Author

Panduan Trading

Browsing

Dalam pasar keuangan derivatif hanya terdapat 2 tipe pemain dengan orientasi pasar yang berbeda. Tipe pertama Bulls, adalah mereka yang membeli karena percaya bahwa harga akan naik dan tipe kedua Bears, adalah mereka yang menjual karena percaya bahwa harga akan turun.

Dua kelompok ini masing-masing tipe ini memiliki karakteristik psikologi yang berbeda juga. Seorang psikiater dan trader bernama Alexander Elder, M.D. mempelajari karakteristik tersebut dan menerapkannya ke dalam indikator teknikal, Bulls Power dan Bears Power. Dalam perkembangannya Dr. Elder menerapkan kedua indikator ini secara bersamaan sebagai indikator oscillator dan mengembangkan apa yang ia sebut sebagai ‘Elder-rays’. Dinamakan demikian karena fungsinya sama seperti sinar-X (x-rays) dalam melihat pergerakan harga pasar.

Kedua indikator teknikal ini dapat digunakan secara terpisah satu sama lain, namun sangat disarankan untuk menggunakannya secara bersamaan. Indikator ini dapat ditemukan dalam platform MT4 di bagian indikator oscillator. Dalam artikel ini, kami akan jabarkan pengertian dan pengaplikasiannya satu per satu:

 

Bulls Power

Bulls Power adalah indikator teknikal yang menunjukan kekuatan pasar bullish. Jika indikator berada di atas nol, tekanan bullish dianggap kuat dan bila letaknya di bawah nol, maka bullish dianggap lemah. Konsep dasar dari indikator ini adalah moving average dari harga mengindikasikan nilai, di mana pembeli dan penjual sepakat (nilai tengah). Sedangkan harga tertinggi dalam suatu hari tercapai saat tekanan beli tercatat paling kuat. Jadi, perbedaan antara harga tertinggi dalam satu hari dan moving average menunjukan kekuatan dari Bulls Power.

Para pakar menyarankan penggunaan Bulls Power disertai dengan penerapan indikator tren lainnya, yang paling umum adalah Exponential Moving Average 13. Sinyal sell dapat timbul dengan 2 syarat, indikator tren sedang turun dan Bulls apabila diikuti oleh bearish divergence.

 

Perhitungan dari Bulls Power adalah:

Bulls Power = High – EMA

High : nilai tertinggi dalam 1 periode

EMA : nilai Exponential moving average

 

Bears Power

Bears Power adalah indikator teknikal yang menunjukan kekuatan pasar bearish. Jika indikator di bawah nol, tekanan bearish dianggap kuat. Bila berada di atas nol, maka bearish dianggap lemah. Konsep dasar indikator ini adalah moving average dari harga mengindikasikan nilai di mana pembeli dan penjual sepakat (nilai tengah), sedangkan harga terendah dalam suatu hari tercapai pada saat tekanan jual tercatat paling kuat. Maka, perbedaan antara harga tertinggi dalam suatu hari dan moving average menunjukan kekuatan dari Bears Power.

Sama seperti Bulls Power, penggunaan Bears Power sebaiknya disertai indikator tren lainnya, EMA 13. Sinyal buy dapat timbul dengan 2 syarat, yaitu indikator tren sedang naik dan Bears Power negatif tetapi naik. Sinyal buy terkuat adalah ketika indikator diikuti bullish divergence.

Perhitungan dari Bears Power adalah :

Bears Power = Low – EMA

Low : nilai terendah dalam 1 periode

EMA : nilai Exponential moving average

Penggunaan Elder-rays tidak terlepas dari ‘Bulls & Bears Power’ karena kedua indikator ini digunakan untuk mengukur optimisme atau pesimisme ekstrim yang ditunjukkan oleh mayoritas partisipan di pasar. Karena telah paham benar bahwa suatu kondisi ekstrim tidak pernah bertahan lama, pelaku pasar profesional kerap kali mendapat harga yang lebih baik dibandingkan investor pada umumnya saat bertransaksi di tengah pasar yang ekstrim. Ketika harga di pasar naik dan Bulls mencatat level tinggi, para pro akan melakukan sell short. Ketika harga pasar rendah dan ketakutan merajarela, para pro melakukan buy. Dengan Elder-rays, para pemain umum atau non-profesional dapat mengambil peluang yang sama untuk ambil bagian dalam pergerakan pasar.

 

Implementasi Bulls & Bears Power dalam Elder-rays

Ada 4 indikasi dalam mengambil posisi buy dan sell menggunakan Elder-rays yaitu:

 

Sinyal buy bila:

-Trend sedang naik (EMA 13 arah ke atas)

– Indikator Bears Power negatif tetapi naik

– Puncak bawah dari indikator Bears Power lebih tinggi dibanding puncak sebelumnya

– Indikator Bears Power naik setelah Bullish divergence

 

Sinyal sell bila:

– Trend sedang turun (EMA 13 arah ke bawah)

– Indikator Bulls Power positif, tetapi turun bertahap

– Puncak dari indikator Bulls Power lebih rendah dibanding puncak sebelumnya

– Indikator Bulls Power turun setelah Bearish divergence

Untuk menentukan kapan waktu yang pas bagi kita untuk mengambil posisi short, sangatlah penting menafsirkan waktu saat Bears Power mengindikasikan kelemahan atau kekuatan pasar bearish. Low baru pada harga dan low baru pada Bears Power menjadi sinyal bahwa tren turun masih berlanjut. Tetapi jika Bears Power membentuk low yang lebih landai daripada harga, membentuk sinyal bullish divergence: tutup posisi short anda dan bersiap untuk tren naik berikutnya.

 

strategi trading elder rays

 

Dapat disimpulkan bahwa terbentuknya divergence di antara Bulls dan Bears Power terhadap harga mengindikasikan peluang transaksi paling baik. Elder-rays dipandang sangat akurat dan efektif dalam proses identifikasi peluang-peluang ini.

 

 

Mempunyai simpanan emas adalah salah satu investasi paling populer di dunia dari sejak dulu kala hingga sekarang. Dibandingkan jenis logam mulia lainnya, emas masih merupakan jenis logam mulia paling dipilih sebagai investasi. Emas dapat menjadi alat tukar transaksi perdagangan, bersifat portabel, dan berlaku secara internasional di seluruh dunia.

Dalam dunia perdagangan keuangan, emas termasuk dalam jenis produk komoditi keras (Hard Commodity). Sebagai produk komoditi, emas dapat diperdagangkan pada pasar spot, futures, atau option. Umumnya berbentuk kontrak yang dapat diperdagangkan dengan mudah.

Kontrak komoditi futures emas sama saja dengan kontrak komoditi futures lain yaitu prinsipnya perjanjian penyerahan ke depan dengan harga tertentu. Kontrak futures komoditi emas sudah mempunyai standar resmi berapa ukurannya, kualitasnya, kapan waktunya, dan tempat penyimpanannya oleh lembaga dunia yang mempunyai otoritas. Perdagangan komoditi emas dalam bentuk spot atau option dapat dilakukan selama 24 jam non-stop.

Jenis investasi pasar emas yang cocok untuk Anda adalah sesuai dengan jumlah uang yang ingin Anda gunakan untuk membeli emas, tujuan dari investasi Anda, besaran risiko yang kira-kira dapat Anda tanggung, dan lama waktu yang Anda inginkan untuk investasi emas.

Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi, perdagangan emas kini dapat dilakukan dalam berbagai jenis dan cara investasi. Beberapa diantaranya adalah:

Bullion gold bars atau emas batangan lantakan

Gold coins atau koin emas

Gold rounds atau mirip seperti koin emas hanya saja tidak mempunyai nilai secara mata uang.

Exchange-traded products atau produk yang diperdagangkan di bursa (dapat berupa exchange-traded funds (ETFs), exchange-traded notes (ETNs), dan closed-end funds (CEFs).

Gold certificates atau sertifikat emas.

Gold accounts atau rekening emas.

Derivatives (seperti forwards, futures, dan spot emas), contract for differences (CFDs atau kontrak), dan spread betting (spekulasi spread).

Gold mining company shares atau saham perusahaan pertambangan emas
Karena kemajuan teknologi pula, saat ini Anda bisa membeli berbagai jenis investasi emas secara online tanpa perantara. Bagaimana cara beli emas online? Berikut adalah urutan caranya dan beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat beli emas online:

 

Cari dealer emas

Teliti memilih dealer. Saat beli emas online melalui dealer, pastikan Anda memilih yang sudah memiliki reputasi. Telitilah siapa yang menanggung asuransi emasnya, terdaftar di otoritas resmi yang bisa mendeteksi tindak penipuan, dan yang terakhir menunjukkan jaminan produk emasnya.

 

Berhati-hatilah

Tak semua dealer emas online jujur dengan tawaran produk dan perjanjian emasnya. Berhati-hatilah jika dealer hanya mempunyai alamat yang tidak jelas seperti misalnya alamat email contact person-nya hanya beralamat Gmail, Yahoo!, atau Hotmail. Hati-hati pula jika si dealer tidak mempunyai sistem transaksi kartu kredit yang aman. Pastikan situs transaksi kartu kredit mempunyai icon “gembok” dan beralamat https, bukan http saja. Hati-hati pula jika dealer tak mampu menunjukkan spesifikasi pengiriman.

 

Hubungi langsung

Sebelum bertransaksi, cobalah hubungi langsung dealer. Tanyakan item rinci yang ingin Anda beli, jaminan, jenis-jenis metode pembayaran, dan kebijakan pengembalian. Bagaimana penjelasan mereka akan menunjukkan apakah mereka cukup kredibel atau tidak.

 

Pahami emas Anda

Tentukan produk emas yang ingin Anda beli. Caritahu jenis-jenis produk emas, harga, dan ketersediaannya. Contoh jenis emas yang dijual online oleh dealer adalah bullion dan koin.

 

Tentukan batasan

Pastikan Anda pikir baik-baik berapa besar dana yang akan Anda gunakan untuk membeli emas online. Tanpa parameter keuangan yang teliti, Anda bisa tergiur belanja emas melebihi jumlah yang tak mampu Anda tanggung risikonya.

 

Caritahu harga emas terkini

Banyak sekali situs penyedia informasi harga emas dunia maupun emas nasional (Antam). Beberapa akan mencantumkan harga emas dalam mata uang asing seperti dolar, euro, yen, franc, dan rupee. Dealer yang baik juga harus yang menyediakan fasilitas informasi terkini analisa pasar dan artikel analisa pasar emas dunia maupun nasional.

 

Gunakan broker terpercaya

Jika Anda kesulitan dalam mencari dealer emas online yang kredibel, Anda bisa menggunakan jasa broker komoditi emas online. Cara memilih broker yang terpercaya hampir sama seperti memilih dealer emas diatas.
Selamat membeli dan berinvestasi emas online!

The Power of 7 adalah strategi trading sederhana yang khusus diterapkan untuk pasangan mata uang EURUSD dengan timeframe H1. Strategi ini digunakan dengan mengacu pada level high dan low pada candlestick pukul 07.00 WIB sebagai acuan untuk memprediksi arah harga selanjutnya.

Dalam penerapan Power of 7, jika candle setelah jam tersebut ditutup di atas high candle jam 07.00 (breakout high), maka bisa diasumsikan harga akan naik. Jadi posisi yang kita ambil adalah buy. Sebaliknya jika candle setelah jam tersebut ditutup di bawah low candle jam 07.00 (breakout low), maka bisa diasumsikan harga akan turun. Jadi posisi yang kita ambil adalah sell.

Harus diperhatikan bahwa pengambilan posisi dilakukan pada candle beriktnya sesudah harga terkonfirmasi close di atas atau di bawah low candle jam 07.00. Contoh, jika high candle jam 07.00 ada di harga 1.0880, kemudian harga pada candle jam 11.00 close di 1.0900, maka posisi entry buy adalah pada harga di awal candle jam 12.00.

 

Strategi Trading Sederhana The Power of 7 1
Gambar 1. Candlestick Jam 07.00 di Monex Trader

 

Take Profit dan Stop Loss

Target profit untuk setiap posisi minimal sebesar 15-20 poin jika target telah tercapai saat berlangsungnya pasar Asia. Tetapi jika breakout high atau low candlestick terjadi saat berlangsungnya pasar Eropa atau Amerika, maka target bisa diperbesar menjadi 2 kali lipatnya. Apabila target belum tercapai dan terjadi reversal, maka closing candle reversal tersebut menjadi level cut loss. Pada candle berikutnya, kita berbalik arah mengikuti aturan breakout high/low candle jam 07.00 lagi. Setiap posisi harus memakai sistem target profit sesuai market-nya.

 

Strategi Trading Sederhana The Power of 7 2
Gambar 2. Candlestick Confirm Breakout High/Low Jam 07.00

 

Rejection & Reversal

Setelah harga pada candle closing breakout high/low, tetapi target belum tercapai. Kemudian terjadi koreksi dan closed candle masih dalam koridor high/low jam 07.00, maka inilah yang disebut dengan rejection. Trader yang berkarakter agresif dapat menambah posisi baru dengan target yang sama. Namun, jika harga terus berlawanan arah dengan breakout awal yang sudah terkonfirmasi, kemudian closed pada arah sebaliknya, maka inilah yang disebut dengan reversal. Posisi yang sudah ada mengikuti breakout high/low awal harus dicut-loss pada harga closing-nya, dan ambil posisi baru mengikuti breakout high/low terakhir dengan target profit sesuai market-nya.

 

Strategi Trading Sederhana The Power of 7 3
Gambar 3. Rejection & Reversal

 

Strategi Trading Sederhana The Power of 7 4
Gambar 4. Target Tidak Tercapai & Reversal

 

Berdasarkan hasil pengujian dan back-test, tingkat akurasi strategi trading the Power of 7 mencapai lebih dari 70%. Penggunaannya juga sangat mudah bahkan untuk trader pemula sekalipun. Namun perlu kedisiplinan dalam penerapan target profit dan cut loss agar tercapai hasil yang optimal.

 

Lahir di Belanda pada tahun 1946, Ed Seykota menuntut ilmu akademisnya di Fakultas Teknik Elektro MIT dan berhasil lulus ilmu manajemen di MIT Sloan School of Management, Amerika Serikat (AS) pada tahun 1966. Seykota mulai masuk ke dunia trading pada akhir 1960 dengan membuka akun transaksi komoditi perak. Waktu itu ia berasumsi bahwa harga akan naik dan Kementerian Keuangan AS berhenti menjual perak.

Trading ala Ed Seykota

Sambil menanti hal itu terjadi, Seykota disarankan untuk mengambil posisi short (jual) pada komoditi tembaga oleh broker-nya. Rekomendasi itu sayangnya tidak berhasil sehingga ia memilih untuk kembali menunggu periode yang lama dinantikannya, yakni bullish perak.

Ketika waktunya tiba, Ed Seykota mengambil posisi long (beli). Namun yang terjadi sebaliknya, harga perak terus menurun sehingga ia mengalami kerugian. Bukannya kapok, ia justru semakin tertarik dengan dunia trading. Seykota menyadari kalau pasar telah men-discount bullish untuk perak, sehingga ketika U.S Treasury berhenti menjual perak, harga berbalik turun.

Di saat yang sama, pria kelahiran 7 Agustus 1946 ini membaca tulisan Bapak Trend-following, Richard Donchian, tentang mekanisme sistem trading dan Moving Average Crossover untuk menghasilkan profit di pasar. Pada awalnya Seykota skeptis terhadap apa yang ditulis oleh Donchian, namun setelah ia menguji teori itu melalui sistem trading terkomputerisasi ia akhirnya percaya akan keampuhannya.

Ed Seykota melanjutkan karirnya di perusahaan pialang. Mengingat komputer merupakan barang yang langka pada zamannya, ia harus menumpang komputer yang dimiliki oleh divisi akunting perusahaan tempat ia bekerja setiap akhir pekan untuk menguji sistem trading yang ia ciptakan. Dalam jangka waktu enam bulan, salah satu Market Wizard Wall Street ini menguji ratusan variasi dari empat sistem sederhana berdasarkan data harga 10 komoditas selama 10 tahun terakhir. Sistem ciptaan Seykota menuai pujian dari perusahaan karena trend-following terbukti mampu menghasilkan profit.

Sayangnya ada ketidakcocokan pemikiran antara Seykota dan pihak manajemen yang membuat keduanya harus berpisah. Seykota memutuskan untuk berhenti kerja dan beralih menjadi seorang money manager. Dalam pengelolaan dananya, pria yang sekarang tinggal di Texas ini tidak mau sembarangan menerima nasabah. Ia akan mewawancarainya terlebih dahulu, dan hanya menerima calon nasabah yang bisa mendukung metode trading dalam jangka panjang. Alasan itulah yang membuat nama Seykota menjadi kurang terdengar karena di awal 1970-an, jumlah nasabahnya hanya sekitar 6 orang.

“Edward Arthur Seykota, namanya tidak terlalu tenar dibandingkan dengan trader-trader top lainnya. Padahal ia telah berkontribusi besar terhadap dunia investasi dengan memperkenalkan sistem trading ter-komputerisasi secara komersial. Sistem ini diakui mampu menghasilkan profit luar biasa. Sebagai buktinya, ada satu account kelolaan Ed Seykota yang nilainya meroket dari $5.000 di tahun 1972 menjadi $15.000.000 dalam waktu 12 tahun saja. Rasio kenaikan itu setara dengan 300.000%!”

Gaya Trading

Pada dasarnya gaya trading Ed Seykota merupakan trend-following yang dikombinasikan dengan pola-pola tertentu. Baginya kunci keberhasilan jangka panjang adalah penggabungan antara money management dan sistem trading. Meski tidak merinci cara melakukannya, Seykota menyarankan setiap trader untuk selalu belajar mengembangkan sistem trading yang cocok dengan gayanya masing-masing.

Berbeda dengan orang kebanyakan, trader teknikal ini ini menganggap analisis fundamental tidak berguna karena pelaku pasar telah men-discount harga. Ia menyebutnya sebagai ‘funny-mentals’. Namun jika trader mampu memahami fundamental lebih awal sebelum disadari oleh pelaku pasar lainnya, maka itu disebut ‘surprise-a-mentals’

Tiga hal yang diperhatikan Seykota saat trading adalah trend jangka panjang, pola grafik terkini dan posis terbaik untuk buy atau sell. Untuk mencari posisi yang tepat, misalnya buy, ia akan menempatkan posisi di atas harga pasar (metode breakout) tetapi dengan terlebih dahulu mengidentifikasi momentum bullish yang kuat. Jika posisi yang diambilnya salah, ia akan segera keluar dari posisi tersebut.

Seperti trader top pada umumnya, risiko yang diambil dari satu posisi tidak lebih dari 5% dari total ekuiti dalam satu akun. Ketika harga bergerak sesuai posisi dan mengikuti tren, stop loss dipindahkan untuk mengunci profit, dan biarkan keuntungan bergerak mengikuti trend.

Prinsip trading yang selalu dijalankan oleh Seykota yaitu; segera tutup posisi jika salah, biarkan posisi jika tepat, tetap membuka posisi dengan jumlah kecil, ikuti aturan tanpa pertanyaan dan tahu kapan aturan tersebut bisa dilanggar. Ia selalu mengurangi aktivitas trading sehabis mengalami kerugian beruntun. Kembali trading setelah mengalami kerugian beruntun akan menghancurkan sisi emosional seseorang.

Dunia trading merupakan dunia yang dinamis. Dengan selalu mengikuti aturan dalam sebuah sistem trading, seorang trader memang dapat menciptakan profit. Namun Ed Seykota memandang prinsip itu secara fleksibel. Baginya seorang trader harus mengembangkan aturan baru sebagai bagian dari evolusi trading-nya. Baginya kunci keberhasilan jangka panjang adalah penggabungan antara money management dan sistem trading.

Prinsip trading Ed Seykota sebenarnya cukup sederhana, Cut losses, ride winners, keep bets small, follow the rules without question, know when to break the rules.

Menyambung artikel sebelumnya “Kenali Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) Sebelum Anda Memulai Trading” dalam artikel ini saya mencoba memberikan penjelasan lebih lanjut tentang jenis-jenis broker terutama bagi anda yang tertarik dalam trading forex. Pemilihan broker adalah salah satu persiapan penting sebelum anda melakukan transaksi. Artikel ini menggambarkan tentang jenis-jenis broker online trading. Secara umum terdapat 2 jenis broker, yaitu broker berjenis Dealing Desk (sering disebut dengan Market Maker) dan Non Dealing Desk (ECN dan STP).

 

Broker Dealing Desk (Market Maker)

Broker yang dimana mereka membuat suatu pasar tersendiri dengan aturan penyelenggara (market maker).  Dalam kasus ini lawan dari trader adalah tetap, lawan yang dimaksud adalah Pedagang Penyelenggara (dealer). 

Ada yang menganggap broker jenis ini rawan potensi conflict of interest, karena menganggap loss nasabah adalah keuntungan bagi broker (bandar). Hal ini tidak sepenuhnya benar. Saya ingin memberikan gambaran bagaimana broker dealing desk bekerja.

Broker dealing desk yang teregulasi menjalankan operasinya sesuai dengan aturan penyelenggaraan yang telah ditetapkan oleh regulator dan aktivitasnya dipantau secara aktif oleh badan pengawas. Setiap negara memiliki aturan penyelenggaraan yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri broker online trading yang ada merupakan broker jenis dealing desk.  Aktivitas perdagangan forex di Indonesia diselenggarakan dan diatur dalam Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) yang telah saya jelaskan pada artikel sebelumnya “Kenali Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) Sebelum Anda Memulai Trading”.

Di dalam Sistem Perdagangan Alternatif, tugas Pialang (broker) hanya menyalurkan amanat kepada nasabah ketika nasabah mengambil posisi baik BUY (Beli) ataupun SELL (Jual). Nasabah bertransaksi dengan Pedagang Penyelenggara (dealer) melalui Pialang (broker). Transaksi di registrasi oleh Pialang dan Pedagang Penyelenggara ke bursa, lembaga kliring dan Bappebti. Nasabah anonim dimata Pedagang Penyelenggara, Bappebti memonitor perdagangan secara aktif. Guarantee buyer/seller adalah Pedagang Penyelenggara (bukan pialang/broker). Sistem Perdagangan Alternatif saat ini sudah memiliki payung hukum yang jelas melalui amandemen UU No.10/2011 Bab IIIA.

Jika anda ingin bertransaksi (trading) pastikan broker anda teregulasi dan legal. Kasus-kasus penipuan seringkali terjadi pada broker yang tidak teregulasi dan nasabah tidak bisa membuat pengaduan ketika dana dibawa lari oleh broker. Ciri khas dari broker yang tidak teregulasi ini sebenarnya bisa dilihat dari sistem transfer dana. Broker yang tidak teregulasi membolehkan pembayaran melalui deposit pihak ketiga, dana boleh dititipkan oleh Introduce Broker (semacam agen). Tidak memiliki kantor resmi dan tidak memiliki ijin resmi dimana dia beroperasi (illegal) dan nasabah tidak mendapatkan konfirmasi atau penjelasan perjanjian, aturan dan resiko trading dari wakil pialang.

 

Broker Non Dealing Desk

Pada dasarnya Broker Non Dealing Desk adalah broker yang hanya bertugas meneruskan order langsung kepada pasar, lembaga keuangan atau bank- bank besar, ataupun kepada likuidator lain. Jenis broker Non Dealing Desk dibagi menjadi 3 , yaitu ECN Broker, STP Broker dan STP + ECN.

 

broker jenis non dealing desk
Sumber Illustrasi: Babypips

 

ECN  (Electronic Communication Network)

Di broker jenis ECN nasabah/trader dapat terlibat dan berpartisipasi secara langsung di dalam pasar antar bank (interbank market), dimana lawan dari nasabah adalah pelaku lain di dalam pasar antarbank seperti lembaga keuangan Bank (Investment Bank), lembaga keuangan non Bank, maupun Retail Trader (perorangan) dimana mereka saling berinteraksi Jual dan Beli secara bersamaan. Namun seringkali Investment Bank atau pihak likuidator bisa menjadi lawan dari client / nasabah. Salah satu pendapatan dari Investment Bank berasal aktivitas yang dinamakan Proprietary Trading atau Investment Bank juga melakukan aktivitas perdagangan Forex dengan dana mereka sendiri dan mengambil posisi yang berlawanan dengan client mereka. Keuntungan Bank adalah loss dari nasabah. Karena pada dasarnya “The bank traders are the market”. Mereka juga memiliki Trading Room dan seorang Chief Trader akan mendapatkan bonus dari keuntungan Proprietary Trading.

Trading mealui Broker jenis ECN cenderung kurang fleksibel dibanding melalui broker jenis Dealing Desk karena adanya batasan aturan seperti (aturan dari CFTC Amerika) yang melarang strategi hedging, leverage yang sangat rendah (untuk di Amerika menggunakan leverage 1:50), terbatas dengan aturan First In First Out (FIFO) dan tidak ada akun parsial (mini). Selain itu broker ECN  memiliki biaya komisi yang lumayan tinggi. Keunggulan dari broker jenis ECN terletak pada kecepatan eksekusi, ketersediaan harga yang baik (karena langsung ke likuidator), namun kalau anda tidak terbiasa seringkali bingung karena fiturnya yang lebih terbatas. Selain itu broker ECN menawarkan pilihan akun yang didesain khusus untuk retail trader dan institusi. Biasanya broker ECN yang teregulasi dengan benar (bukan broker yang mengklaim ECN) banyak dipilih oleh institusi dan profesional trader dengan dana yang besar.

Broker jenis ECN murni tidak menggunakan Metatrader sebagai platform trading. Biasanya memiliki platform trading sendiri seperti Trading Workstation (TWS) yang digunakan oleh Interactive Brokers.

Berikut beberapa regulator Luar Negeri yang bisa dijadikan acuan: FCA (UK), NFA (USA), FSA (JP), FINMA (Switzerland), ASIC (Australia), DFSA (Denmark), AMF (France), MFSA (Malta) or BAFIN (Germany).  Jika Broker luar tidak terdaftar pada regulator tersebut bisa jadi adalah Broker Bucket Shop.

 

Straight Through Processing (STP)

Beberapa Broker mengklaim bahwa mereka broker ECN padahal tidak, kenyataannya mereka adalah broker jenis Straight Through Processing (STP). Broker jenis ini berfungsi sebagai penghubung dengan liquidity providers yang memiliki akses kepada pasar antar bank (interbank market) . Broker STP memiliki lebih dari satu liquidity provider dan antar liquidity provider menawarkan bid ask price yang berbeda-beda. Sebagai contoh saya ingin menjelaskan sistem penawaran harga yang digunakan:

Misal Broker STP memiliki 3 liquidity provider.

Broker jenis STP quote

Sistem broker STP akan menyortir secara otomatis harga yang ditawarkan. Pada contoh ini harga terbaik pada posis Bid adalah 1.3000 (anda ingin menjual di harga paling high) dan harga terbaik pada posisi ask adalah 1.3001 (anda ingin membeli di harga paling low). Harga bid/ask terbaik yang ditawarkan sekarang adalah 1.3000/1.3001. Apakah harga ini yang akan muncul pada platform trading anda? tentu saja tidak. Biasanya broker akan melakukan fixed mark up pada harga yang besarannya telah ditentukan oleh perusahaan. Jika perusahaan menentukan markup sebesar 1 pip, maka harga yang muncul di platform trading adalah 1.2999/1.3002.

 

Direct Market Access (DMA)

Broker DMA broker yang cara kerjanya hampir sama dengan broker berjenis ECN dengan campuran STP, tetapi bedanya di broker DMA adalah terikat kontrak dengan suatu liquiditor tertentu, serta menggunakan sistem transaksi dengan basis Best Rate dari para liquiditornya. selain itu ada beberapa hal lain yang membedakannya.

 

Unregulated Broker / Bucket Shop

Selain itu sebenarnya masih ada broker jenis lain yang sering prakteknya sering merugikan nasabah. Dalam dunia trading forex, broker ini dikenal dengan istilah Bucket Shop. Broker jenis jelas tidak teregulasi dan illegal.

Bucket Shop adalah broker yang harus anda hindari, karena mereka berpotensi besar untuk memanipulasi transaksi anda ataupun bertindak curang sehingga anda akan mudah mengalami kekalahan yang semestinya tidak terjadi. Pada umumnya bucket shop tidak berijin sebagaimana mestinya, dan hanya berijin sebagai perusahaan biasa atau lainnya (bukan sebagai perusahaan pialang) dan hal ini sering
mengecoh para calon nasabah yang masih awam.

Ciri-ciri broker bucket shop adalah terletak di tempat-tempat yang tidak jelas atau terpencil (negara offshore yang tidak jelas) dan tidak berijin regulasi sebagaimana mestinya (ini yang biasanya dilakukan). Disamping itu ciri-ciri lain dari broker bucket shop adalah mereka memperbolehkannya transfer uang dengan pihak ke 3 / perorangan, ataupun menggunakan Voucher, boleh menggunakan Money Changer bank lokal, pendaftaran yang sangat mudah dan terkesan sembarangan serta tanpa verifikasi yang memadai.

Kondisi yang ditawarkan broker bucket shop seringkali diluar kondisi normal dari keadaan pasar yang sesungguhnya, seperti leverage yang terlalu tinggi (misal 1:1000 keatas), spread rendah yang tidak masuk akal (contoh: 1 pip fixed bahkan 0 pip fixed, padahal di pasar sesungguhnya spread adalah selalu berubah atau berfluktuatif terus setiap detiknya), dan juga terdapat bonus-bonus besar (welcome bonus) yang tujuannya bersifat pancingan / menjebak para nasabah agar mau menempatkan dananya (yang pada akhirnya adalah untuk “dimakan” oleh broker curang tersebut).

Hal-hal curang yang biasa dilakukan oleh broker berjenis Bucket Shop yaitu: requote yang berlebihan, eksekusi order yang lambat, jika terkena TP (target profit) sulit untuk dieksekusi tetapi sebaliknya jika terkena SL (stop loss) maka mudah sekali dieksekusi, server yang sering down, manipulasi atau rekayasa harga quote, menghilangkan transaksi profit secara sepihak dengan dalih trading anda tidak sah, penarikan dana seringkali tertahan atau tidak bisa dilakukan, pernyataan yang tidak benar, dan hal-hal penipuan (Scam) lainnya.

Bucket shop yang seringkali memberikan pernyataan salah dan menyesatkan mengenai sistem mereka, seperti mereka menyatakan bahwa mereka adalah broker berjenis ECN, DMA ataupun STP tetapi kenyataannya mereka adalah Scam. Oleh karena itu peran Legalitas Pemerintah / Regulasi sangatlah penting supaya sebagai pengawas broker atau pialang untuk tidak sembarangan dan tidak memberikan pernyataan salah yang dapat menyesatkan masyarakat.