Author

Panduan Trading

Browsing

Di dalam trading dikenal dengan adanya penggunaan leverage atau daya ungkit. Konsep leverage ini memang sangat menguntungkan dalam trading forex dan futures (komoditi, cfd) namun juga bisa berbahaya jika anda kurang berhati-hati dalam menggunakannya, terutama bila anda menggunakan leverage yang sangat tinggi (over leverage).

Keuntungan dari trading forex dan futures adalah adanya fasilitas penggunaan margin dan merupakan fitur yang paling digemari bagi para retail trader. Setiap broker retail menawarkan trading dengan margin tertentu. Trading dengan margin menyebabkan kita bisa deposit dengan dana kecil dalam account trading kita dan bisa mengontrol dana yang jauh lebih besar untuk digunakan trading pada pasar riil.

 

leverage dalam trading 2
Sumber: fxkeys.com

 

Secara sederhana, trading dengan margin adalah istilah yang digunakan untuk trading dengan meminjam modal dari sebuah perusahaan broker atau pialang. Sebagai contoh berikut ilustrasi margin trading:

Misal A ingin berdagang mobil, tentu saja untuk memperoleh keuntungan. Langkah pertama ia akan membeli sebuah mobil dan menjualnya ketika harganya naik. Namun A mengalami kesulitan. Mobil yang akan dibelinya berharga USD 10,000, sedangkan A hanya memiliki modal USD 1,000, sehingga ia memerlukan modal tambahan. Ia yakin bahwa jika bisa membeli mobil tersebut seharga USD 10,000 ia akan bisa menjualnya seharga USD 12,000 sehingga memperoleh keuntungan bersih USD 2,000.

Namun tak seorangpun mau meminjamkan uang ke A, dan juga tidak ada toko penjualan mobil yang mau meminjamkan mobilnya. Banyak orang yang mengalami masalah seperti A sehingga gagal mencapai tujuannya dalam trading. Tetapi dengan margin trading A bisa berdagang mobil tanpa modal tambahan. Ia bisa membeli mobil tersebut dengan modal terbatas yang dimilikinya, dan ia bisa memperoleh keuntungan USD 2,000 untuk dirinya sendiri. Trading yang berbasis margin memungkinkan semua itu terjadi.

Dengan sistem margin trading anda tidak harus membayar seluruh harga barang yang hendak anda beli, tetapi cukup membayar jumlah tertentu sebagai deposit. Dan ketika anda menjualnya anda bisa mengambil seluruh keuntungannya, atau menderita kerugian. A bisa membeli mobil seharga USD 10,000 dengan hanya deposit USD 1,000 dengan basis margin trading. Ketika ia berhasil menjualnya USD 12,000, ia bisa mengambil profitnya USD 2,000 dan mengembalikan USD 9,000 ke perusahaan broker (pialang) yang menjualkan mobil tersebut dengan deposit A yang sebesar USD 1,000.

Walau demikian perusahaan broker penjual mobil tersebut mempunyai syarat tertentu. Syarat tersebut yaitu bahwa A tidak bisa memiliki mobil tersebut. Perusahaan broker menahan mobil tersebut untuk A. Jika A telah menemukan pembelinya, maka broker akan menjual mobil tersebut ke pembeli seharga USD 12,000, memberikan USD 2,000 ke A sebagai keuntungannya, dan mengambil kembali USD 9,000 yang “dipinjamkan” ke A, atau tetap menahan USD 10,000 jika A ingin melakukan transaksi lagi.

Dalam margin trading Anda akan mengambil seluruh profit tetapi juga akan menanggung seluruh kerugian.

Dalam contoh di atas A membayar deposit USD 1,000 ke perusahaan broker dan mencari pembeli mobil tersebut. Seandainya A tidak berhasil menjual mobil tersebut di atas USD 10,000 maka A akan menderita kerugian. Misalkan A hanya berhasil menjualnya USD 9,000 maka ia akan mengalami kerugian (USD 10,000 – USD 9,000) = USD 1,000. Dalam hal ini perusahaan broker akan mengambil USD 9,000 ditambah dengan deposit A yang USD 1,000.

Bagaimana jika mobil tersebut hanya akan laku maksimal USD 8,000?
Dalam margin trading terdapat kesepakatan bahwa perusahaan broker tidak boleh merugi. Broker tidak akan menunggu harga mobil tersebut turun hingga USD 8,000. A akan diminta untuk menjual mobil tersebut seharga USD 9,000 karena jika harga turun lagi perusahaan broker akan mengalami kerugian, dan hal ini tidak boleh terjadi. Permintaan broker terhadap A tersebut disebut dengan “margin call”.

 

Penggunaan Leverage yang Realistis

Leverage yang tinggi akan menyebabkan margin minimum atau jaminan minimum yang anda bayarkan setiap kali transaksi makin sedikit. Hal ini secara psikologis akan mempengaruhi trading anda.

Salah satu karakter trader yang sukses adalah mereka yang bisa menghilangkan pengaruh emosi ketika trading. Ketika orang membicarakan keuntungan dari trading futures, yang pertama kali mereka kemukakan biasanya adalah fasilitas leverage yang tinggi, atau bahkan sangat tinggi. Dengan leverage tertentu, anda bisa membuka puluhan atau bahkan ratusan posisi dengan modal yang relatif kecil. Ini bisa dilakukan hanya dengan jaminan margin yang relatif kecil, dan inilah yang menjadikan salah satu daya tarik trading futures. Saat ini banyak broker yang menawarkan leverage 1:100, 1:200, 1:400 bahkan 1:1000.

Misalkan Anda trading pada sebuah broker yang memberikan fasilitas leverage 1:100, maka untuk setiap USD 100 Anda bisa melakukan transaksi sebesar (100 x USD 100) = USD 10,000. Jadi Anda tidak harus membayar USD 10,000 untuk nilai kontrak USD 10,000, tetapi hanya membayar USD 100. Hal ini akan sangat menguntungkan, karena Anda akan memperoleh keuntungan dari setiap nilai pergerakan pip (pip value) dari nilai kontrak tersebut.

Jika anda trading pada EUR/USD atau GBP/USD dengan nilai kontrak USD 10,000 (pip value = USD 1), maka untuk pergerakan 10 pip yang sesuai dengan prediksi, anda akan memperoleh keuntungan sebesar (10 x USD 1) = USD 10, atau 10% dari dana yang telah anda depositkan sebagai margin.

Jumlah margin minimum atau jaminan minimum bergantung pada besarnya leverage yang diberikan oleh broker anda. Semakin besar leverage, maka semakin kecil margin minimum yang anda bayarkan sebagai jaminan setiap kali transaksi.

 

Leverage                                    Margin Minimum

        1 : 100                                       1 % dari nilai kontrak

         1 : 200                                     0,5 % dari nilai kontrak

           1 : 400                                     0,25 % dari nilai kontrak

       1 : 500                                      0,2% dari nilai kontrak

 

Jika anda trading dengan nilai kontrak USD 10,000 maka dengan leverage 1:100 margin minimum yang harus anda bayar sebagai jaminan adalah (1% x USD 10,000) = USD 100. Dengan leverage 1:400 margin minimum adalah (0.25% x USD 10,000) = USD 25.

Secara psikologis, semakin tinggi leverage yang anda gunakan, maka anda akan semakin berani (banyak) dalam membuka posisi trading, karena nilai margin minimum yang anda bayarkan akan semakin sedikit. Seperti halnya jika anda mengendarai mobil, melaju dengan kecepatan 60 km/jam dan 200 km/jam tentu sangat berbeda dalam antisipasi jika terjadi sesuatu. Semakin tinggi kecepatan anda berkendara, semakin besar resiko yang anda hadapi ketika terjadi sesuatu yang tidak menguntungkan.

Trading forex dan futures dengan leverage yang sangat tinggi bisa diumpamakan dengan berkendara dengan kecepatan yang sangat tinggi. Resikonya cukup besar. Seperti anda ketahui bahwa pihak broker memberikan pinjaman kepada anda sebesar sisa dari nilai kontrak yang seharusnya dikurangi dengan margin minimum yang anda bayarkan. Dalam hal anda trading mini lot dengan leverage 1:1000, pihak broker meminjamkan USD 10,000 – USD 100 = USD 9,900 untuk setiap 1 lot (untuk mini lot) yang anda buka.

Penting untuk diingat bahwa meminjam uang untuk trading tidak hanya akan meningkatkan keuntungan, tetapi juga akan meningkatkan potensi kerugian anda. Tidak ada aturan universal yang menyatakan berapa banyak dana yang dapat harus dipinjam. Banyak trader baru mencoba meminjam dana dengan ukuran sebesar mungkin, tapi ada juga yang menyesuaikannya dengan jenis strategi trading.

 

 

Sumber dan Referensi: Seputar Forex – Margin dalam Trading Forex

Forex adalah singkatan dari foreign exchange atau pertukaran/perdagangan valuta asing (valas).  Forex merupakan proses membeli dan menjual selisih mata uang yang berbeda. Jual beli terjadi di Foreign Exchange Market, atau Pasar Forex.

Forex trading sendiri telah lama ada sejak ditemukannya teknik konversi mata uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya. Tetapi secara kelembagaan Forex Trading baru ada setelah didirikannya Badan Arbitrase Kontrak Berjangka atau Futures. Misalnya IMM atau Internasional Money Market yang didirikan pada 1972 sebagai divisi bagian dari CME atau Chicago Mercantile Exchange (perishable commodities). Atau yang lain misalnya LIFFE atau London International Financial Futures Exchange, TIFFE atau Tokyo International Financial Futures Exchange dan lainnya. Sejarah Forex sendiri sudah dimulai sangat lama. Transaksi forex bermula dari perdagangan komoditas, seperti emas, beras, dan lain-lain.

Pasar valuta asing, biasa dikenal sebagai “forex” atau “FX”, bisa dikatakan pasar keuangan terbesar di dunia. Tidak seperti kebanyakan pasar, aktivitas transaksi di pasar forex selalu buka 24 jam, 5 kali dalam seminggu. Trading harian forex bernilai sekitar US$1.5 triliun. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat rata-rata memilliki obligasi pasar Treasury sebesar US$3 triliun per hari dan bursa pasar saham Amerika hanya sekitar US$100 miliar per hari.

 

forex volume vs pasar modal
sumber: theforexguy.com

 

Mengingat tingkat likuiditas dan percepatan pergerakan harga yang tinggi tersebut, valuta asing juga telah menjadi alternatif yang paling populer karena ROI (return on investment atau tingkat pengembalian investasi) serta laba yang akan didapat bisa melebihi rata-rata perdagangan pada umumnya. Akibat pergerakan yang cepat tersebut, maka pasar valuta asing juga memiliki risiko yang sangat tinggi.

 

Mata Uang Di Pasar Forex

Mata uang yang paling umum untuk perdagangan adalah Euro dan Dolar AS, ada lagi Dolar AS dan Yen Jepang. Namun, hampir semua perdagangan forex dilakukan melibatkan mata uang utama dunia antara lain Euro, Yen Jepang, dolar AS, dolar Kanada, British Pound, dolar Australia, dan Franc Swiss. Pertukaran forex berbeda dengan bursa instrumen finansial lainnya, seperti New York Stock Exchange; dalam hal ini, bisnis forex tidak memiliki lokasi fisik atau pusat. Pembukaan bursa dimulai dari Sydney, kemudian pindah ke Tokyo, ke London, dan akhirnya berakhir di New York.

Transaksi trading pada Forex dapat dilakukan melalui telepon atau internet. Bisnis Forex bisa diandalkan dalam pembelian maupun penjualan produk di negara lain, tetapi sebagian besar aktivitas di Forex berasal dari trader mata uang yang menggunakannya untuk menghasilkan keuntungan dari pergerakan kecil di pasar.

Ada banyak hal yang mempengaruhi pergerakan mata uang di pasar forex. Misalnya, hal-hal ekonomi seperti suku bunga dan inflasi, hal-hal politik seperti kerusuhan politik di negara-negara lain dan perubahan kebijakan pemerintahan yang menyebabkan fluktuasi Forex. Namun, hal ini cenderung jangka pendek, dan tidak mempengaruhi untuk panjang.

 

Pemain Di Pasar Forex

Forex adalah pasar yang bisa ditransaksikan di seluruh dunia untuk membeli dan menjual mata uang. Pasar-pasar ini dikembangkan untuk memenuhi pasokan dan permintaan mata uang yang berbeda diantara pemerintah, perusahaan, dan individu pada trading tingkat internasional dan membantu importir dan eksportir dalam transaksi luar negeri. Oleh sebab itu mereka mereka yang trading di pasar forex sangat banyak. Diantaranya adalah konsumen, pebisnis, turis, investor, spekulan, dan industri perbankan. Diperkirakan dalam pasar forex ada sekitar 5000 lembaga besar yang melakukan trading. Misalnya bank internasional, bank sentral suatu negara (seperti Federal Reserve AS), dan perusahaan komersial, serta broker untuk semua jenis pertukaran mata uang asing.

Sedangkan para spekulan di Forex adalah seseorang yang menerima kemungkinan risiko pergerakan nilai tukar dengan harapan membuat profit dari pergerakan yang menguntungkan pada pair mata uang tersebut. Bila Anda seorang spekulan, maka Anda harus selalu memulai trading dengan jumlah transaksi yang kecil dan memiliki sistem trading yang tepat. Sistem ini nantinya bertugas untuk memberitahukan kepada Anda kapan harus masuk (membuka order) dan kapan harus keluar dari pasar (menutup posisi).

Setiap negara mengambil tanggung jawab untuk mengatur kegiatan forex trading di negara mereka masing-masing. Jadi, tidak ada badan pengawas secara internasional. Namun, hal ini tampaknya tidak menjadi masalah karena sebagian besar negara sampai saat ini bisa melakukan pengawasan dengan baik.

 

Forex Trading Secara Online

Meskipun ada banyak pemain besar di trading Forex, namun trader kecil juga diperbolehkan untuk melakukan pertukaran mata uang. Sebelumnya ada ukuran transaksi minimal dan trader diminta untuk memenuhi persyaratan keuangan yang ketat. Dengan munculnya trading lewat internet, peraturan telah diubah untuk memungkinkan unit antar bank besar untuk dipecah menjadi banyak dan lebih kecil.

Situs forex trading online mudah ditemukan dengan berselancar di Internet. Sebagian besar dari mereka memberikan banyak informasi bagi trader. Anda dapat mencari tahu tentang sejarah perdagangan Forex, bagaimana terjadinya proses transaksi, tips untuk menjadi sukses, dan lain sebagainya. Oleh karena Forex adalah jenis pasar yang sangat besar dan sulit untuk dimanipulasi, harga cenderung dipengaruhi oleh berita global atau peristiwa tertentu. Anda perlu banyak-banyak membaca untuk memahami fenomena pengaruh-mempengaruhi ini.

Bagi siapa saja yang tertarik pada pertukaran mata uang, jangan ragu untuk memulainya. Namun perlu Anda ingat, tidak ada jaminan bahwa Anda akan mendapatkan uang dari bisnis ini. Diperkirakan lebih dari 80% trader kehilangan uang mereka, 10% impas, dan hanya 10% mencapai hasil yang menguntungkan. Jadi belajarlah sebanyak mungkin sebelum menginvestasikan uang dan melakukan perdagangan.

 

Sumber: Seputar Forex – Mengenal Forex Trading , Wikipedia – Pasar Valuta Asing

Masih banyak pandangan atau paradigma masyarakat terutama di Indonesia yang menganggap bahwa lebih baik berinvestasi di sektor riil daripada non-riil. Karena sektor riil merupakan bidang yang “Jelas” terlihat, seperti menghasilkan produk barang dan jasa, seperti di bidang properti, manufaktur, perdagangan retail dan lain sebagainya. Kalaupun ada yang hendak menanamkan uangnya di sektor non-riil, maka pilihan lebih banyak jatuh pada saham dan reksa dana, bukan forex, karena lebih terlihat riil.

Namun, seiring dengan semakin meningkatnya kecerdasan masyarakat dan mudahnya akses informasi di Indonesia, maka saya yakin seperti halnya di banyak negara maju, forex dan produk berjangka lainnya akan menjadi salah satu alternatif pilihan selain saham dan reksa dana. Pada dasarnya setiap instrumen keuangan memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda, tinggal bagaimana calon nasabah memahami apakah instrumen keuangan tersebut sesuai dengan rencana dan tujuan. Besarnya return yang dapat diberikan dan likuiditas forex trading menjadi salah satu keunggulan investasi di sektor ini. Ditambah lagi pemerintah sudah mulai berperan aktif sebagai regulator dalam produk perdagangan berjangka (seperti forex, komoditi, indeks dan cfd).

Adanya keengganan berinvestasi di sektor forex trading disebabkan oleh kurangnya edukasi khususnya terhadap para investor baru dan karakter bisnis ini yang “high risk high return” dari forex trading memang membuat siapa saja dapat memperoleh keuntungan secara besar dalam tempo waktu yang sangat singkat. Hal ini juga seperti pedang bermata dua; apabila kita dapat memperoleh keuntungan yang cukup besar, maka resiko kerugian pun sama besarnya dan berbanding lurus. Namun sesungguhnya, dengan penguasaan teknik analisis trading, informasi market yang akurat dan mental investor yang stabil, keuntungan akan mudah diraih.

Masih banyak orang yang mengatakan bertransaksi forex sama dengan judi. Anggapan ini kian santer dengan adanya beberapa nasabah yang mengalami kerugian ada instrumen investasi yang satu ini. Namun benarkah demikian? Mari kita telusuri lebih jauh perbedaan Forex dengan Judi. Forex dan Judi memang sama-sama memiliki unsur spekulasi. Namun forex memiliki instrumen analisis dan prediktor dalam membaca situasi kedepan. Artinya, unsur spekulasinya lebih kecil dari nilai kepastian prediksi, sehingga dapat disimpulkan investasi ini bukanlah sekedar ajang spekulasi. Sementara judi lebih mengandalkan ilmu probabilitas (peluang) saja.

Dalam judi, karena hanya mengandalkan unsur spekulasi, peluang menang sangat kecil. Sedangkan dalam forex, peluang menang adalah tinggi asal saja kita memiliki kemampuan analisis dan money and risk management yang baik. Pertimbangan lainnya adalah seandainya forex adalah perjudian, tentunya investasi ini akan dilarang oleh pemerintah. Dan ini tidak berlaku di Indonesia saja, tapi juga di negara-negara lain di dunia. Sebaliknya, keberadaan forex malah semakin menguat dan mekanismenya pun diatur dalam peraturan perundang-undangan. Perputaran uang yang terjadi di situ juga terbesar dibanding produk bursa lainnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa forex bukanlah judi yang lebih mengandalkan probabilitas. Adanya nasabah yang mengalami kerugian besar di forex (banyak terjadi di kalangan pemula) yang menyebabkan adanya anggapan bahwa forex sama dengan judi. Padahal banyak penyebab kerugian dari trader pemula adalah diri mereka sendiri. Banyak trader pemula yang mungkin tahu tentang forex trading, namun tidak cukup menguasainya. Karena kurangnya pemahaman instrumen analisis yang ada, potensi kerugian menjadi lebih besar dan itulah yang terjadi pada kebanyakan trader pemula.

Namun demikian, untuk mengatasi kerugian ini sudah disiapkan fasilitas manajemen resiko (risk management) dalam sistem untuk memanage resiko yang besar dalam berinvestasi forex yang berguna untuk membatasi kerugian serta mengambil titik profit tanpa harus dijaga oleh sang investor sendiri. Fasilitas-fasilitas yang tersebut diantaranya adalah seperti “stop loss”, “limit”, “market order” dan “trailing stop”. Jadi, meskipun beresiko, namun tidak sepenuhnya demikian.

Di negara-negara maju, sektor ini menghasilkan profesi baru dan mengembangkan lingkungan pendukung untuk para trader professional. Mengapa? Sebab menganalisis sebuah pergerakan harga memerlukan sebuah pengetahuan, skill dan pengalaman yang cukup. Tidak bisa dalam satu atau dua hari dipahami semuanya. Perlu waktu untuk menjadi untuk menjadi profesional di dunia forex.

Kerugian di pasar berjangka seringkali terjadi karena investor belum memahami leverage dan pergerakan harga. Keuntungan berpotensi terjadi apabila investor bertransaksi dengan rencana trading yang jelas dan terukur.

Terlepas dari sisi resiko yang yang ada, forex trading sangat menjanjikan sebagai sebuah salah satu peluang bisnis yang dapat menghasilkan keuntungan besar dalam tempo singkat. Tidak sedikit trader yang mampu menghasilkan keuntungan ratusan bahkan ribuan persen dalam jangka waktu tahunan, bulanan bahkan mingguan.

 

 

 

Dalam dunia investasi, terdapat beragam model strategi untuk meraih keuntungan, demikian juga dengan pilihan instrumen atau produknya. Potensi keuntungan yang ditawarkan juga bervariasi, ada yang berimbal hasil tinggi dan ada pula yang menjanjikan keuntungan tidak terlalu besar. Aset keuangan yang punya potensi return besar di sisi lain dapat membuat nilai modal turun dalam waktu singkat sebelum akhirnya naik lagi. Sebaliknya nilai produk keuangan yang berimbal hasil rendah juga bisa tergerus akibat inflasi, dan dalam kasus terburuk nilai modalnya juga bisa hangus.

Seperti balap mobil, seorang pembalap akan memacu mobilnya lebih kencang yang memunculkan risiko lebih tinggi tapi akan lebih cepat sampai di garis finish dan menjadi pemenang. Pembalap yang memacu mobilnya lebih lambat, mungkin akan menghadapi risiko lebih kecil tapi bukan berarti tidak menghadapi risiko. Bisa terjadi benturan ataupun keterlambatan menyentuh garis finish. Dan peluang pembalap tersebut memenangkan pertandingan menjadi lebih kecil.

Risiko berbanding lurus dengan potensi imbal hasil. Semakin tinggi risiko yang dapat ditoleransi, maka semakin besar potensi keuntungan yang bisa dicapai. Instrumen yang dikategorikan ‘High Risk’ tapi ‘High Return’ adalah futures, komoditas, saham dan barang koleksi.

Manajemen Risiko dengan Risk Level

Mengapa trading di instrumen futures memiliki risiko tinggi? Alasannya sederhana, karena trading di futures menggunakan marjin dan leverage. Modal yang digunakan tidak perlu 100% dari instrumen yang ditransaksikan, bisa mulai dari 5% sampai 10% saja. Karakteristik kontrak seperti ini memungkinkan adanya keuntungan dan risiko yang berkali-kali lipat lebih tinggi. Produk yang termasuk instrumen risiko tinggi antara lain pasangan mata uang seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/ JPY, komoditas seperti emas dan minyak mentah serta indeks saham seperti indeks saham AS, Eropa dan Asia. Tapi risiko yang tinggi akan memunculkan potensi keuntungan yang tinggi pula.

 

Minimalkan Risiko

Dengan mempertimbangkan faktor risiko tersebut, maka diperlukan suatu seni untuk menyiasatinya.

Salah satu cara efektif untuk membatasi risiko adalah dengan menggunakan stop loss.

Stop loss akan membatasi kerugian yang tidak terduga saat trading produk futures. Ada investor yang enggan memakai stop loss karena dianggap sebagai penyebab kerugian. Padahal fasilitas ini disediakan untuk melindungi diri dari kehilangan uang yang lebih besar. Mereka yang tidak menggunakan stop loss sering kali menyesal belakangan karena modalnya tergerus oleh pergerakan harga yang sulit di duga.

 

stoploss manajemen risiko trading forex
Sumber: Investopedia

 

Dalam transaksi, penempatan stop loss adalah suatu keharusan. Penempatan stop loss dengan memperhatikan volatilitas rata-rata pergerakan harga instrumen.

Salah satu cara untuk survive dan sukses bertransaksi di pasar berjangka adalah dengan memiliki trading plan yang baik. Unsur yang wajib ada di dalam trading plan antara lain jumlah modal yang ingin ditempatkan, tingkat risiko yang bisa ditoleransi, imbal hasil yang diinginkan dan strategi yang mau digunakan. Sisanya, kita bisa menambahkan catatan lain yang dianggap perlu.

Investasi berisiko tinggi dapat memberikan potensi keuntungan yang besar pula jika kita menguasai seni dalam mengelolanya. Jangan pernah mengambil kesimpulan bahwa investasi risiko tinggi selalu buruk, terutama jika belum memahami karakteristik setiap produk dan cara kerjanya.