Fundamental

Hal-Hal yang Sering Dilakukan Oleh Broker Curang

Pinterest LinkedIn Tumblr

Praktik tidak beretika di dunia investasi masih banyak terjadi. Dalam transaksi di bursa berjangka (Multilateral dan Bilateral), pihak yang memfasilitasi nasabah untuk melakukan transaksi disebut pialang alias broker. Perkembangan Industri Brokerage di Indonesia saja diwarnai dengan malpraktek dari broker yang “nakal” meski terdaftar dan memiliki ijin resmi dari BBJ dan Bappebti. Berikut ini pola-pola tidak etis yang sering dilakukan Broker nakal:

Metode Pemasaran yang Sangat tidak Beretika

Mayoritas keluhan masyarakat bersumber dari fakta bahwa tenaga pemasaran yang digunakan oleh perusahaan pialang adalah para oportunis yang tidak memahami esensi perdagangan berjangka dan kosong pengetahuan tentang etika bisnis. Akibatnya banyak sekali nasabah yang terbujuk bertransaksi, padahal mereka tidak tahu, belum siap dan bahkan secara finansial belum layak untuk ikut bertransaksi.

Broker Curang Melakukan Praktek Bucketing

Praktek Bucketing dilakukan dengan mengurangi atau mengecilkan porsi transaksi nasabah yang seharusnya dengan tujuan menguntungkan broker sendiri. Ilustrasi praktek Bucketing yang sering terjadi di perusahaan pialang lokal:

Nasabah memasukkan sejumlah dana Rp 500 juta sementara hanya Rp 100 juta yang dicatat di kliring, sedangkan sisanya ditampung pialang. Transaksi ini tidak dalam skema yang benar. Dengan praktik curang seperti itu, nasabah selalu dirugikan karena dana yang ia setor terkadang kembali lagi namun dalam kondisi rugi atau bahkan tidak balik sama sekali. Nasabah sebaiknya jangan sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada pialang atau broker, kalau pun harus pakai jasa broker atau pialang tetap harus dipantau laporannya secara rinci.

Broker nakal yang ketahuan melakukan praktek Bucketing bisa dibekukan kegiatan operasinya. Biasanya broker nakal akan memberikan nomor rekening segregated account yang tidak terdaftar di Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau rekening segregated account palsu. Untuk melihat nomer segregated account yang terdaftar di KBI dapat dilihat di halaman website PT Kliring Berjangka Indonesia (www.ptkbi.com)

Broker Memanfaatkan Kelemahan Sistem Perdagangan

Karena BBJ, BKDI dan KBI belum mampu menyediakan platform sistem perdagangan yang memenuhi syarat, para penyelenggara Sistem Perdagangan Alternatif mengembangkan sendiri teknologi transaksinya masing-masing. Broker yang nakal bisa memanfaatkan kelemahan ini dengan tidak memberikan akses kepada nasabah terhadap posisi terbuka dan posisi dananya, transaksi sering tidak dilaporkan kepada nasabah, sistim bisa “diset” sedemikian rupa untuk keuntungan pemilik sistim secara tidak fair.

Untuk menghindari malpraktek oleh Broker nakal, anda harus selalu kritis terhadap segala penawaran produk oleh Broker, jangan terbujuk keuntungan yang besar. Pilih broker yang memberikan layanan terbaik, transparan, penawaran harga yang terbaik, biaya transaksi yang kompetitif, kemudahan untuk penarikan dana dan pilih broker yang selalu memberikan laporan posisi dana nasabah ketika anda bertransaksi.

Hal-Hal Sederhana yang dapat Anda Lakukan Dalam Memilih Broker:
  1. Jangan cepat percaya dengan janji memperoleh keuntungan besar;
  2. Kenali pihak yang menemui anda (minta nomor-nomor telepon yang dapat menghubunginya);
  3. Minta nomor izinnya dan periksakan ke BAPPEBTI;
  4. Minta nama perusahaan pialang yang menugasinya;
  5. Pelajari dokumen profil perusahaan pialang tersebut berikut dengan kinerjanya;
  6. Pelajari dokumen pemberitahuan adanya risiko;
  7. Pelajari dokumen kesepakatan nasabah;
  8. Minta nomor rekening khusus untuk nasabah;
  9. Minta sistem pengawasan dan penyelesaian pengaduan nasabah;
  10. Teliti bagaimana pembukaan margin anda dibuat;
  11. Pelajari karakteristik perdagangan produk yang dipilih.

 

Untuk menghubungi Panduan Trading dapat melalui email: [email protected]