Penggunaan time frame ketika kita melihat chart adalah salah satu faktor penting dalam pertimbangan pengambilan keputusan. Mungkin Anda pernah mengalami kegalauan dalam trading, bingung menganalisa banyaknya data dan pergerakan harga pasar setiap kali trading. Jika memang demikian, ada baiknya Anda fokus ke time frame daily dengan memperhatikan daily chart.

Dengan daily chart sebagai acuan utama dalam trading, Anda akan bisa mengatasi beberapa masalah yang mungkin Anda alami saat ini, yaitu :

Over trading – terlalu sering masuk pasar dengan berbagai sebab, mungkin faktor rakus, bimbang, tak ada trading plan, dsb.

Takut masuk pasar– karena kurang percaya diri untuk buka posisi yang berarti mengabaikan peluang yang mungkin bagus.

Over analyzing – menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengamati dan menganalisa pergerakan harga berbagai mata uang dengan berganti-ganti time frame, akibatnya jenuh dan lelah hingga salah masuk posisi.

Kecanduan trading – merasa trading itu asyik dan mengasyikkan hingga melupakan perkerjaan yang lain bahkan keluarga. Walaupun begitu, masih saja loss dan loss terus-terusan hingga Anda heran mengapa masih selalu loss padahal telah menghabiskan banyak waktu untuk trading.

Hasil trading yang tidak konsisten – kadang untung cukup banyak dan kemudian loss yang berakibat hasil trading kita malah minus. Masalah diatas timbul karena Anda tidak fokus ke daily chart. Mengapa?

 

Over trading

Ketika Anda memperhatikan chart dalam trading, Anda sebenarnya sedang berusaha menemukan sinyal-sinyal yang tepat untuk masuk pasar. Perlu Anda ketahui bahwa sinyal-sinyal pada chart dengan time frame dibawah daily (misal 4 hour, 1 hour, 30min, dsb) kurang reliable dibanding daily karena banyak terdapat ‘noise’ didalamnya. Daily chart menghilangkan noise-noise tersebut dan gambar sinyal yang ditampilkan lebih akurat. Mungkin Anda tidak sering masuk pasar, tetapi probabilitas ketepatan sinyal dalam trading Anda lebih besar.

Dengan daily chart Anda bisa trading dengan kuantitas sinyal yang lebih rendah tapi kualitasnya lebih tinggi. Jika Anda telah memahami daily chart, trading pada chart 4 hour atau 1 hour akan lebih mudah dan lebih besar peluangnya untuk sukses. Dari pengalaman saya, chart dibawah 1 hour masih banyak noise sehingga informasi berupa sinyal-sinyal yang ditampilkan banyak yang salah atau menyesatkan. Jadi sebaiknya Anda mahir dulu trading dengan daily chart sebelum mencoba dengan time frame yang lebih rendah.

Satu hal lagi, jika Anda telah terbiasa over trading, biasanya sulit dihentikan karena faktor emosi ikut bermain disini.

Contoh ‘noise’ pada chart 15 menit:

trading pada nonfarm payroll 02

Contoh bias / noise pada chart 15 menit. Minor trend bearish akibat efek news. Contoh pada Emas (XAUUSD)


Bandingkan dengan daily chart yang ‘bersih’ dari noise :

trading pada nonfarm payroll 09

Pada chart dan waktu yang sama, dilihat pada timeframe daily dapat dilihat major trend sesungguhnya. Emas masih berada pada Bullish Trend. Contoh pada Emas (XAUUSD)


Takut masuk pasar

Ketika Anda mendapatkan berbagai informasi dan data untuk trading, baik berupa news ataupun analisa yang datang dari berbagai sumber dan pakar, atau hasil analisa Anda sendiri dari chart, mungkin Anda merasa bingung dan ragu untuk masuk pasar. Apalagi jika Anda kurang memahami strategi trading apa yang sebaiknya digunakan, Anda akan semakin tidak percaya diri dan takut masuk pasar karena banyaknya variabel yang bisa diterapkan dalam trading. Biasanya hal ini terjadi karena Anda tidak fokus pada analisa teknikal pada daily chart.

Over analyzing

Banyak trader yang menghabiskan waktunya berjam-jam untuk mendapatkan dan menganalisa data-data fundamental maupun teknikal dan yakin bahwa prediksi atau analisa para pakar dan analis favoritnya dapat memberikan informasi pergerakan harga pasar. Masalahnya adalah bahwa keseluruhan variabel-variabel tersebut telah tercermin secara natural dan sederhana dalam alur pergerakan harga pada chart.

Menurut saya daily chart paling mewakili gambaran pasar. Jika Anda tidak fokus pada analisa daily chart, mungkin Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk variabel-variabel yang kurang berhubungan dengan pasar sehingga membuat bingung, yang pada akhirnya Anda akan masuk pasar dengan lebih ‘menduga-duga’ daripada analisa logis gerakan harga (price action) yang ada pada daily chart.

Dengan daily chart, Anda bisa trading dengan cara ‘set and forget’. Masuk pasar dan tinggalkan. Anda tidak perlu memantau pergerakan harga tiap jam atau bahkan dari menit ke menit, cukup 30 menit setiap harinya untuk menganalisa trading Anda dengan fokus pada daily chart. Tentu saja Anda harus faham strategi trading yang efektif seperti ‘price action’ pada daily chart.

Kecanduan Trading

Dengan asumsi bahwa time frame rendah memberikan data yang lebih akurat karena lebih banyak sinyal, banyak trader yang keluar masuk pasar hingga kecanduan. Memang benar mereka mendapatkan banyak data dan sinyal, tetapi bukan gambaran pasar yang lebih akurat.

Singkat kata, banyak sekali formasi dan pola gerakan harga yang tidak penting ada pada pada time frame rendah. Untuk mengetahui apa yang telah digambarkan dalam time frame rendah secara menyeluruh kita mesti melihat ke time frame yang lebih tinggi. Hal inilah yang sering dilupakan oleh para trader yang kecanduan trading. Seharusnya mereka fokus pada gambaran pasar yang relevan yaitu pada time frame daily.

Jika Anda telah paham dan mengerti bahwa sinyal-sinyal pada daily chart lebih kuat dan signifikan dibanding dengan time frame yang lebih rendah, Anda tentu tidak akan sering masuk pasar. Trader yang kecanduan trading biasanya main pada time frame rendah yang bisa memancing untuk lebih sering melakukan trade.

Hasil trading yang tidak konsisten

Jika Anda menggunakan time frame rendah, dan sering mengganti time frame ke time frame rendah yang berbeda setiap kali trading, maka boleh jadi hasil trading Anda tidak konsisten. Kadang untung kadang merugi. Hal ini terjadi karena Anda sering masuk pasar tetapi dengan probabilitas sukses yang rendah, karena time frame yang Anda pakai tidak menunjang akurasi sinyal.

Semua sinyal trading pada daily chart lebih jelas dan kuat dibanding time frame yang lebih rendah sehingga lebih efektif dan bisa konsisten dalam trading untuk jangka waktu lama karena reliabilitas sinyalnya lebih tinggi.

Harap diingat bahwa keberhasilan dalam trading ditentukan oleh konsistensi hasil trading Anda. Dan jika ingin meningkatkan hasil trading Anda, seyogyanya Anda memahami analisa pasar dari perspektif yang lebih relevan seperti tercermin pada daily chart.

Bagaimana dengan fokus pada daily chart bisa mengatasi masalah diatas?

Dengan fokus pada daily chart mencegah Anda untuk over trading sebab sinyal yang Anda peroleh lebih sedikit sehingga lebih jarang masuk pasar, tetapi akurasi sinyal lebih tinggi sehingga probabilitas suksesnya lebih besar.

Data yang diberikan oleh daily chart memang lebih sedikit dibanding time frame yang lebih rendah, tetapi jauh lebih relevan dan berhubungan dengan keadaan pasar.

Takut masuk pasar

Kesabaran dan disiplin sangat penting dalam trading. Menunggu sinyal trading yang tepat pada daily chart bisa mempengaruhi Anda dalam mengembangkan kebiasaan postif ini. Dengan kesabaran dan kedisiplinan yang ada, Anda akan lebih percaya diri dalam trading, dan menghilangkan rasa takut masuk pasar.

Jam Penutupan Pasar Forex dan CFD yang Sesungguhnya:

Trading dengan daily chart yang closing timenya pada 5pm New York Time adalah penting untuk dicermati karena pada jam tersebut perdagangan pasar pada hari itu ditutup dan dimulai jam perdagangan baru pada saat pasar New Zealand dibuka. Harga closing sangat penting artinya dimana antara yang ‘bull’ dan yang ‘bear’ telah settle pada hari itu. Karena sesi New York terbesar kedua didunia setelah London dalam hal volume tradingnya, maka sangatlah penting untuk mencermati harga penutupannya (closing).

 

 

Referensi Tambahan: Niel Fuller – Learn to trade the market, Seputar Forex – Mengapa Trading Dengan Daily Chart Membuat Hasil Trading Lebih Baik ?