda dari waktu ke waktu.

Jurnal Trading akan Mempermudah Evaluasi Sistem Trading

Manfaat jurnal trading adalah untuk memudahkan trader dalam memeriksa kembali metode trading. Jurnal trading akan memberikan kilas balik tentang sejauh mana sistem trading bekerja, sekaligus bagaimana kinerja mereka di setiap produk saat kondisi pasar berubah. Jurnal akan membantu untuk menjawab bagaimana kinerja sistem di saat trending market, range-bound market pada time-frame yang berbeda-beda.

Trader juga bisa melihat dampak dari keputusan trading, misalnya taking profit yang terlalu cepat, penempatannya yang terlalu ketat atau order stop loss yang terlalu renggang. Trader dapat meninjau kerja sistem trading secara periodik (mingguan, bulanan atau kuartalan) dan mencari tahu apakah yang dilakukan sudah benar atau justru salah. Setelah itu, trader bisa memperbaiki sistem trading apabila diperlukan.

Pendorong untuk menjadi trader yang lebih profesional

Kelebihan paling mencolok dari jurnal trading adalah kemampuannya untuk mengubah kebiasaan trader dari destruktif menjadi konstruktif.  “Merencanakan trading anda dan men-trading-kan rencana anda” akan membantu dalam meningkatkan kepercayaan diri dan pola trading secara lebih profesional. Salah satu faktor emosi yang berperan penting dalam trading adalah kepercayaan diri.

Jurnal trading yang dirancang secara komprehensif akan memperlihatkan statistik trading dan menyediakan parameter respon yang dibutuhkan. Dengan demikian maka trader akan mendapat feedback dari setiap transaksi, yang bermanfaat untuk pengembangan dan perbaikan skill trading.

Pada dasarnya, jurnal trading akan memudahkan trader dalam melakukan review dari setiap transaksi, mengukur performa dan merekam pemikiran serta mengamati kondisi pasar. Dengan memiliki catatan tersebut, trader dapat lebih mudah dalam meningkatkan efektifitas sistem trading.

Tabel 1 mengilustrasikan kategori-kategori yang harus dicatat dalam jurnal trading, berikut manfaat dan tujuannya yaitu:

  1. Waktu Transaksi
    Berisi tentang rincian waktu trading.
  2. Produk / Pair Mata Uang
    Dengan menuliskan jenis produk yang ditransaksikan, trader dapat mengamati sistem trading apa yang cocok dipakai untuk masing-masing produk.
  3. Entry B / S posisi jual dan beli
    Trader dapat mengetahui posisi yang ideal untuk masing-masing penempatan posisi, baik buy ataupun sell.
  4. Lot / jumlah posisi
    Penulisan lot diperlukan untuk menentukan langkah trading selanjutnya. Contohnya, apabila anda mulai trading 1 lot dengan modal awal US$10,000, maka trader hanya akan memulai trading 2 lot saat jumlah modal anda naik menjadi $15,000 atau lebih. Namun jika jumlah modal berkurang, maka trader perlu mengurangi jumlah lot seperlunya.
  5. Entry Price, Profit Target and Stop Loss
    Batasan dan level stop harus ditentukan sebelum memasukkan posisi karena ini akan membantu pengujian rasio risk to reward.
  6. Risk to Reward Ratio
    Apabila trader tidak menghasilkan kemenangan dengan rasio risk to reward 1:2 atau lebih, maka trader akan mengetahui betapa sulitnya menghasilkan uang di pasar. Biasanya trader yang mampu menghasilkan keuntungan besar secara cepat menurunkan rasio risk to reward-nya.
  7. Exit Price & Exit Date
    Penulisan harga penutupan dalam suatu waktu akan memperlihatkan tingkat kedisiplinan trader dalam mengikuti trading plan. Poin lainnya yang penting dicatat adalah tanggal saat suatu posisi ditutup. Apabila posisi ditahan pada periode yang lama (lebih dari 2 pekan), biasanya kerugian tidak akan bisa diterima oleh trader. Jurnal trading akan memperlihatkan apakah durasi posisi yang dipegang patut dipertahankan atau tidak dari sisi kecukupan modal.
  8. Profit & Loss
    Sangat penting untuk mencatat jumlah uang yang dihasilkan atau hilang dari setiap transaksi. Catatan ini akan membantu trader dalam pemantauan tingkat profit/ loss di setiap transaksi, menunjukkan apakah anda mampu menjaga rasio risk to reward dan apakah kerugian dalam setiap transaksi terlalu besar jika dibandingkan dengan jumlah modal.
  9. Alasan dari Pengambilan Posisi
    Dengan menuliskan alasan, trader dapat memantau sistem trading mana yang paling efektif dan bekerja baik untuk setiap aset. Lebih dari itu, cara ini akan mempermudah trader untuk meningkatkan sistem trading sehingga tingkat keuntungan juga bertambah.
jurnal trading
Contoh Jurnal Trading

 

 

 

Lahir di Belanda pada tahun 1946, Ed Seykota menuntut ilmu akademisnya di Fakultas Teknik Elektro MIT dan berhasil lulus ilmu manajemen di MIT Sloan School of Management, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1966. Seykota mulai masuk ke dunia trading pada akhir 1960 dengan membuka akun transaksi komoditi perak. Waktu itu ia berasumsi bahwa harga akan naik dan Kementerian Keuangan AS berhenti menjual perak.

Trading ala Ed Seykota

Sambil menanti hal itu terjadi, Seykota disarankan untuk mengambil posisi short (jual) pada komoditi tembaga oleh broker-nya. Rekomendasi itu sayangnya tidak berhasil sehingga ia memilih untuk kembali menunggu periode yang lama dinantikannya, yakni bullish perak.

Ketika waktunya tiba, Ed Seykota mengambil posisi long (beli). Namun yang terjadi sebaliknya, harga perak terus menurun sehingga ia mengalami kerugian. Bukannya kapok, ia justru semakin tertarik dengan dunia trading. Seykota menyadari kalau pasar telah men-discount bullish untuk perak, sehingga ketika U.S Treasury berhenti menjual perak, harga berbalik turun.

Di saat yang sama, pria kelahiran 7 Agustus 1946 ini membaca tulisan Bapak Trend-following, Richard Donchian, tentang mekanisme sistem trading dan Moving Average Crossover untuk menghasilkan profit di pasar. Pada awalnya Seykota skeptis terhadap apa yang ditulis oleh Donchian, namun setelah ia menguji teori itu melalui sistem trading terkomputerisasi ia akhirnya percaya akan keampuhannya.

Ed Seykota melanjutkan karirnya di perusahaan pialang. Mengingat komputer merupakan barang yang langka pada zamannya, ia harus menumpang komputer yang dimiliki oleh divisi akunting perusahaan tempat ia bekerja setiap akhir pekan untuk menguji sistem trading yang ia ciptakan. Dalam jangka waktu enam bulan, salah satu Market Wizard Wall Street ini menguji ratusan variasi dari empat sistem sederhana berdasarkan data harga 10 komoditas selama 10 tahun terakhir. Sistem ciptaan Seykota menuai pujian dari perusahaan karena trend-following terbukti mampu menghasilkan profit.

Sayangnya ada ketidakcocokan pemikiran antara Seykota dan pihak manajemen yang membuat keduanya harus berpisah. Seykota memutuskan untuk berhenti kerja dan beralih menjadi seorang money manager. Dalam pengelolaan dananya, pria yang sekarang tinggal di Texas ini tidak mau sembarangan menerima nasabah. Ia akan mewawancarainya terlebih dahulu, dan hanya menerima calon nasabah yang bisa mendukung metode trading dalam jangka panjang. Alasan itulah yang membuat nama Seykota menjadi kurang terdengar karena di awal 1970-an, jumlah nasabahnya hanya sekitar 6 orang.

“Edward Arthur Seykota, namanya tidak terlalu tenar dibandingkan dengan trader-trader top lainnya. Padahal ia telah berkontribusi besar terhadap dunia investasi dengan memperkenalkan sistem trading ter-komputerisasi secara komersial. Sistem ini diakui mampu menghasilkan profit luar biasa. Sebagai buktinya, ada satu account kelolaan Ed Seykota yang nilainya meroket dari $5.000 di tahun 1972 menjadi $15.000.000 dalam waktu 12 tahun saja. Rasio kenaikan itu setara dengan 300.000%!”

Gaya Trading

Pada dasarnya gaya trading Ed Seykota merupakan trend-following yang dikombinasikan dengan pola-pola tertentu. Baginya kunci keberhasilan jangka panjang adalah penggabungan antara money management dan sistem trading. Meski tidak merinci cara melakukannya, Seykota menyarankan setiap trader untuk selalu belajar mengembangkan sistem trading yang cocok dengan gayanya masing-masing.

Berbeda dengan orang kebanyakan, trader teknikal ini ini menganggap analisis fundamental tidak berguna karena pelaku pasar telah men-discount harga. Ia menyebutnya sebagai ‘funny-mentals’. Namun jika trader mampu memahami fundamental lebih awal sebelum disadari oleh pelaku pasar lainnya, maka itu disebut ‘surprise-a-mentals’

Tiga hal yang diperhatikan Seykota saat trading adalah trend jangka panjang, pola grafik terkini dan posis terbaik untuk buy atau sell. Untuk mencari posisi yang tepat, misalnya buy, ia akan menempatkan posisi di atas harga pasar (metode breakout) tetapi dengan terlebih dahulu mengidentifikasi momentum bullish yang kuat. Jika posisi yang diambilnya salah, ia akan segera keluar dari posisi tersebut.

Seperti trader top pada umumnya, risiko yang diambil dari satu posisi tidak lebih dari 5% dari total ekuiti dalam satu akun. Ketika harga bergerak sesuai posisi dan mengikuti tren, stop loss dipindahkan untuk mengunci profit, dan biarkan keuntungan bergerak mengikuti trend.

Prinsip trading yang selalu dijalankan oleh Seykota yaitu; segera tutup posisi jika salah, biarkan posisi jika tepat, tetap membuka posisi dengan jumlah kecil, ikuti aturan tanpa pertanyaan dan tahu kapan aturan tersebut bisa dilanggar. Ia selalu mengurangi aktivitas trading sehabis mengalami kerugian beruntun. Kembali trading setelah mengalami kerugian beruntun akan menghancurkan sisi emosional seseorang.

Dunia trading merupakan dunia yang dinamis. Dengan selalu mengikuti aturan dalam sebuah sistem trading, seorang trader memang dapat menciptakan profit. Namun Ed Seykota memandang prinsip itu secara fleksibel. Baginya seorang trader harus mengembangkan aturan baru sebagai bagian dari evolusi trading-nya. Baginya kunci keberhasilan jangka panjang adalah penggabungan antara money management dan sistem trading.

Prinsip trading Ed Seykota sebenarnya cukup sederhana, Cut losses, ride winners, keep bets small, follow the rules without question, know when to break the rules.