Fundamental

Sistem Trading Mechanical Vs Discretionary Manakah Lebih Baik?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Apabila Anda trading menggunakan aplikasi yang secara otomatis akan memberitahu dan atau mengeksekusi transaksi ketika sinyal buy atau sell muncul, maka sistem trading Anda termasuk dalam mechanical trader. Demikian pula jika Anda menerapkan berbagai indikator teknikal, atau kombinasi antara indikator dan price action yang menghasilkan sinyal trading.

Sebaliknya jika Anda mengandalkan feeling atau intuisi untuk entry atau exit, berarti Anda trading dengan sistem discretionary. Trading dengan sistem discretionary lebih didasarkan pada pengalaman dan tidak terlalu mengandalkan indikator teknikal. Trading berdasarkan berita fundamental (murni mengandalkan peristiwa dan rilis data) bisa dikatakan discretionary. Diantara kedua sistem trading tersebut manakah yang lebih menguntungkan? Mari kita simak keuntungan dan kekurangan dari kedua sistem ini.

 

1. Sistem Trading Mechanical

Keuntungan sistem trading mechanical adalah:

Saat ini trading mechanical sudah biasa dilakukan berkat bantuan teknologi komputer dan jaringan internet. Dengan trading mechanical berbagai macam teknik bisa diatur dan terapkan dengan mudah. Performa dari sebuah strategi pun dapat dilihat dengan mudah dengan melakukan beberapa pengujian.

Saat ini penggunaan aplikasi otomatisasi trading sudah mulai marak digunakan. Aplikasi otomatisasi trading menawarkan banyak pilihan strategi yang dapat digunakan.  Bentuknya macam-macam, ada yang kompleks dalam penggunaannya dan ada pula yang memang didesain khusus untuk pengguna awam yang tidak terlalu mengerti tentang bahasa pemrograman Aplikasi.

Dari pengujian mundur (backtest) ataupun ke depan (forward test) dapat diketahui performa trading seperti probabilitas risk dan reward, drawdown (penurunan modal) dan tingkat akurasi sinyal. Selain itu trading anda menjadi lebih tersistematis dan tidak melibatkan emosi dan opini. Sinyal trading pada sistem Anda akan langsung memberi tahu Anda kapan mesti entry atau exit, selain itu anda lebih disiplin dalam menerapkan manajemen risiko.

Jika sibuk dengan pekerjaan lainnya Anda tidak harus sering memonitor pasar, karena eksekusi trading bisa dilakukan secara otomatis. Yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengatur parameter atau indikator, terapkan manajemen risiko dan Anda dapat meninggalkan meja komputer sementara sistem trading sudah bekerja secara otomatis.

 

Kekurangan sistem trading mechanical:

Trading Mechanical bisa menjadi rumit tergantung seberapa banyak paramater yang digunakan untuk membangun strategi. Apalagi jika sudah menyangkut dengan penggunaan High Frequency Trading (HFT) yang multikompleks yang banyak dipakai oleh Hedge Fund ataupun Investment Bank ternama dengan biaya untuk membangun sistem tersebut bisa mencapai ratusan juta dollar.

Hasil backtest yang dihasilkan tidak selalu akan akurat untuk kondisi pasar saat ini. Pasar selalu berubah dengan komponen yang acak (random). Pola pergerakan harga pasar bisa mirip, tetapi tidak persis sama. Angka harapan profit adalah sebuah probabilitas dan tidak pasti. Sebuah aplikasi trading atau sistem mechanical yang sebelumnya berjalan baik belum tentu bisa profitable bila diterapkan pada kondisi pasar saat ini.

 

2. Sistem Trading Discretionary

Keuntungan sistem trading discretionary:

Sangat mudah untuk beradaptasi dengan keadaan pasar terkini. Jika Anda sudah terbiasa dengan berbagai pola pergerakan harga dan trend, maka Anda akan bisa melakukan analisa dengan cepat, dan dengan mudah bisa menyesuaikan keadaan tanpa harus pusing mencari-cari indikator yang paling cocok.

Karena ditunjang oleh pengalaman, secara psikologis Anda akan puas dengan keputusan yang Anda ambil, terlepas dari hasil yang akan Anda peroleh.

Anda bisa belajar dari waktu ke waktu sambil menambah pengalaman dan wawasan Anda dalam trading, seperti misalnya peristiwa atau rilis data apa saja yang probabilitasnya paling tinggi dan lain sebagainya.

 

Kekurangan sistem trading discretionary:

Diperlukan waktu cukup lama untuk belajar dan membangun pengalaman guna mengetahui kondisi pasar dengan instan dan akurat. Diperlukan wawasan ekonomi makro secara global.

Bagi trader pemula sistem trading ini bisa akan membingungkan terutama jika tidak memiliki dasar pemahaman ekonomi makro yang mumpuni. Jika pengetahuan mereka masih minim, maka akan lebih menjurus ke gambling.

Lalu sistem mana yang lebih menguntungkan? Tidak ada yang bisa mengklaim sistem Mechanical atau Discretionary yang paling bagus.  Sebuah sistem atau strategi yang paling tepat harus disesuaikan dengan profil resiko masing-masing individu. Adapun investor atau trader yang menggabungkan keduanya.

Ketika kita melakukan analisis, sebenarnya kita ingin memprediksi arah harga ke depan dengan mempelajari perilaku pasar. Strategi, indikator ataupun expert advisor adalah tools yang digunakan untuk membantu untuk pengambilan keputusan transaksi. Tidak ada satu pun indikator, strategi ataupun tools yang memiliki tingkat akurasi hingga 100% dalam memprediksi pergerakan harga. Beda trader profit dan loss terletak pada pemahaman, jam terbang dan kedisiplinan dalam penerapan manajemen risiko.

 

Untuk menghubungi Panduan Trading dapat melalui email: [email protected]