Tag

trading tips

Browsing

Tim Panduan Trading beberapa hari yang lalu sempat menemui Bapak Doni Nugraha. Beliau adalah salah satu trader yang berhasil menjadikan aktivitas trading sebagai penunjang hidup (Full Time Trader). Sebelum menggeluti dunia Trading, Doni Nugraha adalah seorang manajer di sebuah Bank pelat merah dengan posisi yang cukup strategis.

Doni Nugraha memutuskan untuk menggeluti dunia Trading sejak tahun  2010, dan saat ini lebih banyak  bertransaksi di produk Komoditi terutama di Crude Oil (Minyak Mentah) sebagai produk yang paling sering ditransaksikan.

Kami sempat meminta Doni Nugraha untuk mengisi artikel di Panduan Trading untuk berbagi pengalamannya di dunia Trading. Berikut ini tulisannya semoga dapat memberikan wacana bagi Anda yang ingin memulai atau sudah bertransaksi.

Panduan Trading Trading for Living Doni Nugraha 03

 

Trading For A Living- oleh Doni Nugraha

Di era digital seperti sekarang ini, ada banyak pilihan untuk mendapatkan penghasilan atau menghasilkan uang. Mulai dari bekerja sebagai karyawan, membangun bisnis sendiri, menjadi agen asuransi, membangun jaringan MLM, atau berbisnis secara online.

Beberapa pilihan diatas tentu mempunyai potensi keuntungan maupun resiko yang harus siap kita terima. Menjadi seorang karyawan misalnya pasti akan mendapat penghasilan dan kepastian income setiap bulannya. Namun tentu tidak mempunyai waktu luang yang cukup banyak karena terikat aturan perusahaan tempat dia bekerja.

Panduan Trading Trading for Living Doni Nugraha 01

Membangun bisnis sendiri memberikan potensi keuntungan yang lebih besar dan keleluasaan dalam mengatur waktu sendiri. Namun tentu membutuhkan pengalaman dan modal yang tidak sedikit untuk memulai bisnis tertentu. Tentu masih ada potensi resiko kerugian sampai bangkrut nya bisnis yang kita jalankan.

Nah disini saya akan menyampaikan pilihan lain untuk menghasilkan income / penghasilan tambahan yaitu sebagai seorang trader. Bahkan jika kita menekuni secara disiplin dan serius bukan tidak mungkin profesi ini bisa menjadi sumber untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari atau sering disebut Trading for A Living.

Bagi saya trading adalah bisnis yang menarik karena memberikan kebebasan waktu, tenaga, dan latar belakang. Profesi ini memberikan kebebasan waktu kita sendiri yang mengaturnya, kebebasan tenaga dan modal yang harus kita alokasikan. Juga semua latar belakang profesi kita bisa menekuni bisnis ini asalkan kita mau belajar dan disiplin untuk menjalani bisnis ini.

Panduan Trading Trading for Living Doni Nugraha 02

Adanya potensi keuntungan yang cukup besar dalam rentang waktu yang relatif singkat dan tenaga yang relatif minim membuat trading menjadi sebuah bisnis yang menarik.

Tentu ada resiko yang menyertai potensi keuntungan dalam menjalankan bisnis trading ini. Disinilah tantangannya, kita harus mempunyai bekal yang cukup untuk mau belajar dan terus mengasah diri agar meminimalisir resiko tersebut.

Apa yang harus kita perhatikan untuk memulai menjadi seorang trader ? Kami menyarankan kita harus belajar minimal tiga hal pokok yaitu PMS (Psikologi Trading, Manajemen Keuangan, dan Strategi Trading).

 

Psikologi Trading (Trading Psychology)

Trading merupakan suatu aktivitas yang menggairahkan. Selain rasa senang karena berhasil meraih keuntungan, seorang trader juga pasti mengalami perasaan kecewa akibat kerugian. Terlepas dari perang emosi yang dialaminya, trader sejati akan bersikap tenang dan tidak terlalu (over) excited saat menerima keuntungan maupun kerugian.

Trading berdasarkan emosi adalah musuh utama dari sebuah kesuksesan. Keserakahan dan ketakutan hanya bersifat menghancurkan sehingga intelektualitas lebih diperlukan ketimbang nyali besar.

 

Manajemen Keuangan (Money Management)

Ada 3 hal penting dalam penerapan Money management. Tujuan pertama adalah supaya trader dapat bertahan dan terhindar dari risiko yang dapat menendangnya keluar dari pasar.

Tujuan kedua adalah menghasilkan return (keuntungan) yang stabil dan tujuan ketiga yakni untuk mendatangkan keuntungan yang besar. Aturan utamanya tertuang dalam ungkapan “do not risk thy whole wad” atau jangan pertaruhkan semua di satu tempat. Trader yang kurang berpengalaman biasanya tidak menggunakan prinsip tersebut dengan cara memasang posisi besar dalam satu transaksi.

Money management yang baik akan menghindarkan trader dari kerugian besar di awal transaksi. Seorang trader harus tahu seberapa besar kerugian yang sanggup diterimanya (risk profile) serta kapan dan di level berapa dia harus melakukan cut loss atau reverse (membalik posisi).

Trader yang cakap akan segera keluar dari pasar atau melakukan reverse (membalik posisi) ketika dia sadar bahwa posisinya salah, kemudian menunggu untuk masuk kembali di saat yang tepat.

Hindari sistem atau metode money management lama yang kerap dipakai untuk berjudi seperti Martingale. Dalam prinsip Martingale, pihak yang kalah akan melipatgandakan jumlah taruhan untuk mengembalikan modalnya. Martingale bisa mengakibatkan kerugian trading besar jika kekalahan terjadi secara beruntun.

Keluar dari transaksi saat sedang merugi adalah pilihan yang sulit, namun keluar dari pasar ketika sedang untung adalah jauh lebih sulit. Seorang trader ketika posisi yang dibukanya searah dengan pergerakan pasar akan memunculkan keraguan untuk keluar posisi “hanya” dengan mengantongi keuntungan yang sudah didapat.

Karena jika ia memutuskan keluar posisi dan pasar masih saja bergerak sesuai perkiraannya, maka akan timbul penyesalan. Biasanya setelah masuk posisi lagi, dia akan menahannya lebih lama dan disinilah pasar kerap berbalik arah dan merugikan.

Kesalahan terburuk seorang trader adalah menghitung profit ketika sedang membuka posisi. Padahal dia seharusnya mengingat kembali tujuan money management yang kedua, yaitu menghasilkan profit secara stabil dan keluar posisi ketika target kentungannya telah dicapai. Keserakahan hanya akan merusak pola pikiran trader.

Apabila sudah sukses dalam suatu transaksi, trader dapat memilih untuk mencairkan keuntungan atau menginvestasikannya kembali. Nah, meskipun hal ini terlihat sepele namun prinsip yang ingin saya tekankan sebenarnya perlu Anda lakukan. Nikmatilah keuntungan yang telah Anda peroleh, tidak perlu tergesa-gesa dalam bertransaksi kembali. Ambil keuntungan untuk Anda gunakan secukupnya dalam memenuhi kebutuhan dan nikmati waktu Anda untuk menikmati hidup.

 

Strategi Trading (Trading Strategy)

Musuh utama seorang trader adalah dirinya sendiri. Sebaik apapun Money Management, kerugian akan tetap menghampiri apabila sistem tradingnya tidak dapat dihandalkan. Mulailah dengan menaklukkan diri Anda sendiri, ciptakan sistem trading yang sesuai dengan karakter dan terapkan Money Management yang disiplin untuk menghasilkan profit. Strategi trading terbaik adalah strategi yang dapat dihandalkan.

 

Dengan mengkombinasikan tiga hal pentng dalam trading yaitu : Psikologi, Manajemen Keuangan dan Strategi Trading, maka seorang trader dapat memiliki kinerja transaksi yang baik pula. Demikian tulisan dan pandangan saya mengenai  Trading for A Living, semoga dapat bermanfaat.

 

Problem terbesar yang paling sering dialami (terutama trader pemula) terlalu cepat mengambil profit dan terlalu lama menahan loss. Hal ini menjadi momok yang membuat orang “kapok” memulai usaha di bidang online trading.

Apabila Anda salah satu orang yang mengalami tersebut, gunakanlah indikator Pivot Point. Indikator Pivot Point akan membantu anda untuk menentukan level-level kunci pergerakan harga dengan mudah.

Penjelasan Pivot Point

Salah satu teknik trading terbaik adalah menggunakan garis Pivot (Pivot Point). Teknik ini digunakan oleh sebagian besar profesional trader.

Pivot point juga digunakan Bank Sentral untuk menentukan seberapa jauh harga sebuah instrumen keuangan di pasar akan diintervensi (level intervensi).

Nah, materi kali ini akan memberikan panduan penggunaan pivot point untuk meningkatkan performa trading anda.

Pivot point adalah indikator yang memiliki kelompok level harga, digunakan untuk mengidentifikasi “tipping points” (titik-titik pembalikan trend) di market.

Dengan menggunakan pivot point identifikasi tipping points di market cukup mudah dengan hasil yang akurat.

Memberikan probabilitas entry dan exit yang lebih tinggi untuk menghasilkan keuntungan dan manajemen risiko yang lebih baik.

Pivot Point dan Repaint Indicator

Saat ini indikator yang ada terdiri dari 2 kategori, yaitu: leading dan lagging indikator, sering disebut juga repaint indicator karena dianggap terlalu lambat dan terlalu cepat.

Lagging indikator artinya ketinggalan (terlalu lambat). Biasanya harga bergerak lebih dulu, baru indikator mengikuti dengan membentuk sinyal. Contoh dari lagging adalah Moving Average.

Sedangkan leading indikator terlalu awal mengetahui sinyal trend, contohnya adalah indikator jenis Oscillator.

Indikator pivot point termasuk indikator non-repaint yang secara otomatis menghitung nilai garis Support dan Resistance yang ditampilkan pada chart.

Pivot point sangat baik digunakan untuk mengenali posisi entry dan memilih target yang jelas.

Garis Level Pivot juga berfungsi untuk memfilter fake signal dari indikator standar (contoh MACD, Stochastic, RSI, Moving Average) dan sangat efektif untuk mengindentifikasi kondisi pasar.

Menggunakan Pivot Point

Sebenarnya tidak ada aturan baku menggunakan indikator Pivot Point, indikator ini dapat dikombinasikan dengan indikator dan strategi trading lainnya.

Penggunaannya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan dan risk profile.

Pivot point dibagi menjadi (menurut interval waktu):

  • Daily (Harian)
  • Weekly (Mingguan)
  • Monthly (Bulanan) dan
  • Yearly (Tahunan)

Menurut metode penghitungannya dibagi:

  • Classic / Traditional
  • Fibonacci
  • Woody
  • Camarilla
  • De Mark

Dimana menghasilkan level atau garis support dan resistance yang berbeda-beda. Penentuan jenis pivot point apa yang akan digunakan tergantung dengan kebutuhan dan strategi trading yang digunakan.

Misalnya untuk strategi trading intraday (day trade) lebih sesuai menggunakan pivot point daily atau weekly.

Untuk strategi positioning trading dengan menahan posisi sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lebih sesuai menggunakan jenis pivot point monthly dan yearly.

teknik intraday trading pivot point cover
 

Penjelasan Teknik Intraday Trading dengan Pivot Point

Contoh berikut adalah setting pivot point untuk intraday trading.

Kali ini saya ingin menjelaskan dengan menggunakan platform TradingView.com dimana sudah tersedia built in indicator yang cukup lengkap.

Untuk platform Metatrader 4 harus ditambahkan indikator Pivot Point. Penjelasan penggunaan, setting dan instalasinya dapat dilihat pada artikel:

Indikator Pivot Point untuk Meta Trader 4 (MT4) 

Berikut ini contoh setting indikator pivot point untuk teknik intraday trading:

  1. Pivot point yang digunakan untuk teknik trading intraday adalah Daily pivot point dengan timeframe 15 menit.
  2. Menggunakan kombinasi dua pivot point, dengan penghitungan metode Fibonacci (garis merah muda pada chart dibawah) dan De Mark (garis biru pada chart dibawah).
  3. Apabila menggunakan strategi breakout trading, indikator lainnya yang dapat ditambahkan adalah indikator break high dan break low (garis putus-putus atau titik-titik pada chart dibawah).
  4. Entry posisi di jam-jam tertentu saja, misalnya untuk mata uang EURUSD bisa entry posisi di antara jam 13.00 WIB, 14.00 WIB dan 15.00 WIB.
  5. Materi market session dan jam trading terbaik sudah pernah dibahas pada artikel sebelumnya Open Market Session, Jam Trading Forex. Anda dapat menggunakan acuan jam trading untuk entry posisi.
Berikut ini contoh tampilannya:
eurusd breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada EURUSD

Dari chart diatas dapat dilihat dengan jelas bahwa harga bergerak menuju level-level tertentu (pada contoh harga bergerak dari garis resistance R1, garis tengah P dan garis support S1).

Dengan menggunakan pivot point, anda dapat menentukan level entry dan price target (exit) dengan mudah.

Untuk pengambilan posisi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan strategi Pullback / Retracement dan Strategi Breakout.

Contoh Pengambilan posisi dengan Strategi Pullback / Retracement. Entry Sell dapat dilakukan di garis sekitar R1, setelah terjadi pembalikan ke atas (panah warna biru paling atas).

Untuk strategi Breakout, pengambilan posisi Entry Sell dilakukan pada saat harga bergerak disekitar garis pivot warna biru (De Mark) setelah pergerakan harga terkonfirmasi menembus harga low sebelumnya.

Pertimbangan pengambilan posisi didasarkan atas:

  1. Market Sentiment
  2. Analisa pergerakan harga di sekitar garis pivot.

Price Target atau Take Profit di garis atau level pivot dibawah. Atau bisa juga menahan posisi sebelum masuk ke sesi berikutnya. (antisipasi terjadinya pembalikan harga).

Untuk penentuan Take Profit ini tergantung pada risk reward, karena masing-masing trader memiliki profil risk reward yang berbeda-beda.

Penempatan Stop Loss dapat menggunakan acuan dari Analisis Volatilitas Autochartist Expert Advisor dan Web Application atau menggunakan indikator Average Daily Range (ADR).

Secara umum, pivot point berfungsi sebagai garis otomatis level Supply (Sell) and Demand (Buy), anda tidak perlu repot membuat perkiraan garis Supply & Demand.

Contoh Lainnya:
gbpusd breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada GBPUSD
audusd breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada AUDUSD (Sesi Asia)

Perhatikan chart diatas, pada sesi Australia (Asia) terjadi gap down pada awal pembukaan market. Strategi trading yang dapat digunakan adalah strategi gap trading.

Open buy ketika harga menyetuh level support (S1) dan Close posisi di garis Pivot (P). Strategi ini termasuk strategi Pullback / Retracement.

Selanjutnya…
usdjpy breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada USDJPY (Sesi Asia)
usdcad breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada USDCAD (Sesi Amerika)

Entry atau Take Profit sebaiknya dilakukan sekitar garis level pivot (support, resistence dan pivot) jangan entry jika tidak disekitar garis level pivot karena harga akan bergerak liar (belum maksimal mencapai harga terendah untuk Buy dan tertinggi untuk Sell).

Indikator pivot point dapat digunakan dan dapat bekerja dengan pada jenis instrumen lainnya seperti Stock Index. Berikut contohnya:

uk100 intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada Index FTSE100
Pivot Point dan Level Intervensi Bank Sentral
Level Intervensi Bank Indonesia

Pivot point juga digunakan oleh Bank Sentral untuk mengintervensi mata uang atau instrumen keuangan lainnya. Contoh diatas adalah level intervensi Bank Sentral Indonesia (BI) untuk mata uang Rupiah.

Intervensi mata uang biasa dilakukan oleh Bank Sentral di sebuah negara yang menganut sistem (Currency Regime) Managed Float dan Fixed Exchange Rate.

Untuk mengintervensi sebuah mata uang tentunya sebuah Bank Sentral menggunakan cadangan devisa. Apa yang terjadi apabila Bank Sentral tidak lagi bisa menggunakan cadangan devisanya membendung pelemahan atau penguatan sebuah mata uang?

Pivot Point pada Aplikasi Autochartist

autochartist usdjpy horizontal

Pivot point dapat digunakan sebagai pedoman batas titik entry Open Posisi BUY/SELL serta Take Profit dengan metode Price Action atau menggunakan acuan indikator lainnya untuk menentukan arah pergerakan harga.

Dapat juga dikombinasikan dengan aplikasi Autochartist dengan analisa Chart Patterns / Fibonacci Patterns / Key Levels Approaches / Breakouts.

Aplikasi Autochartist memudahkan kita untuk mengidentifikasi level-level penting pergerakan harga. Level-level penting akan diindentifikasikan secara otomatis.

Sinyal Autochartist berjenis garis horizontal (Key Level Approach dan Breakout) mampu mengidentifikasi garis pivot (support dan resistance) secara otomatis.

Sinyal trading ini memiliki success rate yang cukup tinggi dibandingkan dengan kategori sinyal Chart Pattern maupun Fibonacci Pattern.

Performa Statistik sinyal trading garis horizontal (Key Level Approach) Autochartist memiliki success rate diatas 80% yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

key level approcah statistic

Teknologi keuangan dapat membantu kita untuk mengukur tujuan (profit) dan kalkulasi risiko dengan jelas.

Gunakan aplikasi yang dapat membantu untuk mengukur kinerja portfolio anda, jangan sekedar menggunakan “feeling” ketika bertransaksi di pasar.

Indentifikasi Kondisi Pasar

Tidak selamanya kondisi pasar menguntungkan bagi trader, tentunya teknik trading dengan pivot point ini terdapat kelemahan pada kondisi pasar tertentu, seperti contoh berikut ini.

djia intraday trading
Contoh kondisi pasar Sideways pada Index Dow Jones Industrial

Kondisi pasar Sideways / Coiling / Konsolidasi memang kondisi pasar yang tidak menguntungkan untuk teknik intraday. Pergerakan harga hanya bolak-balik dalam range tertentu, ini dapat membingungkan trader yang masuk ke pasar.

Pivot point juga dapat membantu anda dalam indentifikasi pasar. Anda dapat melihat arah trend dengan jelas.

Untuk menghasilkan profit yang konsisten dibutuhkan manajemen risiko / keuangan yang baik. Ketahanan dana juga menjadi faktor penting untuk dapat meraih winning trades.

Trader ataupun investor yang mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten memiliki sistem pengelolaan keuangan yang baik.

market sentiment intraday

Selain itu perhatikan juga faktor market sentiment yang akan terjadi pada hari itu. Untuk teknik intraday trading, sentiment yang bersifat short term (macro economic news event) wajib untuk diperhatikan.

Pergerakan harga di pasar didasari oleh antisipasi akan sebuah peristiwa (baik yang bersifat macro economic event maupun political event) yang akan terjadi.

Demikian penjelasan singkat mengenai Teknik Intraday Trading dengan menggunakan indikator Pivot Point.

Dari sekian banyak indikator yang tersedia, Moving Average (MA) adalah indikator trend yang paling populer. Banyak kesalahan pada penggunaan indikator ini, terutama bagi trader pemula.

Moving Average sebenarnya dapat menjadi indikator yang powerfull jika dapat menggunakannya dengan tepat.

Moving Average (MA) adalah yang paling sederhana diantara indikator teknikal lainnya, biasanya dihitung dari penjumlahan harga penutupan pada suatu periode tertentu dibagi dengan jumlah satuan waktu pada periode tersebut.

Jika harga bergerak uptrend, kurva MA akan bergerak keatas, dan sebaliknya pada saat pergerakan harga downtrend, kurva ma akan bergerak kearah bawah.

Yang perlu dipahami adalah Moving Average termasuk dalam indikator repaint atau lagging indicator, sehingga terdapat kelemahan untuk memprediksi harga secara akurat.

Penggunaan MA untuk memprediksi harga tidak dapat digunakan secara terpisah dengan indikator lainnya. Anda memerlukan alat bantu tambahan apabila menggunakan strategi MA baik untuk memprediksi arah harga dan menggunakannya sebagai acuan entry level.

Meskipun termasuk repaint indicator, MA adalah salah satu indikator paling ideal yang dapat digunakan pada kondisi pasar trending.

Ada 3 cara dalam menggunakan indikator MA yang dianggap cukup efektif, yaitu sebagai penyaring arah trend (trend filter), sebagai pemicu (trigger) untuk membuka posisi dan identifikasi titik perpotongan (crossover) untuk konfirmasi terjadinya koreksi atau pembalikan arah trend (trend reversal).

penggunaan indikator moving average

 

Manakah yang Lebih Baik EMA atau SMA?

Indikator Moving Average dibagi menjadi 2 kategori yaitu Exponential Moving Average (EMA) dan Simple/Smoothed Moving Average (SMA). Perbedaan keduanya terletak pada kecepatan perubahan arah.

EMA lebih cepat dalam memberikan indikasi adanya perubahan trend harga. Penggunaan EMA dapat memberikan bobot lebih kepada data terkini sehingga dapat memberikan sinyal yang lebih cepat.

Dari kedua jenis indikator MA tersebut (SMA dan EMA) tidak ada istilah lebih baik, keduanya memiliki peran masing-masing dan digunakan sesuai dengan kebutuhan pada saat menyusun strategi.

 

Setting Periode dan Aturan Entry Moving Averages

Supaya tidak terjebak dalam penggunaan indikator Moving Average, Anda harus menentukan terlebih dahulu tujuan penggunaan indikator ini. Misalnya, trader berjenis day trading membutuhkan sinyal yang lebih cepat. Untuk itu penggunaan Exponential Moving Average (EMA) lebih tepat dibandingkan dengan Simple Moving Average (SMA).

Nah dalam artikel ini secara khusus saya ingin mencoba memberikan contoh penggunaan EMA untuk day trading.

penggunaan-moving-averages

  • Setting EMA Periode Lebih Pendek (8)
  • Setting EMA Periode Pendek (21)
  • Setting EMA Periode (125)

Penjelasan setting periode EMA (8, 21, 125): Setting periode ini cukup populer digunakan oleh trader institusional (hedge fund dan investment bank). Merupakan Sekuen dari Fibonacci Number. Periode ini dapat dikatakan mewakili data Seminggu, Sebulan dan Semester.

Namun yang lebih penting adalah Kombinasi dari penggabungan (Multiple) periode tersebut dapat bekerja dengan baik.

Contoh Entry dengan EMA (8, 21, 125)

penggunaan-moving-averages-02

Contoh diatas adalah aturan entry dengan strategi EMA (8, 21, 125) pada Time Frame M30. Entry dilakukan saat garis EMA 8 dan 21 memotong (crossover).

Selama EMA 8 (garis warna hijau) dan 21 (garis warna kuning) masih berada di bawah EMA 125 (garis warna merah) berarti posisi yang diambil adalah sell. Entry buy diambil ketika garis EMA 8 dan EMA 21 berada di atas EMA 125.

Dari chart diatas dapat diihat strategi ini dapat memberikan kapan timing entry baik (buy ataupun sell) dan peringatan akan pembalikan trend yang cukup akurat.

Strategi ini juga dapat digunakan pada timeframe yang lebih tinggi. Untuk meningkatkan akurasi pada penggunaan strategi EMA (8,21,125) dapat ditambahkan indikator lainnya seperti contoh berikut:

Indentifikasi Level Kunci (Key Level)

penggunaan-moving-averages-03

 

Indentifikasi Level Teknikal untuk Menentukan Price Target

penggunaan-moving-averages-05

Contoh diatas adalah kombinasi indikator yang dapat meningkatkan kualitas strategi EMA (8,21,125). Selain itu, faktor market sentiment juga akan mempengaruhi kemana arah pergerakan harga.

Selalu perhatikan faktor market sentiment baik yang bersifat short term maupun long term.

Anda juga dapat mengkombinasikan strategi trading EMA dengan indikator lainnya. Saya pribadi menggunakan indikator Moving Average EMA 125, market sentiment, pivot high low dan kombinasi analisis pergerakan harga di level support resistance (key level) dengan aplikasi Autochartist untuk mengembangkan strategi Breakout dan Pullback/Retracement.

moving-average-125-breakout-pullback-retracement
Contoh Pengembangan Strategi EMA125 pada Pergerakan Harga Gold Spot (XAUUSD)

 

Strategi EMA (8,21,125) dapat menjadi startegi yang powerfull jika Anda dapat menggunakannya dengan tepat.