Chicago Mercantile Exchange (CME) adalah salah satu bursa di dunia yang cukup inovatif dalam memfasilitasi perdagangan produk-produk keuangan sejak  tahun 1898. Salah satu produk CME yang fenomenal hingga saat ini yaitu kontrak berjangka (futures) dan opsi (option) valuta asing. CME memperkenalkan kontrak berjangka dan opsi valuta asing pertama kalinya pada tahun 1972, setelah keruntuhan Bretton Woods agreement system of monetary and exchange rate management.

Perdagangan valuta asing (valas) pada umumnya dilakukan secara langsung atau dikenal juga dengan over the counter (OTC), di mana pialang dan pedagang melakukan negosiasi secara langsung tanpa melalui bursa. Mekanisme ini juga dikenal dengan perdagangan bilateral.

Pada perdagangan valas secara bilateral tidak ada suatu keseragaman. Namun dari sekian banyak pasar valuta asing, masing-masing saling berhubungan di mana mata uang yang berbeda diperdagangkan. Di pusat perdagangan valuta asing yang ada di London, New York, Tokyo, Hongkong maupun Singapura, pada umumnya bank-bank dari seluruh dunia adalah pesertanya. Perdagangan valuta asing berlangsung selama 24 jam. Apabila pasar Asia berakhir, maka pasar Eropa mulai dibuka dan pada saat pasar Eropa berakhir maka pasar Amerika dimulai dan kembali lagi ke pasar Asia.

Pada perdagangan valas, fluktuasi kurs nilai tukar mata uang biasanya disebabkan oleh gejolak aktual moneter dan ekspektasi pasar terhadap gejolak moneter yang disebabkan oleh perubahan dalam: pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB/GDP), inflasi, tingkat suku bunga, tingkat pengangguran, consumer price index, defisit / surplus perdagangan. Diluar itu tentu saja masih ada faktor lainnya seperti faktor stabilitas politik dan keamanan negara.

Rilis data ataupun berita yang berhubungan dengan kondisi ekonomi berdampak terhadap pergerakan harga valuta asing. Informasi ini dipublikasikan untuk umum yang dapat dengan mudah diakses melalui media online.

Bank yang memfasilitasi perdagangan valuta asing memiliki keuntungan yang penting yaitu, mereka dapat melihat arus pergerakan “order” dari client-clientnya. Keuntungan inilah yang seringkali dimanfaatkan oleh Bank untuk mengeruk profit dari client-clientnya melalui aktivitas proprietary trading.

Transaksi valuta asing baik di pasar spot ataupun di pasar futures dapat dilakukan dengan cara dua arah dalam mengambil keuntungannya. Seseorang dapat membeli dahulu (open buy), lalu ditutup dengan menjual (sell) ataupun sebaliknya, melakukan penjualan dahulu, lalu ditutup dengan membeli.

Tidak seperti perdagangan pada bursa saham, para anggota bursa memiliki akses yang sama terhadap harga saham. Untuk pasar valuta asing terbagi atas beberapa tingkatan akses. Pada akses tingkat tertinggi adalah pasar uang antar bank (PUAB) dimana akses tersebut didominasi oleh bank investasi (investment bank).

 

level-akses-valas

Ilustrasi Menarik Bagaimana Retail Traders selalu Menjadi Korban dari Pelaku Pasar yang Memiliki Level Akses yang Lebih Tinggi

 

Pada PUAB, selisih (spread) antara harga penawaran/harga jual (ask) dan harga permintaan/harga beli (bid) adalah sangat tipis sekali bahkan biasanya tidak ada, dan harga ini hanya berlaku untuk kalangan mereka sendiri yang banyak tidak diketahui oleh pemain valuta asing di luar kelompok mereka. Pada akses tingkat dibawahnya, selisih antara harga jual dan harga beli tergantung dari volume transaksi.

Apabila sebuah institusi keuangan dapat menjamin terlaksananya transaksi valuta asing dalam volume yang besar maka mereka dapat meminta agar selisih nilai jual dan beli diperkecil atau sering disebut better spread (selisih tipis antara harga jual dan beli).

Level akses terhadap pasar valuta asing adalah sangat ditentukan oleh ukuran transaksi valuta yang dilakukan. Bank-bank peringkat atas menguasai pasar uang antar bank (PUAB), proporsinya bisa mencapai 53% dari seluruh nilai transaksi. Dan setelah bank-bank peringkat atas tersebut maka peringkat selanjutnya adalah bank-bank investasi kecil, lalu perusahaan-perusahaan multi nasional besar yang membutuhkan lindung nilai atas risiko transaksi serta pembayaran gaji pegawai diberbagai negara. Kemudian pelaku lainnya di pasar valuta asing adalah hedge fund, para pedagang (dealer) dan money changer.

Sejak dekade tahun 2000 an, perusahaan dana pensiun, perusahaan asuransi, reksadana dan investor institusi juga merupakan pemain yang memiliki peran besar dalam pasar valuta asing.

Pelaku-Pelaku yang Terlibat di dalam Pasar Valuta Asing

Pasar uang antar bank (PUAB) memenuhi kebutuhan mayoritas dari perputaran uang di dunia usaha serta kebutuhan dari transaksi para spekulan setiap harinya yang nilainya dapat mencapai triliunan dolar. Beberapa transaksi oleh Bank dilaksanakan untuk dan atas nama nasabahnya (on behalf), tetapi sebagian besar adalah untuk kepentingan pemilik bank atau pun untuk kepentingan bank itu sendiri (proprietary trading).

Sejak diperkenalkan sistem perdagangan elektronis, banyak institusi keuangan besar yang mulai menggunakan electronics trading platform untuk order dan eksekusi seperti Electronics Broking Services (EBS), Reuters Dealing 3000 Spot Matching dan Bloomberg TradeBook.

Selain perbankan, dunia usaha juga memiliki peran penting di pasar valuta asing. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan dari aktivitas perusahaan dalam melakukan pembayaran harga barang ataupun jasa dalam mata valuta asing.

Arus perdagangan valuta asing dari perusahaan-perusahaan ini dalam jangka panjangnya merupakan faktor yang penting bagi arah nilai tukar suatu mata uang. Transaksi beberapa perusahaan multinasional dapat membawa akibat yang tidak terduga pada saat mereka menutup posisi (posisi jual ataupun beli) dalam jumlah yang besar, dimana transaksi ini tidak diketahui secara luas oleh pelaku pasar valuta asing.

Bank sentral dari sejumlah negara juga memegang peran yang penting dalam pasar valuta asing. Bank sentral ini berupaya untuk mengendalikan suplai uang, inflasi, dan ataupun suku bunga bahkan seringkali mereka memiliki suatu target baik resmi maupun tidak resmi terhadap nilai tukar mata uang negaranya. Seringkali bank sentral menggunakan cadangan devisanya untuk menstabilkan pasar.

Berbagai sumber dana yang ada di pasar valuta asing apabila disatukan dapat dengan mudah “mempermainkan” bank sentral (menarik atau menjual mata uang dalam jumlah yang sangat besar sekali sehingga bank sentral tidak mampu lagi melakukan intervensi), skenario ini terjadi pada tahun 1992-1993 dimana mekanisme nilai tukar Eropa (European Exchange Rate Mechanism ERM) mengalami kejatuhan serta beberapa kali jatuhnya nilai tukar mata uang di Asia Tenggara.

Perusahaan manajemen investasi merupakan pengelola dana yang memiliki banyak akun atas nama nasabahnya, seperti misalnya dana pensiun dan dana sumbangan yayasan yang ditransaksikan di pasar valuta asing untuk memenuhi kebutuhan mata uang asing guna melakukan transaksi pembelian saham di luar negeri. Transaksi valuta asing bagi mereka bukan merupakan tujuan investasi, sehingga transaksi yang dilakukan bukan dengan tujuan spekulasi ataupun dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Hedge Funds, perusahaan investasi yang menjalankan kegiatan usaha transaksi spekulatif untuk mendapatkan keuntungan, seperti misalnya perusahaan milik miliyader ‘George Soros’ yang reputasinya dikenal sebagai spekulan valuta asing. Nama Soros mulai dikenal mendunia pada saat peristiwa Black Wednesday (16 September 1992), peristiwa dimana Bank Sentral Inggris (Bank of England) terpaksa harus keluar dari European Exchange Rate Mechanism (ERM).

George Soros mengelola dana triliunan dolar Amerika dan masih bisa meminjam lagi triliunan dolar Amerika dan oleh karenanya mampu membuat intervensi yang dilakukan oleh bank sentral suatu negara untuk menjaga nilai tukar mata uangnya menjadi tidak berdaya apabila fundamental ekonomi tergantung pada “belas kasihan” Hedge Funds.

Demikian juga dengan pialang valuta asing, adalah perusahaan yang didirikan khusus untuk melakukan kegiatan jasa perantara bagi untuk kepentingan nasabahnya di bidang pasar uang. Di Amerika, perusahaan pialang valuta asing rata-rata memiliki volume transaksi sebesar 2 % dari keseluruhan nilai transaksi pasar valuta asing.

Pelaku pasar yang terakhir adalah investor atau trader perseorangan (retail). Otoritas perdagangan berjangka Amerika, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pernah merilis laporan bahwa investor ataupun trader pemula dengan mudah dapat menjadi “sasaran” oleh pelaku yang lebih besar lainnya di dalam perdagangan valuta asing.

Kemudian apakah sebagai Retail Traders kita dapat memperoleh keuntungan di pasar valuta asing? Tentu saja, pasar valuta asing selalu menjanjikan keuntungan yang tinggi. Namun untuk mencapainya dibutuhkan proses yang tidak singkat. Gunakan trading tools yang akan membantu dalam penyusunan Trading Plan yang lebih baik. Pemahaman dan pengetahuan di bidang perdagangan valuta asing sangatlah penting bagi trader pemula supaya dapat bertahan dan memperoleh keuntungan secara jangka panjang serta berkesinambungan.