Tag

dasar trading

Browsing

Chicago Mercantile Exchange (CME) adalah salah satu bursa di dunia yang cukup inovatif dalam memfasilitasi perdagangan produk-produk keuangan sejak  tahun 1898. Salah satu produk CME yang fenomenal hingga saat ini yaitu kontrak berjangka (futures) dan opsi (option) valuta asing. CME memperkenalkan kontrak berjangka dan opsi valuta asing pertama kalinya pada tahun 1972, setelah keruntuhan Bretton Woods agreement system of monetary and exchange rate management.

Perdagangan valuta asing (valas) pada umumnya dilakukan secara langsung atau dikenal juga dengan over the counter (OTC), di mana pialang dan pedagang melakukan negosiasi secara langsung tanpa melalui bursa. Mekanisme ini juga dikenal dengan perdagangan bilateral.

Pada perdagangan valas secara bilateral tidak ada suatu keseragaman. Namun dari sekian banyak pasar valuta asing, masing-masing saling berhubungan di mana mata uang yang berbeda diperdagangkan. Di pusat perdagangan valuta asing yang ada di London, New York, Tokyo, Hongkong maupun Singapura, pada umumnya bank-bank dari seluruh dunia adalah pesertanya.

Perdagangan valuta asing berlangsung selama 24 jam. Apabila pasar Asia berakhir, maka pasar Eropa mulai dibuka dan pada saat pasar Eropa berakhir maka pasar Amerika dimulai dan kembali lagi ke pasar Asia.

Pada perdagangan valas, fluktuasi kurs nilai tukar mata uang biasanya disebabkan oleh gejolak aktual moneter dan ekspektasi pasar terhadap gejolak moneter yang disebabkan oleh perubahan dalam: pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB/GDP), inflasi, tingkat suku bunga, tingkat pengangguran, consumer price index, defisit / surplus perdagangan. Diluar itu tentu saja masih ada faktor lainnya seperti faktor stabilitas politik dan keamanan negara.

Rilis data ataupun berita yang berhubungan dengan kondisi ekonomi berdampak terhadap pergerakan harga valuta asing. Informasi ini dipublikasikan untuk umum yang dapat dengan mudah diakses melalui media online.

Bank yang memfasilitasi perdagangan valuta asing memiliki keuntungan yang penting yaitu, mereka dapat melihat arus pergerakan “order” dari client-clientnya. Keuntungan inilah yang seringkali dimanfaatkan oleh Bank untuk mengeruk profit dari client-clientnya melalui aktivitas proprietary trading.

Transaksi valuta asing baik di pasar spot ataupun di pasar futures dapat dilakukan dengan cara dua arah dalam mengambil keuntungannya. Seseorang dapat membeli dahulu (open buy), lalu ditutup dengan menjual (sell) ataupun sebaliknya, melakukan penjualan dahulu, lalu ditutup dengan membeli.

Tidak seperti perdagangan pada bursa saham, para anggota bursa memiliki akses yang sama terhadap harga saham. Untuk pasar valuta asing terbagi atas beberapa tingkatan akses. Pada akses tingkat tertinggi adalah pasar uang antar bank (PUAB) dimana akses tersebut didominasi oleh bank investasi (investment bank).

 

level-akses-valas
Ilustrasi Menarik Bagaimana Retail Traders selalu Menjadi Korban dari Pelaku Pasar yang Memiliki Level Akses yang Lebih Tinggi

 

Pada PUAB, selisih (spread) antara harga penawaran/harga jual (ask) dan harga permintaan/harga beli (bid) adalah sangat tipis sekali bahkan biasanya tidak ada, dan harga ini hanya berlaku untuk kalangan mereka sendiri yang banyak tidak diketahui oleh pemain valuta asing di luar kelompok mereka. Pada akses tingkat dibawahnya, selisih antara harga jual dan harga beli tergantung dari volume transaksi.

Apabila sebuah institusi keuangan dapat menjamin terlaksananya transaksi valuta asing dalam volume yang besar maka mereka dapat meminta agar selisih nilai jual dan beli diperkecil atau sering disebut better spread (selisih tipis antara harga jual dan beli).

Level akses terhadap pasar valuta asing adalah sangat ditentukan oleh ukuran transaksi valuta yang dilakukan. Bank-bank peringkat atas menguasai pasar uang antar bank (PUAB), proporsinya bisa mencapai 53% dari seluruh nilai transaksi.

Dan setelah bank-bank peringkat atas tersebut maka peringkat selanjutnya adalah bank-bank investasi kecil, lalu perusahaan-perusahaan multi nasional besar yang membutuhkan lindung nilai atas risiko transaksi serta pembayaran gaji pegawai diberbagai negara. Kemudian pelaku lainnya di pasar valuta asing adalah hedge fund, para pedagang (dealer) dan money changer.

Sejak dekade tahun 2000 an, perusahaan dana pensiun, perusahaan asuransi, reksadana dan investor institusi juga merupakan pemain yang memiliki peran besar dalam pasar valuta asing.

 

Pelaku-Pelaku yang Terlibat di dalam Pasar Valuta Asing

Pasar uang antar bank (PUAB) memenuhi kebutuhan mayoritas dari perputaran uang di dunia usaha serta kebutuhan dari transaksi para spekulan setiap harinya yang nilainya dapat mencapai triliunan dolar.

Beberapa transaksi oleh Bank dilaksanakan untuk dan atas nama nasabahnya (on behalf), tetapi sebagian besar adalah untuk kepentingan pemilik bank atau pun untuk kepentingan bank itu sendiri (proprietary trading).

Sejak diperkenalkan sistem perdagangan elektronis, banyak institusi keuangan besar yang mulai menggunakan electronics trading platform untuk order dan eksekusi seperti Electronics Broking Services (EBS), Reuters Dealing 3000 Spot Matching dan Bloomberg TradeBook.

Selain perbankan, dunia usaha juga memiliki peran penting di pasar valuta asing. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan dari aktivitas perusahaan dalam melakukan pembayaran harga barang ataupun jasa dalam mata valuta asing.

Arus perdagangan valuta asing dari perusahaan-perusahaan ini dalam jangka panjangnya merupakan faktor yang penting bagi arah nilai tukar suatu mata uang. Transaksi beberapa perusahaan multinasional dapat membawa akibat yang tidak terduga pada saat mereka menutup posisi (posisi jual ataupun beli) dalam jumlah yang besar, dimana transaksi ini tidak diketahui secara luas oleh pelaku pasar valuta asing.

Bank sentral dari sejumlah negara juga memegang peran yang penting dalam pasar valuta asing. Bank sentral ini berupaya untuk mengendalikan suplai uang, inflasi, dan ataupun suku bunga bahkan seringkali mereka memiliki suatu target baik resmi maupun tidak resmi terhadap nilai tukar mata uang negaranya. Seringkali bank sentral menggunakan cadangan devisanya untuk menstabilkan pasar.

Berbagai sumber dana yang ada di pasar valuta asing apabila disatukan dapat dengan mudah “mempermainkan” bank sentral (menarik atau menjual mata uang dalam jumlah yang sangat besar sekali sehingga bank sentral tidak mampu lagi melakukan intervensi), skenario ini terjadi pada tahun 1992-1993 dimana mekanisme nilai tukar Eropa (European Exchange Rate Mechanism ERM) mengalami kejatuhan serta beberapa kali jatuhnya nilai tukar mata uang di Asia Tenggara.

Perusahaan manajemen investasi merupakan pengelola dana yang memiliki banyak akun atas nama nasabahnya, seperti misalnya dana pensiun dan dana sumbangan yayasan yang ditransaksikan di pasar valuta asing untuk memenuhi kebutuhan mata uang asing guna melakukan transaksi pembelian saham di luar negeri. Transaksi valuta asing bagi mereka bukan merupakan tujuan investasi, sehingga transaksi yang dilakukan bukan dengan tujuan spekulasi ataupun dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Hedge Funds, perusahaan investasi yang menjalankan kegiatan usaha transaksi spekulatif untuk mendapatkan keuntungan, seperti misalnya perusahaan milik miliyader ‘George Soros’ yang reputasinya dikenal sebagai spekulan valuta asing. Nama Soros mulai dikenal mendunia pada saat peristiwa Black Wednesday (16 September 1992), peristiwa dimana Bank Sentral Inggris (Bank of England) terpaksa harus keluar dari European Exchange Rate Mechanism (ERM).

George Soros mengelola dana triliunan dolar Amerika dan masih bisa meminjam lagi triliunan dolar Amerika dan oleh karenanya mampu membuat intervensi yang dilakukan oleh bank sentral suatu negara untuk menjaga nilai tukar mata uangnya menjadi tidak berdaya apabila fundamental ekonomi tergantung pada “belas kasihan” Hedge Funds.

Demikian juga dengan pialang valuta asing, adalah perusahaan yang didirikan khusus untuk melakukan kegiatan jasa perantara bagi untuk kepentingan nasabahnya di bidang pasar uang. Di Amerika, perusahaan pialang valuta asing rata-rata memiliki volume transaksi sebesar 2 % dari keseluruhan nilai transaksi pasar valuta asing.

Pelaku pasar yang terakhir adalah investor atau trader perseorangan (retail). Otoritas perdagangan berjangka Amerika, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pernah merilis laporan bahwa investor ataupun trader pemula dengan mudah dapat menjadi “sasaran” oleh pelaku yang lebih besar lainnya di dalam perdagangan valuta asing.

Kemudian apakah sebagai Retail Traders kita dapat memperoleh keuntungan di pasar valuta asing? Tentu saja, pasar valuta asing selalu menjanjikan keuntungan yang tinggi. Namun untuk mencapainya dibutuhkan proses yang tidak singkat. Gunakan trading tools yang akan membantu dalam penyusunan Trading Plan yang lebih baik. Pemahaman dan pengetahuan di bidang perdagangan valuta asing sangatlah penting bagi trader pemula supaya dapat bertahan dan memperoleh keuntungan secara jangka panjang serta berkesinambungan.

 

Salah satu cara untuk memprediksi arah pergerakan harga adalah dengan sebuah metode yang populer yaitu analisa teknikal. Pada dasarnya Analisa teknikal menggunakan grafik (chart) pergerakan harga historis untuk memprediksi arah harga dimasa yang akan datang.

Semua pasar keuangan menghasilkan data tentang pergerakan harga pasar dalam berbagai periode waktu. Data ini kemudian ditampilkan dalam grafik pada layar monitor.

Analisa Teknikal mengasumsikan grafik harga mencerminkan tindakan (action) dari semua pelaku pasar yang terlibat dalam perdagangan dalam periode waktu tertentu.

Untuk memahami lebih jelas tentang Strategi Price Action kita akan memulai dari pemahaman tentang grafik pergerakan harga. Pergerakan harga dapat dilihat dalam sebuah grafik, dengan grafik inilah kita akan mulai mengidentifikasi bagaimana perilaku pasar.

Contoh di bawah adalah grafik pair currency GBP/USD, pada Time Frame Weekly yang ditampilkan tanpa indikator. Melihat grafik pergerakan harga secara langsung (tanpa tambahan indikator) tentunya akan membingungkan terutama jika Anda ingin mengambil posisi, baik buy (long) atau sell (short). Pada grafik harga berikut terdapat 2 trend dengan 2 arah yang berbeda (uptrend dan downtrend), namun masih sulit untuk menganalisisnya.

gbpusd-chart

Inilah fungsi dari indikator teknikal yang akan membantu menganalisa pergerakan harga. Namun sayangnya tidak ada indikator teknikal yang 100% akurat dalam memprediksi arah pergerakan harga. Indikator teknikal menggunakan data historis untuk memprediksi arah pergerakan harga di masa yang akan datang. Kemudian yang menjadi pertanyaan, apakah perilaku pasar di waktu yang akan datang akan sama seperti di masa lalu? Disinilah peran Price Action yang akan menjadi senjata tambahan yang membantu memprediksi arah pergerakan harga.

Price Action adalah pergerakan harga suatu aset atau suatu pair mata uang. Analisa Price Action adalah sebuah metode dimana investor dan trader berupaya menemukan (pattern) pola dalam pergerakan harga yang sepintas nampak acak (random).

Price Action mencerminkan semua variabel yang mempengaruhi pasar dalam periode waktu tertentu, termasuk data dan berita ekonomi. Peristiwa dan berita ekonomi seperti yang biasa dilihat dalam Economic Calendar (sentimen pasar) adalah katalis untuk pergerakan harga di pasar.

Pergerakan harga yang tercermin dalam Price Action menyediakan semua sinyal yang anda butuhkan untuk mengembangkan sistem trading yang menguntungkan dan memiliki probabilitas tinggi.

Sinyal-sinyal inilah yang secara kolektif menjadi metode Price Action. Karena itu ketersediaan data, analisis dampak peristiwa dan pemahaman perilaku pasar akan membantu menghasilkan strategi trading dengan tingkat akurasi tinggi.

Aplikasi Dasar Analisa Price Action

Supaya tidak terjerumus ke dalam malpraktik trading dengan Price Action, Anda terlebih dulu harus memahami bahwa Price Action pada dasarnya digunakan hanya sebagai alat bantu, dan bukan sebagai penentu final.

Jadi, maksudnya bagaimana?

Pergerakan harga pada chart umumnya akan selalu meninggalkan jejak-jejak dengan titik-titik harga yang patut Anda pertimbangkan sebelum membuka atau mengakhiri posisi. Garis besarnya, Price Action digunakan sebagai “kaca pembesar” untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasar (trending atau konsolidasi) dan di mana titik-titik penting resisten dan support kemungkinan akan mempengaruhi arah harga kembali.

Langkah-Langkah Price Action

1. Identifikasi Kondisi Pasar

Kondisi pasar umumnya terbagi atas dua macam; trending dan terkonsolidasi (sideways). Price action dapat membantu kita mengidentifikasi kondisi-kondisi tersebut dengan memperhatikan harga-harga High dan Low-nya.

Contoh pada chart pair currency GBP/USD Time Frame Weekly.

gbpusd-uptrend-downtrend

Kondisi pasar trending sendiri dibagi lagi menjadi dua macam; uptrend dan downtrend. Uptrend dapat diidentifikasi dari titik harga tinggi meninggi (HH, higher highs) dan harga rendah meninggi (HL, higher lows). Sedangkan Downtrend teridentifikasi dari harga tinggi merendah (LH, lower highs) dan harga rendah merendah (LL, lower lows).

Masih pada chart yang sama, pair currency GBP/USD namun dalam ditampilkan dalam Time Frame yang lebih kecil yaitu Daily.

gbpusd-uptrend-high

gbpusd-downtrend

Kesulitan untuk menentukan di mana posisi HH, HL, LH dan LL-nya karena posisinya “zig-zag”? Jika iya, maka saat itu Anda sedang menghadapi kondisi pasar terkonsolidasi (sideways).

gbpusd-sideways-konsolidasi

Proses identifikasi kondisi pasar di atas dapat membantu keputusan trader untuk membuka posisi berdasarkan gaya trading serta manajemen risiko. Misalnya, Trend trader mengidentifikasi peluang ketika harga diekspektasikan akan menembus sebuah tahanan (support atau resisten).

Trend trader biasanya akan bertahan dalam satu posisi sampai ekspektasi tren pergerakan harga berubah. Sementara swing trader memanfaatkan harga yang bergerak volatil dalam sebuah rentang area atau range. Swing trader melihat potensi beli pada support dan jual pada resisten.

2. Identifikasi Titik Support dan Resistance

Poin penting kedua dari aplikasi price action adalah untuk mengetahui titik-titik harga support, resistance dan key level.  Analisa level kunci (key level) atau tingkat konfluen pasar digunakan untuk setup Price Action dalam mengambil posisi.  Titik-titik harga tersebut vital kegunaannya karena keberlangsungan suatu trend kemungkinan besar akan kembali berhaluan arah karena sifat pasar yang “berulang”.

Karena sifat berulang pelaku pasar dan cara mereka bereaksi terhadap variabel ekonomi global, Price Action cenderung terulang dalam berbagai pola. Kemudian pola-pola inilah disebut dengan strategi Price Action.

gbpusd-support-resistance

Pola-pola pergerakan harga yang berulang atau setup Price Action mencerminkan perubahan atau kelanjutan sentimen pasar. Hal ini berarti dengan mempelajari Price Action akan bisa mendapatkan prediksi kemana arah harga berikutnya.

Untuk memulai belajar Price Action dapat menggunakan analisa support dan resistance dan kemudian mencari setup atau pola Price Action yang terjadi. Contoh pada chart pair currency GBP/USD, Time Frame Daily setelah event Brexit.

contoh-key-level-gbpusd

Contoh diatas ketika GBP/USD mengalami Flash Crash awal bulan Oktober 2016 ini. Dengan menggunakan Price Action setidaknya model ini memberikan peringatan kepada kita untuk tidak mengambil posisi buy (long) ketika harga membentuk low baru. Kesalahan yang sering terjadi dalam mengambil posisi adalah harga tampak sudah sangat murah (ambil buy), padahal dengan menggunakan analisa Price Action kita bisa terhindar dari kesalahan pengambilan posisi.

Anda dapat mengembangkan strategi Break Out dan Reversal yang akurat dengan Identifikasi pergerakan pada Support dan Resistance. Untuk penjelasan Support dan Resistance akan dijelaskan pada artikel berikutnya.

3. Gunakan Trading Tools dalam Mengidentifikasi Key Level

Untuk mempermudah dalam pengambilan keputusan sebenarnya banyak trading tools pendukung yang dapat dimanfaatkan. Untuk trader yang ingin belajar Price Action dapat menggunakan tools pendukung seperti AUTOCHARTIST dan DELKOS yang dapat mengidentifikasi Key Level, Pola Harga, Sentimen Pasar dan Analisis Volatilitas harga secara otomatis. Tidak perlu menentukan secara manual level-level penting dalam sebuah chart untuk menghindari kesalahan penghitungan.

autochartist-key-level-01

autochartist-key-level-02
Tampilan Key Level pada Autochartist Web Application

Strategi Price Action dapat digunakan pada banyak instrumen keuangan seperti forex, komoditi, indeks dan saham. Trading tools yang tersedia saat ini pun sangat membantu dalam menganalisis arah pergerakan harga. Anda tidak perlu repot-repot menghitung manual level-level penting (key level) pada grafik pergerakan harga.

Apakah anda ingin menahan sebuah posisi terbuka pada transaksi spot untuk forex dan komoditi? Kemudian bagaimana caranya? anda akan dikenakan atau mendapatkan swap. Swap adalah bunga yang dikenakan atau yang didapat oleh nasabah untuk menahan posisi terbuka hingga hari berikutnya. Swap otomatis akan dikenakan pada akhir hari perdagangan, pada saat perdagangan musim panas ditutup pukul 04.00 WIB dan perdagangan musim dingin ditutup pukul 05.00 WIB.

Tentu saja swap hanya dikenakan pada produk keuangan yang ditransaksikan dengan menggunakan leverage (instrumen keuangan high risk high reward), seperti forex dan komoditi logam mulia (emas dan perak).

Bisa dikatakan swap adalah biaya transaksi yang timbul karena penggunaan leverage, sedangkan untuk produk keuangan yang ditransaksikan tanpa leverage tidak ada biaya swap seperti produk saham, surat utang atau reksa dana.

Pada produk rolling spot seperti forex dan komoditi logam mulia, tanggal settlement paling lama 2 hari, sehingga untuk membiarkan posisi tetap terbuka akan dikenakan swap. Sedangkan untuk produk yang mengacu pada kontrak berjangka yang tanggal jatuh temponya di akhir bulan (seperti minyak mentah dan indeks saham) tidak memerlukan swap bila posisi terbuka setiap hari. Dan posisi terbuka saat jatuh tempo (exporation date) akan dikenakan penyesuaian (rollover).

Yang perlu diperhatikan adanya ketentuan khusus swap pada hari Rabu, yaitu perhitungan swap akan dihitung tiga hari (beban swap 3 kali). Ketentuan ini sebagai kompensasi dari pasar yang ditutup akhir pekan. Pada perdagangan hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat nilai swap akan dikenakan masing-masing satu hari. Tingkat suku bunga yang berbeda-beda di tiap negara mempengaruhi nilai swap yang dikenakan. Daftar nilai swap baru dikeluarkan setiap hari Senin.

Besar kecilnya swap juga akan bergantung pada jumlah lot, jenis, serta harga penutupan sebuah produk. Sebagai contoh:

 

Perhitungan swap pada Major Currency:

Buka posisi buy 1 lot AUDUSD pada hari Senin.

Swap yang berlaku untuk AUDUSD: Posisi Buy 0.25% (swap long); Posisi Sell -3,25% (swap short). Harga closing AUDUSD pada hari Senin = 0.70030

Perhitungan swap:

(0.25% (swap long) ) / (360 hari) x 1 lot x 100.000 satuan kontrak x 0.70030 (harga closing) = 0.49 USD.

Khusus untuk mata uang dengan USD sebagai first currency (seperti USDJPY, USDCHF, dan USDCAD), perhitungan akan sama namun tanpa memasukkan harga closing.

 

Perhitungan swap pada Cross Currency

Buka posisi Sell 1 lot GBPJPY dan masuk pada hari Rabu sehingga perhitungan swap menjadi 3 hari. Swap yang berlaku minggu ini untuk GBPJPY Buy -1% (swap long) dan Sell -2% (swap short). Harga closing GBPJPY 169.19, closing USDJPY 102.04.

Perhitungan swap:

[(-2% (swap short)) / (360 hari) x 1lot x 100.000 satuan kontrak x 169.14 (harga closing)] / 102.04 (harga closing USDJPY) x 3 (swap Rabu) = 27.6 USD

 

Perhitungan swap pada Emas:

Open Buy 1 lot XAUUSD pada hari Senin. Swap yang berlaku minggu ini untuk XAUUSD: Buy -1.5% (swap long) & Sell -1.5% (swap short). Harga closing XAUUSD 1306.80.

Perhitungan swap :

(-1.5% (swap long) ) / (360 hari) x 1 lot x 100 satuan kontrak x 1306.80 (harga closing) = -5.45 USD

Dengan adanya beban Swap, maka salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah berapa lama anda akan menahan posisi dan berapa besar jumlah lot yang digunakan. Jangan sampai beban swap anda menggerus modal yang digunakan dalam bertransaksi.

 

Apabila Anda trading menggunakan aplikasi yang secara otomatis akan memberitahu dan atau mengeksekusi transaksi ketika sinyal buy atau sell muncul, maka sistem trading Anda termasuk dalam mechanical trader. Demikian pula jika Anda menerapkan berbagai indikator teknikal, atau kombinasi antara indikator dan price action yang menghasilkan sinyal trading.

Sebaliknya jika Anda mengandalkan feeling atau intuisi untuk entry atau exit, berarti Anda trading dengan sistem discretionary. Trading dengan sistem discretionary lebih didasarkan pada pengalaman dan tidak terlalu mengandalkan indikator teknikal. Trading berdasarkan berita fundamental (murni mengandalkan peristiwa dan rilis data) bisa dikatakan discretionary. Diantara kedua sistem trading tersebut manakah yang lebih menguntungkan? Mari kita simak keuntungan dan kekurangan dari kedua sistem ini.

 

1. Sistem Trading Mechanical

Keuntungan sistem trading mechanical adalah:

Saat ini trading mechanical sudah biasa dilakukan berkat bantuan teknologi komputer dan jaringan internet. Dengan trading mechanical berbagai macam teknik bisa diatur dan terapkan dengan mudah. Performa dari sebuah strategi pun dapat dilihat dengan mudah dengan melakukan beberapa pengujian.

Saat ini penggunaan aplikasi otomatisasi trading sudah mulai marak digunakan. Aplikasi otomatisasi trading menawarkan banyak pilihan strategi yang dapat digunakan.  Bentuknya macam-macam, ada yang kompleks dalam penggunaannya dan ada pula yang memang didesain khusus untuk pengguna awam yang tidak terlalu mengerti tentang bahasa pemrograman Aplikasi.

Dari pengujian mundur (backtest) ataupun ke depan (forward test) dapat diketahui performa trading seperti probabilitas risk dan reward, drawdown (penurunan modal) dan tingkat akurasi sinyal. Selain itu trading anda menjadi lebih tersistematis dan tidak melibatkan emosi dan opini. Sinyal trading pada sistem Anda akan langsung memberi tahu Anda kapan mesti entry atau exit, selain itu anda lebih disiplin dalam menerapkan manajemen risiko.

Jika sibuk dengan pekerjaan lainnya Anda tidak harus sering memonitor pasar, karena eksekusi trading bisa dilakukan secara otomatis. Yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengatur parameter atau indikator, terapkan manajemen risiko dan Anda dapat meninggalkan meja komputer sementara sistem trading sudah bekerja secara otomatis.

 

Kekurangan sistem trading mechanical:

Trading Mechanical bisa menjadi rumit tergantung seberapa banyak paramater yang digunakan untuk membangun strategi. Apalagi jika sudah menyangkut dengan penggunaan High Frequency Trading (HFT) yang multikompleks yang banyak dipakai oleh Hedge Fund ataupun Investment Bank ternama dengan biaya untuk membangun sistem tersebut bisa mencapai ratusan juta dollar.

Hasil backtest yang dihasilkan tidak selalu akan akurat untuk kondisi pasar saat ini. Pasar selalu berubah dengan komponen yang acak (random). Pola pergerakan harga pasar bisa mirip, tetapi tidak persis sama. Angka harapan profit adalah sebuah probabilitas dan tidak pasti. Sebuah aplikasi trading atau sistem mechanical yang sebelumnya berjalan baik belum tentu bisa profitable bila diterapkan pada kondisi pasar saat ini.

 

2. Sistem Trading Discretionary

Keuntungan sistem trading discretionary:

Sangat mudah untuk beradaptasi dengan keadaan pasar terkini. Jika Anda sudah terbiasa dengan berbagai pola pergerakan harga dan trend, maka Anda akan bisa melakukan analisa dengan cepat, dan dengan mudah bisa menyesuaikan keadaan tanpa harus pusing mencari-cari indikator yang paling cocok.

Karena ditunjang oleh pengalaman, secara psikologis Anda akan puas dengan keputusan yang Anda ambil, terlepas dari hasil yang akan Anda peroleh.

Anda bisa belajar dari waktu ke waktu sambil menambah pengalaman dan wawasan Anda dalam trading, seperti misalnya peristiwa atau rilis data apa saja yang probabilitasnya paling tinggi dan lain sebagainya.

 

Kekurangan sistem trading discretionary:

Diperlukan waktu cukup lama untuk belajar dan membangun pengalaman guna mengetahui kondisi pasar dengan instan dan akurat. Diperlukan wawasan ekonomi makro secara global.

Bagi trader pemula sistem trading ini bisa akan membingungkan terutama jika tidak memiliki dasar pemahaman ekonomi makro yang mumpuni. Jika pengetahuan mereka masih minim, maka akan lebih menjurus ke gambling.

Lalu sistem mana yang lebih menguntungkan? Tidak ada yang bisa mengklaim sistem Mechanical atau Discretionary yang paling bagus.  Sebuah sistem atau strategi yang paling tepat harus disesuaikan dengan profil resiko masing-masing individu. Adapun investor atau trader yang menggabungkan keduanya.

Ketika kita melakukan analisis, sebenarnya kita ingin memprediksi arah harga ke depan dengan mempelajari perilaku pasar. Strategi, indikator ataupun expert advisor adalah tools yang digunakan untuk membantu untuk pengambilan keputusan transaksi. Tidak ada satu pun indikator, strategi ataupun tools yang memiliki tingkat akurasi hingga 100% dalam memprediksi pergerakan harga. Beda trader profit dan loss terletak pada pemahaman, jam terbang dan kedisiplinan dalam penerapan manajemen risiko.

 

Masih banyak pandangan atau paradigma masyarakat terutama di Indonesia yang menganggap bahwa lebih baik berinvestasi di sektor riil daripada non-riil. Karena sektor riil merupakan bidang yang “Jelas” terlihat, seperti menghasilkan produk barang dan jasa, seperti di bidang properti, manufaktur, perdagangan retail dan lain sebagainya. Kalaupun ada yang hendak menanamkan uangnya di sektor non-riil, maka pilihan lebih banyak jatuh pada saham dan reksa dana, bukan forex, karena lebih terlihat riil.

Namun, seiring dengan semakin meningkatnya kecerdasan masyarakat dan mudahnya akses informasi di Indonesia, maka saya yakin seperti halnya di banyak negara maju, forex dan produk berjangka lainnya akan menjadi salah satu alternatif pilihan selain saham dan reksa dana. Pada dasarnya setiap instrumen keuangan memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda, tinggal bagaimana calon nasabah memahami apakah instrumen keuangan tersebut sesuai dengan rencana dan tujuan. Besarnya return yang dapat diberikan dan likuiditas forex trading menjadi salah satu keunggulan investasi di sektor ini. Ditambah lagi pemerintah sudah mulai berperan aktif sebagai regulator dalam produk perdagangan berjangka (seperti forex, komoditi, indeks dan cfd).

Adanya keengganan berinvestasi di sektor forex trading disebabkan oleh kurangnya edukasi khususnya terhadap para investor baru dan karakter bisnis ini yang “high risk high return” dari forex trading memang membuat siapa saja dapat memperoleh keuntungan secara besar dalam tempo waktu yang sangat singkat. Hal ini juga seperti pedang bermata dua; apabila kita dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar, maka resiko kerugian pun sama besarnya dan berbanding lurus. Namun sesungguhnya, dengan penguasaan teknik analisis trading, informasi market yang akurat dan mental investor yang stabil, keuntungan akan mudah diraih.

Masih banyak orang yang mengatakan bertransaksi forex sama dengan judi. Anggapan ini kian santer dengan adanya beberapa nasabah yang mengalami kerugian ada instrumen investasi yang satu ini. Namun benarkah demikian? Mari kita telusuri lebih jauh perbedaan Forex dengan Judi. Forex dan Judi memang sama-sama memiliki unsur spekulasi. Namun forex memiliki instrumen analisis dan prediktor dalam membaca situasi kedepan. Artinya, unsur spekulasinya lebih kecil dari nilai kepastian prediksi, sehingga dapat disimpulkan investasi ini bukanlah sekedar ajang spekulasi. Sementara judi lebih mengandalkan ilmu probabilitas (peluang) saja.

Dalam judi, karena hanya mengandalkan unsur spekulasi, peluang menang sangat kecil. Sedangkan dalam forex, peluang menang adalah tinggi asal saja kita memiliki kemampuan analisis dan money and risk management yang baik. Pertimbangan lainnya adalah seandainya forex adalah perjudian, tentunya investasi ini akan dilarang oleh pemerintah. Dan ini tidak berlaku di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara lain di dunia. Sebaliknya, keberadaan forex malah semakin menguat dan mekanismenya pun diatur dalam peraturan perundang-undangan. Perputaran uang yang terjadi di situ juga terbesar dibanding produk bursa lainnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa forex bukanlah judi yang lebih mengandalkan probabilitas. Adanya nasabah yang mengalami kerugian besar di forex (banyak terjadi di kalangan pemula) yang menyebabkan adanya anggapan bahwa forex sama dengan judi. Padahal banyak penyebab kerugian dari trader pemula adalah diri mereka sendiri. Banyak trader pemula yang mungkin tahu tentang forex trading, namun tidak cukup menguasainya. Karena kurangnya pemahaman instrumen analisis yang ada, potensi kerugian menjadi lebih besar dan itulah yang terjadi pada kebanyakan trader pemula.

Namun demikian, untuk mengatasi kerugian ini sudah disiapkan fasilitas manajemen resiko (risk management) dalam sistem untuk memanage resiko yang besar dalam berinvestasi forex yang berguna untuk membatasi kerugian serta mengambil titik profit tanpa harus dijaga oleh sang investor sendiri. Fasilitas-fasilitas yang tersebut diantaranya adalah seperti “stop loss”, “limit”, “market order” dan “trailing stop”. Jadi, meskipun beresiko, namun tidak sepenuhnya demikian.

Di negara-negara maju, sektor ini menghasilkan profesi baru dan mengembangkan lingkungan pendukung untuk para trader professional. Mengapa? Sebab menganalisis sebuah pergerakan harga memerlukan sebuah pengetahuan, skill dan pengalaman yang cukup. Tidak bisa dalam satu atau dua hari dipahami semuanya. Perlu waktu untuk menjadi untuk menjadi profesional di dunia forex.

Kerugian di pasar berjangka seringkali terjadi karena investor belum memahami leverage dan pergerakan harga. Keuntungan berpotensi terjadi apabila investor bertransaksi dengan rencana trading yang jelas dan terukur.

Terlepas dari sisi resiko yang yang ada, forex trading sangat menjanjikan sebagai sebuah salah satu peluang bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan besar dalam tempo singkat. Tidak sedikit trader yang mampu menghasilkan keuntungan ratusan bahkan ribuan persen dalam jangka waktu tahunan, bulanan bahkan mingguan.