Tag

trading tools

Browsing

Trading dengan menggunakan sistem otomatisasi kini mulai menjadi alternatif dalam bertransaksi di pasar Forex dan Komoditi. Saat ini penggunaan sistem otomatisasi trading semakin mudah dilakukan dengan adanya simple tool seperti Tradeworks.

Tim Panduan Trading beberapa waktu yang lalu menemuai Bapak Nono Sukrono yang sudah beralih dari sistem konvensional trading ke sistem otomatisasi trading dengan Tradeworks. Kami ingin menanyakan pengalaman trading Bapak Nono, dan bagaimana hasilnya dengan menggunakan otomatisasi trading.

 

Apa Latar Belakang Pak Nono dan Saat Ini Sibuk di Kegiatan Apa?

Latar Belakang saya adalah pensiunan pegawai di sebuah perusahaan BUMN, sudah 4 tahun pensiun. Sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan cucu saya dan mejalankan bisnis online trading.

 

Ceritakan Pengalaman Trading Pak Nono?

Pada saat saya pertama ditawari bisnis online trading, saya tertarik untuk mencoba dan ternyata bisnis ini bisa tidak membutuhkan banyak waktu untuk menjalankannya. Trading tidak membutuhkan waktu khusus seperti menjadi pegawai kantor yang harus berangkat ataupun pulang kerja di jam tertentu ataupun membuka bisnis konvensional lainnya.  Sewaktu dulu saya masih bekerja, saya sempat mendapat penawaran bisnis ini namun belum tertarik saat itu karena kesibukan di tempat kerja.

Setelah saya pensiun saya coba menjalankan bisnis online trading ini. Online trading bisa dijalankan secara sambilan, jadi saya coba pelajari dan jalankan. Saya mulai bertransaksi mulai di akhir bulan Desember tahun lalu. Pengalaman pertama, pernah merasakan hasil yang bagus, pernah juga salah posisi cukup lama dan harus menunggu hingga harga berbalik.

Yang perlu dipahami, trading forex dan komoditi ini sifatnya high risk dan high reward jadi Anda harus aware dan siap secara mental ketika memasuki bisnis ini. Bisnis online trading memiliki keuntungan dan risiko yang berbanding lurus.

Pasar forex dan komoditi sangat dinamis dengan segala perubahannya, saya juga pernah merasakan modal kegulung, trader yang tidak siap bisa kecewa dengan bisnis ini. Kesulitan di bisnis ini adalah memprediksi arah pergerakan harga, dulu setiap hari saya selalu baca review di pasar Asia, Eropa dan Amerika Serikat namun seringkali terlambat membuka posisi.

Trader talks Panduan Trading dengan Sistem Tradeworks Nono Sukrono 03

 

Pengalaman beralih ke sistem otomatisasi trading dengan menggunakan Tradeworks?

Peralihan ke sistem otomatisasi membutuhkan penyesuaian. Awal trading dengan Tradeworks hasilnya bagus, namun saya juga pernah merasakan rugi.

Saat pertama mencoba sistem otomatisasi, saya belum sepenuhnya beralih ke sistem full otomatisasi, saya juga masih menjalankan transaksi dengan sistem manual. Beberapa bulan kemudian saya memutuskan pernah berhenti sejenak menggunakan sistem otomatisasi trading Tradeworks karena hasilnya masih belum memuaskan.

Kemudian saya memutuskan untuk mulai lagi bertransaksi setelah mendapatkan penawaran strategi baru dari Panduan Trading. Dan mulai saat itu saya mulai bertransaksi full otomatis menggunakan sistem otomatisasi Tradeworks dengan strategi yang dirancang oleh tim Panduan Trading khusus di produk emas.

 

Strategi apa yang digunakan di Tradeworks?

Sebelum memilih bertransaksi di produk emas, saya juga pernah mencoba bertransaksi di mata uang dan komoditi minyak mentah (crude oil), namun saat ini saya lebih nyaman dengan strategi yang sekarang digunakan. Strategi yang saat ini digunakan dirancang oleh tim Panduan Trading untuk bertransaksi di produk emas.

Tim Panduan Trading membantu dalam hal maintenance, jadi saya tetap mendapatkan pendampingan selama menggunakan sistem otomatisasi Tradeworks.  Sistem otomatisasi trading membantu menghemat waktu dan tidak perlu sering-sering memantau pergerakan harga.

Produk emas ini memang menarik untuk ditransaksikan, memang lebih volatil daripada produk mata uang namun memiliki tingkat keuntungan yang tinggi pula.

 

Plus minus menggunakan sistem trading Tradeworks. 

Sitem otomatisasi Tradeworks yang berjalan sudah bagus namun tetap harus ada campur tangan, sistem otomatisasi tidak bisa jalan selama 24 jam terus menerus. Campur tangan (intervensi) sangat berguna terutama ketika ada rilis data makro ekonomi yang sifatnya High Impact.

Selain itu, Anda juga harus siap untuk berani melakukan cut loss, strategi apapun ada kelemahannya dan tidak bisa 100 persen akurat memprediksi arah pergerakan harga.

Tradeworks memang memudahkan bertransaksi karena kita tidak perlu memantau pergerakan harga terus menerus, sistem secara otomatis akan melakukan eksekusi beli, jual dan close position sesuai dengan sinyal yang muncul dan perintah yang telah disusun. Namun ada hal penting lain yang harus diperhatikan, Anda harus siap dengan antisipasi apabila sistem tidak berjalan sesuai yang direncanakan.

Trader talks Panduan Trading dengan Sistem Tradeworks Nono Sukrono 01

 

Berapa hasil yang sudah dicapai dengan menggunakan sistem trading Tradeworks? 

Hasil dari strategi Tradeworks yang terakhir digunakan cukup bagus, dalam waktu 50 hari saya mendapatkan keuntungan diluar dugaan bisa mencapai 100 persen. Evaluasi sistem harus selalu dilakukan, namun hasil ini tentunya sebanding dengan risikonya.

Sebelumnya saya juga pernah dihadapkan pada situasi yang kurang menguntungkan, dan akhirnya saya berani untuk mengambil tindakan cut loss ketika pergerakan harga tidak sesuai dengan yang diharapkan supaya modal tidak habis. Namun dalam beberapa hari saya akun saya kembali pada posisi profit.

Anda dapat mencoba sistem otomatisasi pada demo account terlebih dahulu. Saya merasa trading manual lebih banyak meraba-meraba dengan hanya membaca analisis dan review. Memang selama ini trading dengan sistem Tradeworks menguntungkan, namun juga memiliki risiko yang besar.

 

Saran bagi pemula yang ingin menggunakan sistem trading Tradeworks. 

Trading bisa menjadi bisnis yang  menguntungkan namun harus melihat kapan harus masuk ke pasar dan  kapan keluar. Bagi trader yang punya waktu lebih bisa memonitor pergerakan harga lebih sering. Yang harus diperhatikan adalah perbedaan perilaku pasar di berbagai sesi perdagangan.

Pergerakan harga di pasar Amerika Serikat lebih besar (volatil) dari pada sesi pasar Asia maupun  Eropa. Bagi pemula harus telaten mengikuti pergerakan harga, dan bisa menyiapkan langkah antisipasi ketika prediksi harga tidak sesuai.

Hal lain yang tidak kalah penting, trader pemula bisa memulai membuka posisi dengan lot size yang terkecil. Anda juga harus memperhitungkan kekuatan dana yang dimiliki, setiap produk memiliki volatilitas yang berbeda-beda, trading di oil berbeda lagi dengan trading di mata uang ataupun di emas.

Psikologi adalah faktor yang paling penting, gunakan dana yang sifatnya mengganggur jangan sampai menganggu kesehatan rumah tangga. Perhatikan juga kapan harus masuk ke pasar, berita penting apa yang ada saat itu, dan persiapkan antisipasi apabila salah prediksi harga.

 

Pandangan tentang online trading dibandingkan bisnis konvensional?

Semua bisnis ada risiko, saya juga pernah menjalankan bisnis konvesional seperti dagang, pernah mengalami piutang yang tidak dibayar. Setelah itu pernah juga usaha agro dengan menanam jamur dan berternak lele.  Gangguan di bisnis agro tersebut adalah hama sehingga pernah mengalami gagal panen, akhirnya saya memutuskan untuk tidak saya teruskan.

Pernah juga bisnis ternak udang, kendala yang saya hadapi adalah gangguan cuaca. Saat ini saya ingin menikmati waktu pensiun jadi tidak ingin terlalu menghabiskan waktu di bisnis konvensinal.

Bisnis Online Trading tidak membutuhkan banyak waktu dalam menjalankannya dan saat ini semakin dipermudah dengan adanya trading tools dan sistem otomatisasi dengan Tradeworks. Jadi saat ini bisnis online trading menjadi pilihan yang paling sesuai.

 

Bagi Anda yang ingin mengetahui sistem otomatisasi dengan Tradeworks, tim Panduan Trading dengan senang hati akan menjelaskannya. Silahkan isi form dengan klik disini. 

Autochartist Web Application adalah aplikasi market scanning yang akan memberikan trading signal secara otomatis setiap harinya.

Untuk dapat menggunakan Autochartist Web Application, kita tidak perlu menginstal aplikasi apapun, cukup login di situs Autochartist sesuai username dan password di MT4.

Aplikasi ini berjalan di atas web browser seperti Google Chrome, Safari, Mozilla Firefox dan Microsoft Internet Explorer.

Pada artikel sebelumnya telah dibahas instalasi dan penggunaan Trading Tool Autochartist versi Expert Advisor Plugin yang diinstal dan akan muncul pada terminal Meta Trader 4.

Artikel lengkapnya dapat dibaca disini:

Panduan Trading Menggunakan Autochartist Expert Advisor

 

Nah pada artikel kali ini kami akan membahas panduan dan strategi trading dengan tools Market Scanning Autochartist versi Web Application.

Dimana prediksi dari analisa pergerakan harga instrumen keuangan akan di tampilkan di web browser.

 

panduan trading penggunaan autochartist web application

Autochartist Web Application ini akan memberikan banyak sekali sinyal otomatis BUY atau SELL, tanpa repot-repot menggunakan analisa berdasarkan indikator konvensional.

Dimana keputusan BUY atau SELL, sangat tergantung dari subyektifitas pemahaman anda dalam menafsirkan hasil pembacaan dari sederetan indikator trading.

 

1. Cara Mengakses Autochartist Web Application

Sebelum dapat mengakses Autochartist Web Application anda harus memiliki akun di salah satu broker yang mendukung  Autochartist.

Contoh berikut adalah cara mengakses Autochartist Web Apllication pada broker yang kami gunakan yaitu Monex Investindo Futures (MIFX).

Untuk broker lainnya cara mengakses Autochartist Web Application terdapat beberapa perbedaan.

 

 

Pilih Kolom Autochartist pada menu sebelah kiri > pilih Login Autochartist Website untuk mengakses Autochartist Web Application.

autochartist client area

 

Setelah itu tunggu kira-kira 1-2 menit, akan muncul tampilan progress bar di halaman web browser.

tampilan autochartist 01

Muncul kotak dialog pemilihan Language, pilih misalnya English, klik button Next untuk melanjutkan.

tampilan autochartist 02

 

Muncul kotak dialog pemilihan Choose your timezone, pilih misalnya Asia/Jakarta, klik button Next untuk melanjutkan.

tampilan autochartist 03

 

Muncul kotak dialog Receive Email Notification, isikan alamat email anda pada baris  Email Address , klik button Finish untuk melanjutkan

tampilan autochartist 04 copy

 

2. Penjelasan Halaman Antar Muka Autochartist Web

Kita tidak akan membahas satu per satu fitur yang ada pada Autochartist Web Application.

Pada artikel ini, pembahasan akan difokuskan pada Trading Opportunities dan bagaimana cara menggunakan trading signal Autochartist Web Application.

Pada menu Trading Opportunities akan muncul tampilan dari Autochartist yang berisi analisa berbagai macam Forecasting Symbol yang dapat dipilih dari Results Pane.

Dengan menggunakan tool Autochartist ini, anda tidak perlu melakukan analisis secara manual untuk memprediksi arah pergerakan harga.

Autochartist Web Application memberikan prediksi (forecast) pergerakan harga berbagai instrumen keuangan secara otomatis.

tampilan halaman awal autochartist edit 02

 

Menu Trading Opportunities (no 1) terdiri dari:

  • Kolom Searches (no 2)
  • Kolom Pattern Display  (no 3)
  • Price Movement (no 4)
  • Kolom Filter Trading Opportunities (no 5)
  • Kolom Results dari Active Trading Opportunities (no 6) dan Expired Trading Opportunities (no 7) berisi beberapa kolom judul.
Penjelasan dan Fungsi:

Untuk penjelasan dan fungsi dimulai pada kolom Result filter, Active Trading Opportunities dan Expired (kadaluarsa) Trading Opportunities.

tampilan halaman awal autochartist edit 03

Tabulasi Result Filter (no 5), berfungsi untuk memfilter tipe kondisi yaitu

  1. Completed (Selesai) dan Breakouts (Harga Menembus Level Tertentu)
  2. Emerging (Pembentukan) dan Approaches (Mendekati).

Tabulasi Active Trading Opportunities (no 6) berfungsi menampilkan berbagai macam trading signal yang sedang berkembang (Emerging) atau sudah terbentuk (Completed) ke arah BUY atau SELL.

Makin baru symbol yang muncul akan di beri tanda seru (!).

Tabulasi Expired Trading Opportunities (no 7) yaitu trading signal yang  yang sudah tidak bisa digunakan lagi, karena sudah melewati batas waktu forecasting yang telah ditetapkan, atau level forecasting sudah tercapai.

Selanjutnya…

tampilan halaman awal autochartist edit 04

Tabulasi Pattern Display (no 3) dan Price Movement (no 4) menampilkan trading signal dari Symbol yang di pilih di Tabulasi Results (no 6 dan no 7).

Pada contoh ini adalah pair Foreign Exchange GBPUSD dengan Time Frame 1440 menit atau 1 hari. Yang paling inti dari kolom Price Movement adalah : baris Interval, Direction, dan Forecast Price.

Results Pane dari Active Trading Opportunities (no 6) dan Expired Trading Opportunities (no 7) terdiri dari daftar:

panduan autochartist web application resulta pane 01

Kolom Judul (no 1)

Menampilkan jenis dari instrumen yang diperdagangkan, tanda (!) berarti entry terbaru yang sedang ditambahkan pada daftar.

Kolom Symbol (no 2)

Menampilkan Pair Foreign Exchange atau nama Komoditi (misal XAGUSD/Silver Spot) serta arah trend BUY atau SELL, yang di tandai segitiga warna hijau untuk BUY dan segitiga warna merah untuk SELL.

Serta abu-abu untuk trend yang belum jelas terbentuk (kemungkinan baru berupa koreksi harga), untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Symbol.

Kolom Interval (no 3)

Menampilkan Time Frame dari analisa pattern, yaitu 15, 30, 60, 240 dan 1440 menit, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Interval.

Untuk Intraday Trading system, hanya akan digunakan Time Frame 15 dan 30 menit.

Time Frame 60 dan 240 dipakai untuk Swing Trading System di mana posisi ditahan lebih dari 1 hari sampai seminggu.

Time Frame 1440 digunakan untuk Positioning Trading System di mana posisi ditahan lebih dari 1 bulan.

Kolom Pattern (no 4)

Menampilkan hasil dari suatu analisa pattern. Autochartist mengidentifikasikan pattern berdasar:

  1. Chart Patterns (Ascending Triangle, Channel Down, Channel Up, Descending Triangle, Double Bottom, Double Top, Falling Wedge, Flag, Head and Shoulders, Inverse Head, and Shoulders, Pennant, Rectangle, Rising Wedge, Triangle, Triple Bottom, Triple Top),
  2. Fibonacci Patterns (ABCD, ABC,  3 Point Extension, 3 Drive serta 3 Point Retracement), serta
  3. Key Levels Patterns (Support dan Resistance). Untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Pattern.

Kolom Identified (no 5)

Menampilkan waktu saat dikeluarkan suatu analisa, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Identified.

Kolom Quality (no 6)

Menampilkan tingkat kualitas suatu analisa, 1 bar biru bernilai 0.1, nilai minimumnya adalah 1 bar biru yaitu = 0.1 dan maksimum adalah 10 bar biru yaitu = 1.0 .

Bagus tidaknya suatu kualitas analisa tidak tergantung dari nilai banyaknya bar berwarna biru.

Secara teori makin besar nilainya makin bagus, walaupun secara statistik berbeda.

Justru bar dengan nilai 0.7,  0.8,  0.9 malah terkadang menghasilkan forecast yang meleset. Untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Quality.

Kolom Type (no 7)

Menampilkan status proses suatu analisa, emerged berarti masih berkembang, kemungkinan bisa di jadikan order eksekusi (melihat situasi yang memungkinkan).

Completed dan Breakout sudah bisa dijadikan eksekusi order Buy dan Sell. Untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Type.

Kolom Length (no 8)

Menampilkan total jumlah candle yang diproses suatu analisa, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Length.

Kolom Age (no 9)

Menampilkan total jumlah candle yang muncul setelah suatu analisa, Makin kecil jumlah candle (0),  berarti makin bagus untuk masuk order entry Buy atau Sell, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Age.

 

3. Cara Menggunakan Trading Signal Autochartist Web

Secara Garis besar ada 2 kategori cara sistem trading menggunakan Autochartist Web Application:

Breakout Trading System

Order BUY atau SELL menunggu dieksekusi (ditunda), sampai harga bergerak  menembus level harga tertentu.

Level yang di tembus adalah garis batas atas disebut Resistance yaitu garis berwarna hijau dan garis batas bawah disebut Support yaitu garis berwarna biru, dari suatu kanal tipe pattern

Ascending Triangle, Channel Down, Channel Up, Descending Triangle, Double Bottom, Double Top, Falling Wedge, Flag, Head and Shoulders, Inverse Head, and Shoulders, Pennant, Rectangle, Rising Wedge, Triangle, Triple Bottom, Triple Top,  Fibonacci ABCD,  3 Point Extension, 3 Drive serta 3 Point Retracement.

Ketika level garis ini tertembus contoh di bawah adalah garis batas atas atau resistance, oleh Autochartist akan menyatakan pattern yang telah dianalisa, ke dalam kategori type Completed atau Breakout.

Pada kategori ini akan muncul prediksi harga yang ditandai dengan kolom berwarna abu-abu.

autochartist trading signal web 01

Jadi order BUY atau SELL baru bisa dieksekusi setelah terjadi breakout.

Hal ini ditandai dengan baris Direction berisi segitiga warna hijau untuk BUY dan segitiga warna merah untuk SELL.

Pada kasus ini sinyal yang muncul adalah segitiga hijau mengarah keatas.

Jadi sebelum level harga ini tertembus (breakout), akan dimasukkan sebagai kategori Emerging dan Approaches. (Segitiga masih berwarna abu-abu).

 

Pullback / Retracement Trading System :

Order BUY atau SELL langsung  dieksekusi ketika harga sedang bergerak menuju level harga tertentu, akibat pantulan dari batas atas (Resistance) / bawah (Support) sebuah kanal.

Level yang dituju biasanya berupa level garis Support atau Resistance yang membentuk garis kanal (batas atas atau bawah) dari tipe pattern

Ascending Triangle, Channel Down, Channel Up, Descending Triangle, Double Bottom, Double Top, Falling Wedge, Flag, Head and Shoulders, Inverse Head, and Shoulders, Pennant, Rectangle, Rising Wedge, Triangle, Triple Bottom, Triple Top,  Fibonacci ABCD,  3 Point Extension, 3 Drive serta 3 Point Retracement.

Autochartist akan menyatakan pattern yang telah dianalisa dalam kategori type Emerging dan Approaches.

Pada baris Direction berisi Segitiga berwarna abu-abu, untuk BUY arah segitiga ke atas, untuk SELL arah segitiga ke bawah, dari kolom Price Movement.

Contoh di bawah harga bergerak menuju garis kanal di bagian bawah atau garis Support yaitu garis berwarna biru yang sebelumnya terpantul (pullback / retracement) dari atas (Resistance).

Pola pantulan harga bisa dimulai dari  garis Resistance (atas) terpantul menuju Support (bawah), atau sebaliknya dari Support (garis kanal bawah) terpantul ke Resistance (garis kanal atas).

panduan trading autochartist web pullback 01

Jika harga ini bergerak menembus  garis kanal di batas atas (Resistance) yaitu garis berwarna hijau atau sebaliknya garis kanal di batas bawah (Support) yaitu garis berwarna biru, maka akan berubah status type nya menjadi Breakout atau Completed.

Kesimpulan

Secara otomatis, Autochartist akan memberikan sinyal trading yang dapat digunakan saat akan mengambil keputusan Buy atau Sell.

Teknologi keuangan berbasis Aplikasi seperti Autochartist dapat digunakan untuk mengukur tujuan yang ingin dicapai secara realistis.

Statistik kinerja sinyal trading akan memberikan seberapa besar tingkat akurasi sinyal trading yang muncul. Angka statistik ini dapat digunakan untuk memilih sinyal yang memiliki success rate tinggi.

Dengan menggunakan aplikasi ini, anda tidak perlu repot mempelajari analisis teknikal yang hasilnya tergantung subyektifitas anda.

Demikian sekilas tentang panduan trading dengan menggunakan Autochartist Web Application. Untuk materi selanjutnya akan dibahas lebih lengkap mengenai:

  • Manajemen resiko dan penentuan take profit/stop loss dengan menggunakan Analisa Volatilitas Autochartist,
  • Jam Trading terbaik serta
  • Pemilihan trading signal Autochartist dengan tingkat akurasi tinggi.

 

Salah satu cara untuk memprediksi arah pergerakan harga adalah dengan sebuah metode yang populer yaitu analisa teknikal. Pada dasarnya Analisa teknikal menggunakan grafik (chart) pergerakan harga historis untuk memprediksi arah harga dimasa yang akan datang.

Semua pasar keuangan menghasilkan data tentang pergerakan harga pasar dalam berbagai periode waktu. Data ini kemudian ditampilkan dalam grafik pada layar monitor.

Analisa Teknikal mengasumsikan grafik harga mencerminkan tindakan (action) dari semua pelaku pasar yang terlibat dalam perdagangan dalam periode waktu tertentu.

Untuk memahami lebih jelas tentang Strategi Price Action kita akan memulai dari pemahaman tentang grafik pergerakan harga. Pergerakan harga dapat dilihat dalam sebuah grafik, dengan grafik inilah kita akan mulai mengidentifikasi bagaimana perilaku pasar.

Contoh di bawah adalah grafik pair currency GBP/USD, pada Time Frame Weekly yang ditampilkan tanpa indikator. Melihat grafik pergerakan harga secara langsung (tanpa tambahan indikator) tentunya akan membingungkan terutama jika Anda ingin mengambil posisi, baik buy (long) atau sell (short). Pada grafik harga berikut terdapat 2 trend dengan 2 arah yang berbeda (uptrend dan downtrend), namun masih sulit untuk menganalisisnya.

gbpusd-chart

Inilah fungsi dari indikator teknikal yang akan membantu menganalisa pergerakan harga. Namun sayangnya tidak ada indikator teknikal yang 100% akurat dalam memprediksi arah pergerakan harga. Indikator teknikal menggunakan data historis untuk memprediksi arah pergerakan harga di masa yang akan datang. Kemudian yang menjadi pertanyaan, apakah perilaku pasar di waktu yang akan datang akan sama seperti di masa lalu? Disinilah peran Price Action yang akan menjadi senjata tambahan yang membantu memprediksi arah pergerakan harga.

Price Action adalah pergerakan harga suatu aset atau suatu pair mata uang. Analisa Price Action adalah sebuah metode dimana investor dan trader berupaya menemukan (pattern) pola dalam pergerakan harga yang sepintas nampak acak (random).

Price Action mencerminkan semua variabel yang mempengaruhi pasar dalam periode waktu tertentu, termasuk data dan berita ekonomi. Peristiwa dan berita ekonomi seperti yang biasa dilihat dalam Economic Calendar (sentimen pasar) adalah katalis untuk pergerakan harga di pasar.

Pergerakan harga yang tercermin dalam Price Action menyediakan semua sinyal yang anda butuhkan untuk mengembangkan sistem trading yang menguntungkan dan memiliki probabilitas tinggi.

Sinyal-sinyal inilah yang secara kolektif menjadi metode Price Action. Karena itu ketersediaan data, analisis dampak peristiwa dan pemahaman perilaku pasar akan membantu menghasilkan strategi trading dengan tingkat akurasi tinggi.

 

Aplikasi Dasar Analisa Price Action

Supaya tidak terjerumus ke dalam malpraktik trading dengan Price Action, Anda terlebih dulu harus memahami bahwa Price Action pada dasarnya digunakan hanya sebagai alat bantu, dan bukan sebagai penentu final.

Jadi, maksudnya bagaimana?

Pergerakan harga pada chart umumnya akan selalu meninggalkan jejak-jejak dengan titik-titik harga yang patut Anda pertimbangkan sebelum membuka atau mengakhiri posisi. Garis besarnya, Price Action digunakan sebagai “kaca pembesar” untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasar (trending atau konsolidasi) dan di mana titik-titik penting resisten dan support kemungkinan akan mempengaruhi arah harga kembali.

 

Langkah-Langkah Price Action

1. Identifikasi Kondisi Pasar

Kondisi pasar umumnya terbagi atas dua macam; trending dan terkonsolidasi (sideways). Price action dapat membantu kita mengidentifikasi kondisi-kondisi tersebut dengan memperhatikan harga-harga High dan Low-nya.

Contoh pada chart pair currency GBP/USD Time Frame Weekly.

gbpusd-uptrend-downtrend

Kondisi pasar trending sendiri dibagi lagi menjadi dua macam; uptrend dan downtrend. Uptrend dapat diidentifikasi dari titik harga tinggi meninggi (HH, higher highs) dan harga rendah meninggi (HL, higher lows). Sedangkan Downtrend teridentifikasi dari harga tinggi merendah (LH, lower highs) dan harga rendah merendah (LL, lower lows).

Masih pada chart yang sama, pair currency GBP/USD namun dalam ditampilkan dalam Time Frame yang lebih kecil yaitu Daily.

gbpusd-uptrend-high

gbpusd-downtrend

Kesulitan untuk menentukan di mana posisi HH, HL, LH dan LL-nya karena posisinya “zig-zag”? Jika iya, maka saat itu Anda sedang menghadapi kondisi pasar terkonsolidasi (sideways).

gbpusd-sideways-konsolidasi

Proses identifikasi kondisi pasar di atas dapat membantu keputusan trader untuk membuka posisi berdasarkan gaya trading serta manajemen risiko. Misalnya, Trend trader mengidentifikasi peluang ketika harga diekspektasikan akan menembus sebuah tahanan (support atau resisten).

Trend trader biasanya akan bertahan dalam satu posisi sampai ekspektasi tren pergerakan harga berubah. Sementara swing trader memanfaatkan harga yang bergerak volatil dalam sebuah rentang area atau range. Swing trader melihat potensi beli pada support dan jual pada resisten.

 

2. Identifikasi Titik Support dan Resistance

Poin penting kedua dari aplikasi price action adalah untuk mengetahui titik-titik harga support, resistance dan key level.  Analisa level kunci (key level) atau tingkat konfluen pasar digunakan untuk setup Price Action dalam mengambil posisi.  Titik-titik harga tersebut vital kegunaannya karena keberlangsungan suatu trend kemungkinan besar akan kembali berhaluan arah karena sifat pasar yang “berulang”.

Karena sifat berulang pelaku pasar dan cara mereka bereaksi terhadap variabel ekonomi global, Price Action cenderung terulang dalam berbagai pola. Kemudian pola-pola inilah disebut dengan strategi Price Action.

gbpusd-support-resistance

Pola-pola pergerakan harga yang berulang atau setup Price Action mencerminkan perubahan atau kelanjutan sentimen pasar. Hal ini berarti dengan mempelajari Price Action akan bisa mendapatkan prediksi kemana arah harga berikutnya.

Untuk memulai belajar Price Action dapat menggunakan analisa support dan resistance dan kemudian mencari setup atau pola Price Action yang terjadi. Contoh pada chart pair currency GBP/USD, Time Frame Daily setelah event Brexit.

contoh-key-level-gbpusd

Contoh diatas ketika GBP/USD mengalami Flash Crash awal bulan Oktober 2016 ini. Dengan menggunakan Price Action setidaknya model ini memberikan peringatan kepada kita untuk tidak mengambil posisi buy (long) ketika harga membentuk low baru. Kesalahan yang sering terjadi dalam mengambil posisi adalah harga tampak sudah sangat murah (ambil buy), padahal dengan menggunakan analisa Price Action kita bisa terhindar dari kesalahan pengambilan posisi.

Anda dapat mengembangkan strategi Break Out dan Reversal yang akurat dengan Identifikasi pergerakan pada Support dan Resistance. Untuk penjelasan Support dan Resistance akan dijelaskan pada artikel berikutnya.

 

3. Gunakan Trading Tools dalam Mengidentifikasi Key Level

Untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan sebenarnya banyak trading tools pendukung yang dapat dimanfaatkan. Untuk trader yang ingin belajar Price Action dapat menggunakan tools pendukung seperti AUTOCHARTIST dan DELKOS yang dapat mengidentifikasi Key Level, Pola Harga, Sentimen Pasar dan Analisis Volatilitas harga secara otomatis. Tidak perlu menentukan secara manual level-level penting dalam sebuah chart untuk menghindari kesalahan penghitungan.

autochartist-key-level-01

autochartist-key-level-02
Tampilan Key Level pada Autochartist Web Application

 

Strategi Price Action dapat digunakan pada banyak instrumen keuangan seperti forex, komoditi, indeks dan saham. Trading tools yang tersedia saat ini pun sangat membantu dalam menganalisis arah pergerakan harga. Anda tidak perlu repot-repot menghitung manual level-level penting (key level) pada grafik pergerakan harga.