Salah satu cara untuk memprediksi arah pergerakan harga adalah dengan sebuah metode yang populer yaitu analisa teknikal. Pada dasarnya Analisa teknikal menggunakan grafik (chart) pergerakan harga historis untuk memprediksi arah harga dimasa yang akan datang.

Semua pasar keuangan menghasilkan data tentang pergerakan harga pasar dalam berbagai periode waktu. Data ini kemudian ditampilkan dalam grafik pada layar monitor.

Analisa Teknikal mengasumsikan grafik harga mencerminkan tindakan (action) dari semua pelaku pasar yang terlibat dalam perdagangan dalam periode waktu tertentu.

Untuk memahami lebih jelas tentang Strategi Price Action kita akan memulai dari pemahaman tentang grafik pergerakan harga. Pergerakan harga dapat dilihat dalam sebuah grafik, dengan grafik inilah kita akan mulai mengidentifikasi bagaimana perilaku pasar.

Contoh di bawah adalah grafik pair currency GBP/USD, pada Time Frame Weekly yang ditampilkan tanpa indikator. Melihat grafik pergerakan harga secara langsung (tanpa tambahan indikator) tentunya akan membingungkan terutama jika Anda ingin mengambil posisi, baik buy (long) atau sell (short). Pada grafik harga berikut terdapat 2 trend dengan 2 arah yang berbeda (uptrend dan downtrend), namun masih sulit untuk menganalisisnya.

gbpusd-chart

Inilah fungsi dari indikator teknikal yang akan membantu menganalisa pergerakan harga. Namun sayangnya tidak ada indikator teknikal yang 100% akurat dalam memprediksi arah pergerakan harga. Indikator teknikal menggunakan data historis untuk memprediksi arah pergerakan harga di masa yang akan datang. Kemudian yang menjadi pertanyaan, apakah perilaku pasar di waktu yang akan datang akan sama seperti di masa lalu? Disinilah peran Price Action yang akan menjadi senjata tambahan yang membantu memprediksi arah pergerakan harga.

Price Action adalah pergerakan harga suatu aset atau suatu pair mata uang. Analisa Price Action adalah sebuah metode dimana investor dan trader berupaya menemukan (pattern) pola dalam pergerakan harga yang sepintas nampak acak (random).

Price Action mencerminkan semua variabel yang mempengaruhi pasar dalam periode waktu tertentu, termasuk data dan berita ekonomi. Peristiwa dan berita ekonomi seperti yang biasa dilihat dalam Economic Calendar (sentimen pasar) adalah katalis untuk pergerakan harga di pasar.

Pergerakan harga yang tercermin dalam Price Action menyediakan semua sinyal yang anda butuhkan untuk mengembangkan sistem trading yang menguntungkan dan memiliki probabilitas tinggi.

Sinyal-sinyal inilah yang secara kolektif menjadi metode Price Action. Karena itu ketersediaan data, analisis dampak peristiwa dan pemahaman perilaku pasar akan membantu menghasilkan strategi trading dengan tingkat akurasi tinggi.

 

Aplikasi Dasar Analisa Price Action

Supaya tidak terjerumus ke dalam malpraktik trading dengan Price Action, Anda terlebih dulu harus memahami bahwa Price Action pada dasarnya digunakan hanya sebagai alat bantu, dan bukan sebagai penentu final.

Jadi, maksudnya bagaimana?

Pergerakan harga pada chart umumnya akan selalu meninggalkan jejak-jejak dengan titik-titik harga yang patut Anda pertimbangkan sebelum membuka atau mengakhiri posisi. Garis besarnya, Price Action digunakan sebagai “kaca pembesar” untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasar (trending atau konsolidasi) dan di mana titik-titik penting resisten dan support kemungkinan akan mempengaruhi arah harga kembali.

 

Langkah-Langkah Price Action

1. Identifikasi Kondisi Pasar

Kondisi pasar umumnya terbagi atas dua macam; trending dan terkonsolidasi (sideways). Price action dapat membantu kita mengidentifikasi kondisi-kondisi tersebut dengan memperhatikan harga-harga High dan Low-nya.

Contoh pada chart pair currency GBP/USD Time Frame Weekly.

gbpusd-uptrend-downtrend

Kondisi pasar trending sendiri dibagi lagi menjadi dua macam; uptrend dan downtrend. Uptrend dapat diidentifikasi dari titik harga tinggi meninggi (HH, higher highs) dan harga rendah meninggi (HL, higher lows). Sedangkan Downtrend teridentifikasi dari harga tinggi merendah (LH, lower highs) dan harga rendah merendah (LL, lower lows).

Masih pada chart yang sama, pair currency GBP/USD namun dalam ditampilkan dalam Time Frame yang lebih kecil yaitu Daily.

gbpusd-uptrend-high

gbpusd-downtrend

Kesulitan untuk menentukan di mana posisi HH, HL, LH dan LL-nya karena posisinya “zig-zag”? Jika iya, maka saat itu Anda sedang menghadapi kondisi pasar terkonsolidasi (sideways).

gbpusd-sideways-konsolidasi

Proses identifikasi kondisi pasar di atas dapat membantu keputusan trader untuk membuka posisi berdasarkan gaya trading serta manajemen risiko. Misalnya, Trend trader mengidentifikasi peluang ketika harga diekspektasikan akan menembus sebuah tahanan (support atau resisten).

Trend trader biasanya akan bertahan dalam satu posisi sampai ekspektasi tren pergerakan harga berubah. Sementara swing trader memanfaatkan harga yang bergerak volatil dalam sebuah rentang area atau range. Swing trader melihat potensi beli pada support dan jual pada resisten.

 

2. Identifikasi Titik Support dan Resistance

Poin penting kedua dari aplikasi price action adalah untuk mengetahui titik-titik harga support, resistance dan key level.  Analisa level kunci (key level) atau tingkat konfluen pasar digunakan untuk setup Price Action dalam mengambil posisi.  Titik-titik harga tersebut vital kegunaannya karena keberlangsungan suatu trend kemungkinan besar akan kembali berhaluan arah karena sifat pasar yang “berulang”.

Karena sifat berulang pelaku pasar dan cara mereka bereaksi terhadap variabel ekonomi global, Price Action cenderung terulang dalam berbagai pola. Kemudian pola-pola inilah disebut dengan strategi Price Action.

gbpusd-support-resistance

Pola-pola pergerakan harga yang berulang atau setup Price Action mencerminkan perubahan atau kelanjutan sentimen pasar. Hal ini berarti dengan mempelajari Price Action akan bisa mendapatkan prediksi kemana arah harga berikutnya.

Untuk memulai belajar Price Action dapat menggunakan analisa support dan resistance dan kemudian mencari setup atau pola Price Action yang terjadi. Contoh pada chart pair currency GBP/USD, Time Frame Daily setelah event Brexit.

contoh-key-level-gbpusd

Contoh diatas ketika GBP/USD mengalami Flash Crash awal bulan Oktober 2016 ini. Dengan menggunakan Price Action setidaknya model ini memberikan peringatan kepada kita untuk tidak mengambil posisi buy (long) ketika harga membentuk low baru. Kesalahan yang sering terjadi dalam mengambil posisi adalah harga tampak sudah sangat murah (ambil buy), padahal dengan menggunakan analisa Price Action kita bisa terhindar dari kesalahan pengambilan posisi.

Anda dapat mengembangkan strategi Break Out dan Reversal yang akurat dengan Identifikasi pergerakan pada Support dan Resistance. Untuk penjelasan Support dan Resistance akan dijelaskan pada artikel berikutnya.

 

3. Gunakan Trading Tools dalam Mengidentifikasi Key Level

Untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan sebenarnya banyak trading tools pendukung yang dapat dimanfaatkan. Untuk trader yang ingin belajar Price Action dapat menggunakan tools pendukung seperti AUTOCHARTIST dan DELKOS yang dapat mengidentifikasi Key Level, Pola Harga, Sentimen Pasar dan Analisis Volatilitas harga secara otomatis. Tidak perlu menentukan secara manual level-level penting dalam sebuah chart untuk menghindari kesalahan penghitungan.

autochartist-key-level-01

autochartist-key-level-02
Tampilan Key Level pada Autochartist Web Application

 

Strategi Price Action dapat digunakan pada banyak instrumen keuangan seperti forex, komoditi, indeks dan saham. Trading tools yang tersedia saat ini pun sangat membantu dalam menganalisis arah pergerakan harga. Anda tidak perlu repot-repot menghitung manual level-level penting (key level) pada grafik pergerakan harga.

 

 

Author

Untuk menghubungi Panduan Trading dapat melalui email: [email protected]

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.