Tag

stop loss

Browsing
Penjelasan / Arti Stop Loss

Stop loss order adalah salah satu fitur atau fasilitas yang ada pada platform Metatrader yang sering kali dimanfaatkan oleh trader. Secara umum, stop loss adalah nilai batasan harga terendah yg ditentukan untuk membatasi kerugian. Saat pergerakan harga menyentuh nilai yang telah ditentukan ini, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut.

 

stop loss order di platform mt4

 

Dengan memasang stop loss ini berarti trader telah siap dengan kerugian. Bagi kebanyakan trader keputusan menaruh stop loss ini adalah pilihan yang tidak nyaman. Mengapa, karena itu berarti mereka telah menerima kerugian yang terjadi. Namun dengan memasang stop loss order dapat membatasi kerugian yang lebih dalam. Meskipun fitur ini dapat membantu trader, namun tidak semua trader menggunakan stop loss. Hal ini tergantung dari strategi dan pengetahuan yang digunakan oleh masing-masing trader.

 

Bagaimana Broker Menggunakan Stop Loss Hunting?

Dalam artikel ini saya tidak ingin membahas secara detail tentang teknik penentuan stop loss, yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana broker nakal (tidak semua broker) melakukan kecurangan dengan sebuah cara yang dengan sengaja broker akan menyentuh stop loss yang telah dipasang oleh nasabah/trader.

Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan apa yang dinamakan dengan Stop Loss Hunting.  Teknik Stop Loss Hunting adalah sebuah cara curang dan digunakan oleh broker nakal yang dengan sengaja akan membuat stop loss order yang telah dipasang oleh trader akan tersentuh dengan sengaja. Hal ini dimungkinkan dengan menggunakan sebuah program atau menggunakan orang-orang yang bertugas untuk mengawasi posisi stop loss yang telah diambil nasabah.

Bagaimana mengetahui apakah broker melakukan kecurangan? Untuk mengetahuinya saya ingin memberikan contoh berdasarkan pengalaman pribadi saya. Cara yang paling sederhana adalah dengan membandingkan 3 chart di platform trading broker yang berbeda.

 

Stop Loss Hunting Broker Curang 3
Tampilan di Platform Trading Broker A

 

Stop Loss Hunting Broker Curang 2 fx
Tampilan di Platform Trading Broker B

 

Stop Loss Hunting Broker Curang
Tampilan di Platform Trading Broker C

 

Dari tampilan chart platform trading di tiga broker diatas sekilas tidak memiliki perbedaan, namun jika diperhatikan lebih seksama tampilan di chart ke tiga atau di Broker C tampak berbeda dari tampilan di Broker A dan B. Perbedaannya terletak pada garis-garis tipis yang mengarah keatas.

 

Stop Loss Hunting Broker Curang 4

 

Nah disinilah Stop Loss Hunting bekerja, garis-garis yang mengarah keatas tersebut sebenarnya adalah Stop Loss Hunting, yang dengan SENGAJA menyentuh stop loss order dari para nasabah/trader yang telah dipasang. Hal ini saya jumpai di platform trading broker yang tidak teregulasi.

 

Tips untuk Menghindari Stop Loss Hunting

Stop Loss Hunting bisa menjadi hal yang sangat merugikan, terutama bagi trader yang sering menggunakan stop loss dalam menerapkan strategi trading-nya. Saya menemui kecurangan dengan Stop Loss Hunting ini pada broker yang tidak teregulasi. Pada kasus ini, saya tidak menyarankan bagaimana teknik atau strategi trading untuk menghindari Stop Loss Hunting. Ketika broker anda terbukti curang sebaiknya anda tidak melakukan aktivitas trading menggunakan broker yang telah terbukti curang. Saya lebih menyarankan untuk menggunakan broker yang jelas teregulasi dan diawasi oleh sebuah lembaga pengawas perdagangan berjangka.

Cara untuk mengetahui apakah broker anda teregulasi atau tidak adalah dengan memeriksa apakah broker anda teregulasi oleh lembaga pengawas perdagangan berjangka. Untuk di Indonesia, daftar perusahaan pialang/broker yang teregulasi dan diawasai oleh lembaga pengawas (Bappebti) dapat dilihat di website resmi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka (Bappebti) atau di Jakarta Futures Exchange di bagian Daftar Pialang.

Jika anda lebih nyaman dengan menggunakan broker luar pun tidak masalah, namun anda harus memastikan legalitas dari perusahaan pialang dimana pialang tersebut menjalankan aktivitas usahanya. Sebagai contoh, di Inggris dikenal dengan lembaga pengawas Financial Conduct Authority (FCA) dulu bernama Financial Service Authority (FSA) di Amerika Serikat dikenal dengan Commodity Futures Trading Commision (CFTC) dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Stop Loss Hunting adalah salah satu cara broker untuk mengalahkan trader, tentunya hal ini sangat merugikan. Di luar Stop Loss Hunting, masih ada beberapa teknik curang yang dilakukan oleh broker.

Hal yang tidak kalah penting, anda juga harus memahami mekanisme perdagangan berjangka, jenis-jenis broker dan kasus-kasus malpraktek yang marak terjadi di industri perdagangan berjangka terutama di Indonesia. Dalam artikel berikutnya saya akan menjelaskan lebih detail.

 

 

Dalam dunia investasi, terdapat beragam model strategi untuk meraih keuntungan, demikian juga dengan pilihan instrumen atau produknya. Potensi keuntungan yang ditawarkan juga bervariasi, ada yang berimbal hasil tinggi dan ada pula yang menjanjikan keuntungan tidak terlalu besar. Aset keuangan yang punya potensi return besar di sisi lain dapat membuat nilai modal turun dalam waktu singkat sebelum akhirnya naik lagi. Sebaliknya nilai produk keuangan yang berimbal hasil rendah juga bisa tergerus akibat inflasi, dan dalam kasus terburuk nilai modalnya juga bisa hangus.

Seperti balap mobil, seorang pembalap akan memacu mobilnya lebih kencang yang memunculkan risiko lebih tinggi tapi akan lebih cepat sampai di garis finish dan menjadi pemenang. Pembalap yang memacu mobilnya lebih lambat, mungkin akan menghadapi risiko lebih kecil tapi bukan berarti tidak menghadapi risiko. Bisa terjadi benturan ataupun keterlambatan menyentuh garis finish. Dan peluang pembalap tersebut memenangkan pertandingan menjadi lebih kecil.

Risiko berbanding lurus dengan potensi imbal hasil. Semakin tinggi risiko yang dapat ditoleransi, maka semakin besar potensi keuntungan yang bisa dicapai. Instrumen yang dikategorikan ‘High Risk’ tapi ‘High Return’ adalah futures, komoditas, saham dan barang koleksi.

Manajemen Risiko dengan Risk Level

Mengapa trading di instrumen futures memiliki risiko tinggi? Alasannya sederhana, karena trading di futures menggunakan marjin dan leverage. Modal yang digunakan tidak perlu 100% dari instrumen yang ditransaksikan, bisa mulai dari 5% sampai 10% saja. Karakteristik kontrak seperti ini memungkinkan adanya keuntungan dan risiko yang berkali-kali lipat lebih tinggi. Produk yang termasuk instrumen risiko tinggi antara lain pasangan mata uang seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/ JPY, komoditas seperti emas dan minyak mentah serta indeks saham seperti indeks saham AS, Eropa dan Asia. Tapi risiko yang tinggi akan memunculkan potensi keuntungan yang tinggi pula.

 

Minimalkan Risiko

Dengan mempertimbangkan faktor risiko tersebut, maka diperlukan suatu seni untuk menyiasatinya.

Salah satu cara efektif untuk membatasi risiko adalah dengan menggunakan stop loss.

Stop loss akan membatasi kerugian yang tidak terduga saat trading produk futures. Ada investor yang enggan memakai stop loss karena dianggap sebagai penyebab kerugian. Padahal fasilitas ini disediakan untuk melindungi diri dari kehilangan uang yang lebih besar. Mereka yang tidak menggunakan stop loss sering kali menyesal belakangan karena modalnya tergerus oleh pergerakan harga yang sulit di duga.

 

stoploss manajemen risiko trading forex
Sumber: Investopedia

 

Dalam transaksi, penempatan stop loss adalah suatu keharusan. Penempatan stop loss dengan memperhatikan volatilitas rata-rata pergerakan harga instrumen.

Salah satu cara untuk survive dan sukses bertransaksi di pasar berjangka adalah dengan memiliki trading plan yang baik. Unsur yang wajib ada di dalam trading plan antara lain jumlah modal yang ingin ditempatkan, tingkat risiko yang bisa ditoleransi, imbal hasil yang diinginkan dan strategi yang mau digunakan. Sisanya, kita bisa menambahkan catatan lain yang dianggap perlu.

Investasi berisiko tinggi dapat memberikan potensi keuntungan yang besar pula jika kita menguasai seni dalam mengelolanya. Jangan pernah mengambil kesimpulan bahwa investasi risiko tinggi selalu buruk, terutama jika belum memahami karakteristik setiap produk dan cara kerjanya.