Author

Panduan Trading

Browsing

Tim Panduan Trading beberapa hari yang lalu sempat menemui Bapak Doni Nugraha. Beliau adalah salah satu trader yang berhasil menjadikan aktivitas trading sebagai penunjang hidup (Full Time Trader). Sebelum menggeluti dunia Trading, Doni Nugraha adalah seorang manajer di sebuah Bank pelat merah dengan posisi yang cukup strategis.

Doni Nugraha memutuskan untuk menggeluti dunia Trading sejak tahun  2010, dan saat ini lebih banyak  bertransaksi di produk Komoditi terutama di Crude Oil (Minyak Mentah) sebagai produk yang paling sering ditransaksikan.

Kami sempat meminta Doni Nugraha untuk mengisi artikel di Panduan Trading untuk berbagi pengalamannya di dunia Trading. Berikut ini tulisannya semoga dapat memberikan wacana bagi Anda yang ingin memulai atau sudah bertransaksi.

Panduan Trading Trading for Living Doni Nugraha 03

 

Trading For A Living- oleh Doni Nugraha

Di era digital seperti sekarang ini, ada banyak pilihan untuk mendapatkan penghasilan atau menghasilkan uang. Mulai dari bekerja sebagai karyawan, membangun bisnis sendiri, menjadi agen asuransi, membangun jaringan MLM, atau berbisnis secara online.

Beberapa pilihan diatas tentu mempunyai potensi keuntungan maupun resiko yang harus siap kita terima. Menjadi seorang karyawan misalnya pasti akan mendapat penghasilan dan kepastian income setiap bulannya. Namun tentu tidak mempunyai waktu luang yang cukup banyak karena terikat aturan perusahaan tempat dia bekerja.

Panduan Trading Trading for Living Doni Nugraha 01

Membangun bisnis sendiri memberikan potensi keuntungan yang lebih besar dan keleluasaan dalam mengatur waktu sendiri. Namun tentu membutuhkan pengalaman dan modal yang tidak sedikit untuk memulai bisnis tertentu. Tentu masih ada potensi resiko kerugian sampai bangkrut nya bisnis yang kita jalankan.

Nah disini saya akan menyampaikan pilihan lain untuk menghasilkan income / penghasilan tambahan yaitu sebagai seorang trader. Bahkan jika kita menekuni secara disiplin dan serius bukan tidak mungkin profesi ini bisa menjadi sumber untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari atau sering disebut Trading for A Living.

Bagi saya trading adalah bisnis yang menarik karena memberikan kebebasan waktu, tenaga, dan latar belakang. Profesi ini memberikan kebebasan waktu kita sendiri yang mengaturnya, kebebasan tenaga dan modal yang harus kita alokasikan. Juga semua latar belakang profesi kita bisa menekuni bisnis ini asalkan kita mau belajar dan disiplin untuk menjalani bisnis ini.

Panduan Trading Trading for Living Doni Nugraha 02

Adanya potensi keuntungan yang cukup besar dalam rentang waktu yang relatif singkat dan tenaga yang relatif minim membuat trading menjadi sebuah bisnis yang menarik.

Tentu ada resiko yang menyertai potensi keuntungan dalam menjalankan bisnis trading ini. Disinilah tantangannya, kita harus mempunyai bekal yang cukup untuk mau belajar dan terus mengasah diri agar meminimalisir resiko tersebut.

Apa yang harus kita perhatikan untuk memulai menjadi seorang trader ? Kami menyarankan kita harus belajar minimal tiga hal pokok yaitu PMS (Psikologi Trading, Manajemen Keuangan, dan Strategi Trading).

 

Psikologi Trading (Trading Psychology)

Trading merupakan suatu aktivitas yang menggairahkan. Selain rasa senang karena berhasil meraih keuntungan, seorang trader juga pasti mengalami perasaan kecewa akibat kerugian. Terlepas dari perang emosi yang dialaminya, trader sejati akan bersikap tenang dan tidak terlalu (over) excited saat menerima keuntungan maupun kerugian.

Trading berdasarkan emosi adalah musuh utama dari sebuah kesuksesan. Keserakahan dan ketakutan hanya bersifat menghancurkan sehingga intelektualitas lebih diperlukan ketimbang nyali besar.

 

Manajemen Keuangan (Money Management)

Ada 3 hal penting dalam penerapan Money management. Tujuan pertama adalah supaya trader dapat bertahan dan terhindar dari risiko yang dapat menendangnya keluar dari pasar.

Tujuan kedua adalah menghasilkan return (keuntungan) yang stabil dan tujuan ketiga yakni untuk mendatangkan keuntungan yang besar. Aturan utamanya tertuang dalam ungkapan “do not risk thy whole wad” atau jangan pertaruhkan semua di satu tempat. Trader yang kurang berpengalaman biasanya tidak menggunakan prinsip tersebut dengan cara memasang posisi besar dalam satu transaksi.

Money management yang baik akan menghindarkan trader dari kerugian besar di awal transaksi. Seorang trader harus tahu seberapa besar kerugian yang sanggup diterimanya (risk profile) serta kapan dan di level berapa dia harus melakukan cut loss atau reverse (membalik posisi).

Trader yang cakap akan segera keluar dari pasar atau melakukan reverse (membalik posisi) ketika dia sadar bahwa posisinya salah, kemudian menunggu untuk masuk kembali di saat yang tepat.

Hindari sistem atau metode money management lama yang kerap dipakai untuk berjudi seperti Martingale. Dalam prinsip Martingale, pihak yang kalah akan melipatgandakan jumlah taruhan untuk mengembalikan modalnya. Martingale bisa mengakibatkan kerugian trading besar jika kekalahan terjadi secara beruntun.

Keluar dari transaksi saat sedang merugi adalah pilihan yang sulit, namun keluar dari pasar ketika sedang untung adalah jauh lebih sulit. Seorang trader ketika posisi yang dibukanya searah dengan pergerakan pasar akan memunculkan keraguan untuk keluar posisi “hanya” dengan mengantongi keuntungan yang sudah didapat.

Karena jika ia memutuskan keluar posisi dan pasar masih saja bergerak sesuai perkiraannya, maka akan timbul penyesalan. Biasanya setelah masuk posisi lagi, dia akan menahannya lebih lama dan disinilah pasar kerap berbalik arah dan merugikan.

Kesalahan terburuk seorang trader adalah menghitung profit ketika sedang membuka posisi. Padahal dia seharusnya mengingat kembali tujuan money management yang kedua, yaitu menghasilkan profit secara stabil dan keluar posisi ketika target kentungannya telah dicapai. Keserakahan hanya akan merusak pola pikiran trader.

Apabila sudah sukses dalam suatu transaksi, trader dapat memilih untuk mencairkan keuntungan atau menginvestasikannya kembali. Nah, meskipun hal ini terlihat sepele namun prinsip yang ingin saya tekankan sebenarnya perlu Anda lakukan. Nikmatilah keuntungan yang telah Anda peroleh, tidak perlu tergesa-gesa dalam bertransaksi kembali. Ambil keuntungan untuk Anda gunakan secukupnya dalam memenuhi kebutuhan dan nikmati waktu Anda untuk menikmati hidup.

 

Strategi Trading (Trading Strategy)

Musuh utama seorang trader adalah dirinya sendiri. Sebaik apapun Money Management, kerugian akan tetap menghampiri apabila sistem tradingnya tidak dapat dihandalkan. Mulailah dengan menaklukkan diri Anda sendiri, ciptakan sistem trading yang sesuai dengan karakter dan terapkan Money Management yang disiplin untuk menghasilkan profit. Strategi trading terbaik adalah strategi yang dapat dihandalkan.

 

Dengan mengkombinasikan tiga hal pentng dalam trading yaitu : Psikologi, Manajemen Keuangan dan Strategi Trading, maka seorang trader dapat memiliki kinerja transaksi yang baik pula. Demikian tulisan dan pandangan saya mengenai  Trading for A Living, semoga dapat bermanfaat.

 

Pengelompokan atau segmentasi Mata Uang global membantu kita untuk memahami keterkaitan antar mata uang dan faktor apa saja yang mempengaruhi pergerakannya.

Dengan memahami pengelompokkan ini kita dapat menghindari “noise” di market. Yang dimaksud dengan noise ini adalah “market participant” (bisa dari institusi atau perorangan).

Noise ini bisa berasal dari para analis keuangan, lembaga keuangan atau bahkan broker anda sendiri atau dengan kata lain orang-orang dengan konflik kepentingan (conflict of interest). Maksudnya bagaimana?

Contoh Noise di Market:

Analis saham dari sekuritas A merekomendasikan untuk membeli saham sektor tambang dengan alasan A, B, C, D.

Kemudian, investor yang mendengar kabar tersebut bereaksi membeli saham sektor tambang. Padahal client-client dari perusahaan sekuritas A lah yang ingin melepas saham sektor tambang yang masih dipegangnya dengan harga tinggi.

Contoh lainnya, di tahun 90an terkenal dengan “Silver Manipulation” yang ternyata dibalik itu terungkap nama Warren Buffet dan PhiBro.  “Market Manipulation: The Greatest Scam of All Time”.

Noise ini ada di semua pasar, tidak terkecuali di pasar forex spot dan komoditi. Untuk memfilter noise di market ini, Panduan Trading selalu merekomendasikan menggunakan Trading Tools dalam bertransaksi untuk menghindari subyektifitas dan berita-berita yang  belum tentu benar.

Panduan kali ini ingin membahas tentang bagaimana Investment Bank mengelompokkan mata uang (currency) dari dan bagaimana mereka menangkap peluang di forex market. Ini adalah fundamental yang harus dipahami trader di forex market untuk memfilter noise di market.

kategori forex market

 

Definisi dari Investment Bank…
G10 Currencies
US Dollar USD
Euro EUR
Japanese Yen JPY
British Pound GBP
Swiss Franc CHF
Australian Dollar AUD C
New Zealand Dollar NZD C
Canadian Dollar CAD C
Swedish Krona SEK
Norwegian Krone NOK C
Emerging Currencies (EMEA)
Czech Koruna CZK
Egyptian Pound EGP C
Hungarian Forint HUF
Iceland Koruna ISK C
Israeli Shekel ILS
Polish Zloty PLN
Romanian Leu RON
Russian Rouble RUB C
South African Rand ZAR C
Turkish Lira TRY C
Ukrainian Hryvnia UAH C
Emerging Currencies (EMEA / GCC)
Kuwaiti Dinar KWD CP
Saudi Arabian Riyal SAR CP
UAE Dirham AED CP
Bahrainian Dinar CP
Omani Riyal CP
Qatar Riyal CP

*EMEA (Europe, Middle East & Africa). *GCC (Gulf Council Cooperation)

Emerging Currencies (Asia)
Chinese Yuan CNH CP
Hongkong Dollar HKD P
Indian Rupee INR C
Indonesian Rupiah IDR C
Kazakhstan Tenge KZT C
Korean Won KRW
Malaysian Ringgit MYR C
Phillipine Peso PHP
Singapore Dollar SGD P
New Taiwan Dollar TWD
Thai Baht BHT
Vietnamese Dong VND
Emerging Currencies (LATAM)
Argentine Peso ARS C
Brazilian Real BRL C
Chilean Peso CLP C
Colombian Peso COP C
Mexican Peso MXN C
Peruvian New Sol PEN C

*LATAM (Latin America)

Keterangan:

  • C    : Commodity Float
  • P    : Pegged
  • CP : Commodity Pegged

 

Bagi seorang trader volatilitas adalah penting untuk dipahami.  Sebuah event baik political event atau macro economic event akan menciptakan volatilitas, dimana volatilitas akan meningkatkan peluang trading (trading opportunity).

Untuk itu penting dipahami pengelompokan (segmentasi) mata uang karena kondisi ekonomi satu negara dengan negara lainnya memiliki keterkaitan.

Selain mengkategorikan / segmentasi mata uang berdasarkan lokasi (geographical), segmentasi lainnya dibagi berdasarkan potensi peluang trading.

Currency “Regime” (Floating / Pegged) dan pengaruhnya terhadap faktor “Exogenous” mitra dagang suatu negara lebih penting dari pada sekedar faktor lokasi (geographical).

Salah satu aspek penting dalam trading Forex adalah anda harus memahami kejadian atau peristiwa apa yang akan menyebabkan terjadinya peningkatan volatilitas dan bagaimana kita dapat meraih peluang tersebut.

Semakin tinggi volatilitas, semakin tinggi keuntungan yang dapat diraih.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan naiknya volatilitas biasa disebabkan oleh Macro Economic Event dan Political Event atau bahkan (National Security) kondisi keamanan suatu negara.

Beberapa contoh Peristiwa yang Memiliki Dampak Besar Terhadap Forex Market:

  • Peristiwa referendum Britania Raya keluar dari kawasan Uni Eropa (Brexit),
  • Bank Sentral Swiss (SNB) memutuskan untuk melepas Peg mata uang Swiss Franc (CHF) terhadap Euro,
  • Bank Sentral Inggris (BOE) memutuskan untuk keluar dari European Exchange Rate Mechanism (ERM),
  • Pemilu Pesiden AS terpilihnya Donald Trump,
  • Bencana alam Fukusima Jepang,
  • 97-98 Asian Financial Crisis dsb.

 

Empat Kategori Utama dari Segmentasi:
  1. Ex Commodity Floating
  2. Ex Commodity Pegged
  3. Commodity Floating
  4. Commodity Pegged

 

1. FOREX Market (Ex Commodity) Floating
Developed Float CODE
US Dollar USD
Euro EUR
Japanese Yen JPY
British Pound GBP
Swiss Franc CHF
Swedish Krona SEK

 

EMEA Float CODE
Czech Koruna CZK
Hungarian Forint HUF
Israeli Shekel ILS
Polish Zloty PLN
Romanian Leu RON
Ukrainian Hryvnia UAH

 

Asia Pacific Float CODE
Korean Won KRW
Phillipine Peso PHP
New Taiwan Dollar TWD
Thai Baht BHT
Vietnamese Dong VND

 

LATAM Float CODE

 

2. FOREX Markets (Ex-Commodity) Pegged
Developed (ExCom) CODE
Danish Krone* EUR/DKK

 

Asia (ExCom) CODE
Hongkong Dollar USD/HKD
Singapore Dollar SGD/?

 

3. FOREX Markets (Commodity Floating)
Developed Commodity Float CODE
Australian Dollar AUD
New Zealand Dollar NZD
Canadian Dollar CAD
Norwegian Kroner NOK

 

EMEA Commodity Float CODE
Egyptian Pound EGP
Icelandic Krona ISK
Russian Rouble RUB
South African Rand ZAR
Turkish Lira TRY

 

Asia Commodity Float CODE
Indian Rupee INR
Indonesian Rupiah IDR
Kazakhstan Tenge KZT
Malaysian Ringgit MYR

 

LATAM Commodity Float CODE
Argentine Peso ARS
Brazilian Real BRL
Chilean Peso CLP
Colombian Peso COP
Mexican Peso MXN
Peruvian Peso PEN

 

4. FOREX Markets (Commodity) Pegged
EMEA Commodity PEG CODE
Kuwaiti Dinar KWD/?
Saudi Arabian Real USD/SAR
UAE Dirham USD/AED
Bahrainian Dinar BHD/USD
Omani Rial OMR/USD
Qatar Riyal USD/QAR

 

Asia Commodity Pegged CODE
Chinese Yuan CNH/?

 

Penjelasan…

Dari tabel diatas, apabila dijumlahkan kita memiliki 46 mata uang. 36 mata uang menggunakan Floating Currency Regime dan 10 mata uang menggunakan Pegged / Fixed Regime.

Dari 46 mata uang, tinggal 36 mata uang saja yang memiliki potensi untuk ditransaksikan di Forex spot market karena 10 mata uang tersebut masuk ke dalam kategori Pegged / Fixed Regime, sehingga pergerakannya dibatasi (diintervensi di level tertentu) oleh Bank Sentral negara bersangkutan.

Kemudian dari daftar diatas, 17 mata uang menggunakan Floating Regime. Yang termasuk dalam kategori ini adalah “Ex-Commodity Floating” / Non Commodity Currencies yang berarti mata uang negara tersebut tidak terpengaruh signifikan terhadap perubahan harga komoditi.

19 mata uang lainnya termasuk ke dalam “Commodity Currencies” yang berarti mata uang negara tersebut memiliki dampak signifikan terhadap perubahan harga komoditi.

Dari 19 mata uang tersebut, 4 mata uang masuk ke dalam G10 Currencies / Develop Economies dan memiliki dampak signifikan terhadap perubahan harga komoditi.

 

Contohnya dapat dilihat pada grafik berikut:

Korelasi Australian Dollar AUDUSD (Develop Commodity Float) terhadap Index Komoditi:

australian dollar korelasi terhadap perubahan komoditi

Dengan penurunan harga komoditi global, mata uang yang memiliki dampak signifikan terhadap perubahan harga komoditi juga akan mengalami pelemahan.

Harga komoditas berada di puncaknya pada tahun 2011, dan hingga sekarang masih dalam trend menurun (downtrend).

 

Contoh Lainnya:

Korelasi Palm Oil (minyak sawit) dengan Mata Uang Malaysian Ringgit (Asia Commodity Float). Sebagai negara penghasil Palm Oil terbesar di dunia pertumbuhan ekonomi Malaysia bergantung terhadap hasil ekspor Palm Oil.

Dengan pelemahan harga komoditi Palm Oil tentunya ini berdampak signifikan terhadap mata uang Ringgit Malaysia.

 

Selanjutnya…

 

Seluruh mata uang yang masuk dalam kategori LATAM (Latin America) menggunakan Floating Regime, namun memiliki dampak signifikan terhadap perubahan harga komoditi. (Commodity Float).

Mata uang negara yang masuk ke dalam kategori EMEA (Europe, Middle East & Africa) yang menggunakan Pegged / Fixed Regime adalah negara-negara GCC (Gulf Cooperation Country).

Denmark adalah satu-satunya negara yang masuk ke dalam Develop Economy dengan Pegged / Fixed Regime. Danish Krone (DKK) dipatok pergerakannya (pegged) terhadap Euro.

Hongkong Dollar (HKD) dan Singapore Dollar (SGD) adalah mata uang Asia yang tidak memiliki dampak signifikan terhadap perubahan harga komoditi namun pergerakannya dipatok (pegged) terhadap mata uang negara tertentu (menggunakan Pegged / Fix Regime).

Chinese Yuan (CNH) adalah satu-satunya mata uang diluar GCC (Gulf Cooperation Council) yang memiliki dampak signifikan terhadap perubahan harga komoditi dan juga dipatok pergerakannya (pegged) terhadap US Dollar.

Singapore Dollar (SGD) dan Kuwaiti Dinar (KWD) adalah mata uang yang menggunakan Pegged / Fixed Regime namun tidak mempublikasikan secara terbuka mata uang negara tersebut dipatok pergerakannya terhadap mata uang apa.

segmentasi forex 01

segmentasi forex 03

Sumber: Anton Kreil of Instutrade (ex Goldman Sach Trader)

 

Demikian panduan singkat mengenai definisi dan kategorisasi (segmentasi) Mata Uang menurut Investment Bank. Definisi dan kategorisasi lembaga keuangan lain mungkin akan terdapat sedikit perbedaan. Dengan memahami kategorisasi ini semoga dapat memberikan tambahan wawasan (fundamental) tentang forex market.

 

Salah satu cara teknik trading terbaik yang sangat akurat adalah menggunakan analisis pergerakan harga Pivot Daily bagi Intraday Trader serta Pivot Weekly dan Monthly untuk Position Trader.

Materi sebelumnya telah dibahas panduan penggunaan pivot point untuk teknik trading intraday. Untuk penjelasan selengkapnya dapat dilihat di:

Panduan Teknik Intraday Trading dengan Indikator Pivot Point

Teknik ini (dan Fibonacci) dipakai oleh banyak trader profesional. Secara umum, garis pivot ini berfungsi sebagai garis otomatis level Supply (Sell) and Demand (Buy) Daily, Weekly atau Monthly.

Dengan menggunakan pivot point, anda tidak perlu repot membuat perkiraan garis Supply and Demand. Pivot point juga digunakan untuk menentukan batas Support dan Resistance.

indikator pivot point metatrader4 mt4 03

 

Garis Pivot ini digunakan sebagai pedoman batas titik entry Open Posisi Buy / Sell serta Take Profit dengan metode Price Action atau dapat menggunakan acuan indikator konvensional lainnya untuk menentukan arah pergerakan harga.

Pivot point juga dapat dikombinasikan menggunakan trading tool seperti aplikasi Autochartist dengan analisa chart patterns / fibonacci patterns / key levels approaches / breakouts.

Dengan adanya penggunaan Pivot Point akan mengoptimalkan Profit dan meminimalisir Loss dalam trading.

Untuk Entry atau Take Profit hanya dilakukan sekitar garis level Pivot, jangan melakukan entry jika tidak disekitar garis Pivot, karena harga akan bergerak liar (belum maksimal mencapai harga terendah untuk Buy dan tertinggi untuk Sell).

Secara umum Buy dilakukan di bawah sembarang garis Pivot, Take profit disekitar garis Pivot berikutnya di atas harga Open posisi saat ini.

Sell dilakukan diatas sembarang garis Pivot, Take profit disekitar garis pivot berikutnya di bawah harga open posisi saat ini.

 

Indikator Pivot Point untuk Metatrader 4 ini terdiri dari 2 bagian yaitu :

1. THV4 TzPivotsD (Black), Indikator Pivot Daily (Harian) mode Classic / Standard atau Fibonacci. Indikator Pivot Daily digunakan untuk teknik intraday trading atau dapat dikombinasikan dengan Pivot Weekly untuk intraday trading.

2. THV4 TzPivotsMW (Black), Indikator Pivot Weekly (mingguan) dan Monthly (bulanan) Pivot mode classic / standard  atau fibonacci. Indikator Pivot Weekly dan Monthly atau kombinasi keduanya untuk teknik position trading.

Tampilan Indikator Pivot Pivot Daily di terminal Meta Trader 4 :

indikator pivot point metatrader4 mt4 02

 

Setting Indikator Pivot Daily di MT 4 :

Tampilkan Indikator yang ada dengan menekan bersamaan tombol CTRL I

  • Pilih THV4 TzPivotsD (Black) (keterangan 1)
  • Klik Edit (keterangan 2)
  • Pilih tabulasi Inputs (keterangan 3)
  • HrsServerTzFrom GMT untuk setting zona waktu, setiap broker menggunakan zona waktu berbeda-beda tinggal disesuaikan.
  • Show_1Daily_2Fibonacci = 1 untuk Pivot Biasa/classic atau 2 untuk mode Fibonacci (keterangan 4).
  • Klik OK (keterangan 5)

indikator pivot daily setup 01

 

Setting Indikator Pivot Weekly dan Monthly di MT 4 :

Tampilkan Indikator yang ada dengan menekan bersamaan tombol CTRL I

  1. Pilih THV4 TzPivotsMW (Black) (keterangan 1)
  2. Klik Edit (keterangan 2)
  3. Pilih tab Inputs
  4. Variable Pivots_LineStyle_01234 value=0 (keterangan 3)
  5. Variable Pivots_SolidLine_Thickness value=2 (keterangan 3)
  6. Variable LineStyle_Today_01234 value=0 (keterangan 3)
  7. Variable SolidLine_Thickness_Today value=2 (keterangan 3)
  8. Variable Apply_FullScreen_Lines value=true (keterangan 3)
  9. Klik OK

indikator pivot weekly monthly setup 02

 

Pilihan untuk menampilkan Weekly atau Monthly Pivot :

  • Menampilkan Weekly Pivot : variable ShowWeeklyPivots value=true
  • Menonaktifkan Weekly Pivot : variable ShowWeeklyPivots value=false
  • Menampilkan Monthly Pivot : variable ShowMonthlyPivots value=true
  • Menonaktifkan Monthly Pivot : variable ShowMonthlyPivots value=false

indikator pivot weekly monthly setup 05

 

Pilihan untuk menampilkan Weekly atau Monthly Pivot mode Classic / Fibonacci :

  • variable M_use_Day_formula value=true (Mode Monthly Pivot Classic)
  • variable M_use_Day_formula value=false (Mode Monthly Pivot Fibonacci)
  • variable W_use_Day_formula value=true (Mode Weekly Pivot Classic)
  • variable W_use_Day_formula value=false (Mode Mode Weekly Pivot Fibonacci)

 

Untuk menyimpan hasil setting indikator Pivot dapat dilakukan dengan cara : Pilih Charts (langkah 1), kemudian pilih Template (langkah 2), pilih Save Template (langkah 3).

indikator pivot weekly monthly setup 03

 

P.S. Dianjurkan open posisi Buy atau Sell ketika ada pergantian sesi market (GMT+7):

  • Masuknya sesi Asia/Tokyo open jam 08:00 -09:00 WIB
  • Masuknya sesi eropa/UK/London open jam 14:00-16:00 WIB
  • Masuknya sesi USA/New York open jam 19:30-21 WIB

 

 

Problem terbesar yang paling sering dialami (terutama trader pemula) terlalu cepat mengambil profit dan terlalu lama menahan loss. Hal ini menjadi momok yang membuat orang “kapok” memulai usaha di bidang online trading.

Apabila Anda salah satu orang yang mengalami tersebut, gunakanlah indikator Pivot Point. Indikator Pivot Point akan membantu anda untuk menentukan level-level kunci pergerakan harga dengan mudah.

Penjelasan Pivot Point

Salah satu teknik trading terbaik adalah menggunakan garis Pivot (Pivot Point). Teknik ini digunakan oleh sebagian besar profesional trader.

Pivot point juga digunakan Bank Sentral untuk menentukan seberapa jauh harga sebuah instrumen keuangan di pasar akan diintervensi (level intervensi).

Nah, materi kali ini akan memberikan panduan penggunaan pivot point untuk meningkatkan performa trading anda.

Pivot point adalah indikator yang memiliki kelompok level harga, digunakan untuk mengidentifikasi “tipping points” (titik-titik pembalikan trend) di market.

Dengan menggunakan pivot point identifikasi tipping points di market cukup mudah dengan hasil yang akurat.

Memberikan probabilitas entry dan exit yang lebih tinggi untuk menghasilkan keuntungan dan manajemen risiko yang lebih baik.

Pivot Point dan Repaint Indicator

Saat ini indikator yang ada terdiri dari 2 kategori, yaitu: leading dan lagging indikator, sering disebut juga repaint indicator karena dianggap terlalu lambat dan terlalu cepat.

Lagging indikator artinya ketinggalan (terlalu lambat). Biasanya harga bergerak lebih dulu, baru indikator mengikuti dengan membentuk sinyal. Contoh dari lagging adalah Moving Average.

Sedangkan leading indikator terlalu awal mengetahui sinyal trend, contohnya adalah indikator jenis Oscillator.

Indikator pivot point termasuk indikator non-repaint yang secara otomatis menghitung nilai garis Support dan Resistance yang ditampilkan pada chart.

Pivot point sangat baik digunakan untuk mengenali posisi entry dan memilih target yang jelas.

Garis Level Pivot juga berfungsi untuk memfilter fake signal dari indikator standar (contoh MACD, Stochastic, RSI, Moving Average) dan sangat efektif untuk mengindentifikasi kondisi pasar.

Menggunakan Pivot Point

Sebenarnya tidak ada aturan baku menggunakan indikator Pivot Point, indikator ini dapat dikombinasikan dengan indikator dan strategi trading lainnya.

Penggunaannya tinggal disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan dan risk profile.

Pivot point dibagi menjadi (menurut interval waktu):

  • Daily (Harian)
  • Weekly (Mingguan)
  • Monthly (Bulanan) dan
  • Yearly (Tahunan)

Menurut metode penghitungannya dibagi:

  • Classic / Traditional
  • Fibonacci
  • Woody
  • Camarilla
  • De Mark

Dimana menghasilkan level atau garis support dan resistance yang berbeda-beda. Penentuan jenis pivot point apa yang akan digunakan tergantung dengan kebutuhan dan strategi trading yang digunakan.

Misalnya untuk strategi trading intraday (day trade) lebih sesuai menggunakan pivot point daily atau weekly.

Untuk strategi positioning trading dengan menahan posisi sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan lebih sesuai menggunakan jenis pivot point monthly dan yearly.

teknik intraday trading pivot point cover
 

Penjelasan Teknik Intraday Trading dengan Pivot Point

Contoh berikut adalah setting pivot point untuk intraday trading.

Kali ini saya ingin menjelaskan dengan menggunakan platform TradingView.com dimana sudah tersedia built in indicator yang cukup lengkap.

Untuk platform Metatrader 4 harus ditambahkan indikator Pivot Point. Penjelasan penggunaan, setting dan instalasinya dapat dilihat pada artikel:

Indikator Pivot Point untuk Meta Trader 4 (MT4) 

Berikut ini contoh setting indikator pivot point untuk teknik intraday trading:

  1. Pivot point yang digunakan untuk teknik trading intraday adalah Daily pivot point dengan timeframe 15 menit.
  2. Menggunakan kombinasi dua pivot point, dengan penghitungan metode Fibonacci (garis merah muda pada chart dibawah) dan De Mark (garis biru pada chart dibawah).
  3. Apabila menggunakan strategi breakout trading, indikator lainnya yang dapat ditambahkan adalah indikator break high dan break low (garis putus-putus atau titik-titik pada chart dibawah).
  4. Entry posisi di jam-jam tertentu saja, misalnya untuk mata uang EURUSD bisa entry posisi di antara jam 13.00 WIB, 14.00 WIB dan 15.00 WIB.
  5. Materi market session dan jam trading terbaik sudah pernah dibahas pada artikel sebelumnya Open Market Session, Jam Trading Forex. Anda dapat menggunakan acuan jam trading untuk entry posisi.
Berikut ini contoh tampilannya:
eurusd breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada EURUSD

Dari chart diatas dapat dilihat dengan jelas bahwa harga bergerak menuju level-level tertentu (pada contoh harga bergerak dari garis resistance R1, garis tengah P dan garis support S1).

Dengan menggunakan pivot point, anda dapat menentukan level entry dan price target (exit) dengan mudah.

Untuk pengambilan posisi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu menggunakan strategi Pullback / Retracement dan Strategi Breakout.

Contoh Pengambilan posisi dengan Strategi Pullback / Retracement. Entry Sell dapat dilakukan di garis sekitar R1, setelah terjadi pembalikan ke atas (panah warna biru paling atas).

Untuk strategi Breakout, pengambilan posisi Entry Sell dilakukan pada saat harga bergerak disekitar garis pivot warna biru (De Mark) setelah pergerakan harga terkonfirmasi menembus harga low sebelumnya.

Pertimbangan pengambilan posisi didasarkan atas:

  1. Market Sentiment
  2. Analisa pergerakan harga di sekitar garis pivot.

Price Target atau Take Profit di garis atau level pivot dibawah. Atau bisa juga menahan posisi sebelum masuk ke sesi berikutnya. (antisipasi terjadinya pembalikan harga).

Untuk penentuan Take Profit ini tergantung pada risk reward, karena masing-masing trader memiliki profil risk reward yang berbeda-beda.

Penempatan Stop Loss dapat menggunakan acuan dari Analisis Volatilitas Autochartist Expert Advisor dan Web Application atau menggunakan indikator Average Daily Range (ADR).

Secara umum, pivot point berfungsi sebagai garis otomatis level Supply (Sell) and Demand (Buy), anda tidak perlu repot membuat perkiraan garis Supply & Demand.

Contoh Lainnya:
gbpusd breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada GBPUSD
audusd breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada AUDUSD (Sesi Asia)

Perhatikan chart diatas, pada sesi Australia (Asia) terjadi gap down pada awal pembukaan market. Strategi trading yang dapat digunakan adalah strategi gap trading.

Open buy ketika harga menyetuh level support (S1) dan Close posisi di garis Pivot (P). Strategi ini termasuk strategi Pullback / Retracement.

Selanjutnya…
usdjpy breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada USDJPY (Sesi Asia)
usdcad breakout intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada USDCAD (Sesi Amerika)

Entry atau Take Profit sebaiknya dilakukan sekitar garis level pivot (support, resistence dan pivot) jangan entry jika tidak disekitar garis level pivot karena harga akan bergerak liar (belum maksimal mencapai harga terendah untuk Buy dan tertinggi untuk Sell).

Indikator pivot point dapat digunakan dan dapat bekerja dengan pada jenis instrumen lainnya seperti Stock Index. Berikut contohnya:

uk100 intraday trading
Contoh Teknik Pivot Point pada Index FTSE100
Pivot Point dan Level Intervensi Bank Sentral
Level Intervensi Bank Indonesia

Pivot point juga digunakan oleh Bank Sentral untuk mengintervensi mata uang atau instrumen keuangan lainnya. Contoh diatas adalah level intervensi Bank Sentral Indonesia (BI) untuk mata uang Rupiah.

Intervensi mata uang biasa dilakukan oleh Bank Sentral di sebuah negara yang menganut sistem (Currency Regime) Managed Float dan Fixed Exchange Rate.

Untuk mengintervensi sebuah mata uang tentunya sebuah Bank Sentral menggunakan cadangan devisa. Apa yang terjadi apabila Bank Sentral tidak lagi bisa menggunakan cadangan devisanya membendung pelemahan atau penguatan sebuah mata uang?

Pivot Point pada Aplikasi Autochartist

autochartist usdjpy horizontal

Pivot point dapat digunakan sebagai pedoman batas titik entry Open Posisi BUY/SELL serta Take Profit dengan metode Price Action atau menggunakan acuan indikator lainnya untuk menentukan arah pergerakan harga.

Dapat juga dikombinasikan dengan aplikasi Autochartist dengan analisa Chart Patterns / Fibonacci Patterns / Key Levels Approaches / Breakouts.

Aplikasi Autochartist memudahkan kita untuk mengidentifikasi level-level penting pergerakan harga. Level-level penting akan diindentifikasikan secara otomatis.

Sinyal Autochartist berjenis garis horizontal (Key Level Approach dan Breakout) mampu mengidentifikasi garis pivot (support dan resistance) secara otomatis.

Sinyal trading ini memiliki success rate yang cukup tinggi dibandingkan dengan kategori sinyal Chart Pattern maupun Fibonacci Pattern.

Performa Statistik sinyal trading garis horizontal (Key Level Approach) Autochartist memiliki success rate diatas 80% yang dapat dilihat pada tabel berikut ini:

key level approcah statistic

Teknologi keuangan dapat membantu kita untuk mengukur tujuan (profit) dan kalkulasi risiko dengan jelas.

Gunakan aplikasi yang dapat membantu untuk mengukur kinerja portfolio anda, jangan sekedar menggunakan “feeling” ketika bertransaksi di pasar.

Indentifikasi Kondisi Pasar

Tidak selamanya kondisi pasar menguntungkan bagi trader, tentunya teknik trading dengan pivot point ini terdapat kelemahan pada kondisi pasar tertentu, seperti contoh berikut ini.

djia intraday trading
Contoh kondisi pasar Sideways pada Index Dow Jones Industrial

Kondisi pasar Sideways / Coiling / Konsolidasi memang kondisi pasar yang tidak menguntungkan untuk teknik intraday. Pergerakan harga hanya bolak-balik dalam range tertentu, ini dapat membingungkan trader yang masuk ke pasar.

Pivot point juga dapat membantu anda dalam indentifikasi pasar. Anda dapat melihat arah trend dengan jelas.

Untuk menghasilkan profit yang konsisten dibutuhkan manajemen risiko / keuangan yang baik. Ketahanan dana juga menjadi faktor penting untuk dapat meraih winning trades.

Trader ataupun investor yang mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten memiliki sistem pengelolaan keuangan yang baik.

market sentiment intraday

Selain itu perhatikan juga faktor market sentiment yang akan terjadi pada hari itu. Untuk teknik intraday trading, sentiment yang bersifat short term (macro economic news event) wajib untuk diperhatikan.

Pergerakan harga di pasar didasari oleh antisipasi akan sebuah peristiwa (baik yang bersifat macro economic event maupun political event) yang akan terjadi.

Demikian penjelasan singkat mengenai Teknik Intraday Trading dengan menggunakan indikator Pivot Point.

Jika ada pertanyaan, ide menarik lainnya, atau sekedar ingin kenalan dengan kami, dapat menulis di kolom komentar di bawah.

Autochartist Web Application adalah aplikasi market scanning yang akan memberikan trading signal secara otomatis setiap harinya.

Untuk dapat menggunakan Autochartist Web Application, kita tidak perlu menginstal aplikasi apapun, cukup login di situs Autochartist sesuai username dan password di MT4.

Aplikasi ini berjalan di atas web browser seperti Google Chrome, Safari, Mozilla Firefox dan Microsoft Internet Explorer.

Pada artikel sebelumnya telah dibahas instalasi dan penggunaan Trading Tool Autochartist versi Expert Advisor Plugin yang diinstal dan akan muncul pada terminal Meta Trader 4.

Artikel lengkapnya dapat dibaca disini:

Panduan Trading Menggunakan Autochartist Expert Advisor

 

Nah pada artikel kali ini kami akan membahas panduan dan strategi trading dengan tools Market Scanning Autochartist versi Web Application.

Dimana prediksi dari analisa pergerakan harga instrumen keuangan akan di tampilkan di web browser.

 

panduan trading penggunaan autochartist web application

Autochartist Web Application ini akan memberikan banyak sekali sinyal otomatis BUY atau SELL, tanpa repot-repot menggunakan analisa berdasarkan indikator konvensional.

Dimana keputusan BUY atau SELL, sangat tergantung dari subyektifitas pemahaman anda dalam menafsirkan hasil pembacaan dari sederetan indikator trading.

 

1. Cara Mengakses Autochartist Web Application

Sebelum dapat mengakses Autochartist Web Application anda harus memiliki akun di salah satu broker yang mendukung  Autochartist.

Contoh berikut adalah cara mengakses Autochartist Web Apllication pada broker yang kami gunakan yaitu Monex Investindo Futures (MIFX).

Untuk broker lainnya cara mengakses Autochartist Web Application terdapat beberapa perbedaan.

 

 

Pilih Kolom Autochartist pada menu sebelah kiri > pilih Login Autochartist Website untuk mengakses Autochartist Web Application.

autochartist client area

 

Setelah itu tunggu kira-kira 1-2 menit, akan muncul tampilan progress bar di halaman web browser.

tampilan autochartist 01

Muncul kotak dialog pemilihan Language, pilih misalnya English, klik button Next untuk melanjutkan.

tampilan autochartist 02

 

Muncul kotak dialog pemilihan Choose your timezone, pilih misalnya Asia/Jakarta, klik button Next untuk melanjutkan.

tampilan autochartist 03

 

Muncul kotak dialog Receive Email Notification, isikan alamat email anda pada baris  Email Address , klik button Finish untuk melanjutkan

tampilan autochartist 04 copy

 

2. Penjelasan Halaman Antar Muka Autochartist Web

Kita tidak akan membahas satu per satu fitur yang ada pada Autochartist Web Application.

Pada artikel ini, pembahasan akan difokuskan pada Trading Opportunities dan bagaimana cara menggunakan trading signal Autochartist Web Application.

Pada menu Trading Opportunities akan muncul tampilan dari Autochartist yang berisi analisa berbagai macam Forecasting Symbol yang dapat dipilih dari Results Pane.

Dengan menggunakan tool Autochartist ini, anda tidak perlu melakukan analisis secara manual untuk memprediksi arah pergerakan harga.

Autochartist Web Application memberikan prediksi (forecast) pergerakan harga berbagai instrumen keuangan secara otomatis.

tampilan halaman awal autochartist edit 02

 

Menu Trading Opportunities (no 1) terdiri dari:

  • Kolom Searches (no 2)
  • Kolom Pattern Display  (no 3)
  • Price Movement (no 4)
  • Kolom Filter Trading Opportunities (no 5)
  • Kolom Results dari Active Trading Opportunities (no 6) dan Expired Trading Opportunities (no 7) berisi beberapa kolom judul.
Penjelasan dan Fungsi:

Untuk penjelasan dan fungsi dimulai pada kolom Result filter, Active Trading Opportunities dan Expired (kadaluarsa) Trading Opportunities.

tampilan halaman awal autochartist edit 03

Tabulasi Result Filter (no 5), berfungsi untuk memfilter tipe kondisi yaitu

  1. Completed (Selesai) dan Breakouts (Harga Menembus Level Tertentu)
  2. Emerging (Pembentukan) dan Approaches (Mendekati).

Tabulasi Active Trading Opportunities (no 6) berfungsi menampilkan berbagai macam trading signal yang sedang berkembang (Emerging) atau sudah terbentuk (Completed) ke arah BUY atau SELL.

Makin baru symbol yang muncul akan di beri tanda seru (!).

Tabulasi Expired Trading Opportunities (no 7) yaitu trading signal yang  yang sudah tidak bisa digunakan lagi, karena sudah melewati batas waktu forecasting yang telah ditetapkan, atau level forecasting sudah tercapai.

Selanjutnya…

tampilan halaman awal autochartist edit 04

Tabulasi Pattern Display (no 3) dan Price Movement (no 4) menampilkan trading signal dari Symbol yang di pilih di Tabulasi Results (no 6 dan no 7).

Pada contoh ini adalah pair Foreign Exchange GBPUSD dengan Time Frame 1440 menit atau 1 hari. Yang paling inti dari kolom Price Movement adalah : baris Interval, Direction, dan Forecast Price.

Results Pane dari Active Trading Opportunities (no 6) dan Expired Trading Opportunities (no 7) terdiri dari daftar:

panduan autochartist web application resulta pane 01

Kolom Judul (no 1)

Menampilkan jenis dari instrumen yang diperdagangkan, tanda (!) berarti entry terbaru yang sedang ditambahkan pada daftar.

Kolom Symbol (no 2)

Menampilkan Pair Foreign Exchange atau nama Komoditi (misal XAGUSD/Silver Spot) serta arah trend BUY atau SELL, yang di tandai segitiga warna hijau untuk BUY dan segitiga warna merah untuk SELL.

Serta abu-abu untuk trend yang belum jelas terbentuk (kemungkinan baru berupa koreksi harga), untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Symbol.

Kolom Interval (no 3)

Menampilkan Time Frame dari analisa pattern, yaitu 15, 30, 60, 240 dan 1440 menit, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Interval.

Untuk Intraday Trading system, hanya akan digunakan Time Frame 15 dan 30 menit.

Time Frame 60 dan 240 dipakai untuk Swing Trading System di mana posisi ditahan lebih dari 1 hari sampai seminggu.

Time Frame 1440 digunakan untuk Positioning Trading System di mana posisi ditahan lebih dari 1 bulan.

Kolom Pattern (no 4)

Menampilkan hasil dari suatu analisa pattern. Autochartist mengidentifikasikan pattern berdasar:

  1. Chart Patterns (Ascending Triangle, Channel Down, Channel Up, Descending Triangle, Double Bottom, Double Top, Falling Wedge, Flag, Head and Shoulders, Inverse Head, and Shoulders, Pennant, Rectangle, Rising Wedge, Triangle, Triple Bottom, Triple Top),
  2. Fibonacci Patterns (ABCD, ABC,  3 Point Extension, 3 Drive serta 3 Point Retracement), serta
  3. Key Levels Patterns (Support dan Resistance). Untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Pattern.

Kolom Identified (no 5)

Menampilkan waktu saat dikeluarkan suatu analisa, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Identified.

Kolom Quality (no 6)

Menampilkan tingkat kualitas suatu analisa, 1 bar biru bernilai 0.1, nilai minimumnya adalah 1 bar biru yaitu = 0.1 dan maksimum adalah 10 bar biru yaitu = 1.0 .

Bagus tidaknya suatu kualitas analisa tidak tergantung dari nilai banyaknya bar berwarna biru.

Secara teori makin besar nilainya makin bagus, walaupun secara statistik berbeda.

Justru bar dengan nilai 0.7,  0.8,  0.9 malah terkadang menghasilkan forecast yang meleset. Untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Quality.

Kolom Type (no 7)

Menampilkan status proses suatu analisa, emerged berarti masih berkembang, kemungkinan bisa di jadikan order eksekusi (melihat situasi yang memungkinkan).

Completed dan Breakout sudah bisa dijadikan eksekusi order Buy dan Sell. Untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Type.

Kolom Length (no 8)

Menampilkan total jumlah candle yang diproses suatu analisa, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Length.

Kolom Age (no 9)

Menampilkan total jumlah candle yang muncul setelah suatu analisa, Makin kecil jumlah candle (0),  berarti makin bagus untuk masuk order entry Buy atau Sell, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Age.

 

3. Cara Menggunakan Trading Signal Autochartist Web

Secara Garis besar ada 2 kategori cara sistem trading menggunakan Autochartist Web Application:

Breakout Trading System

Order BUY atau SELL menunggu dieksekusi (ditunda), sampai harga bergerak  menembus level harga tertentu.

Level yang di tembus adalah garis batas atas disebut Resistance yaitu garis berwarna hijau dan garis batas bawah disebut Support yaitu garis berwarna biru, dari suatu kanal tipe pattern

Ascending Triangle, Channel Down, Channel Up, Descending Triangle, Double Bottom, Double Top, Falling Wedge, Flag, Head and Shoulders, Inverse Head, and Shoulders, Pennant, Rectangle, Rising Wedge, Triangle, Triple Bottom, Triple Top,  Fibonacci ABCD,  3 Point Extension, 3 Drive serta 3 Point Retracement.

Ketika level garis ini tertembus contoh di bawah adalah garis batas atas atau resistance, oleh Autochartist akan menyatakan pattern yang telah dianalisa, ke dalam kategori type Completed atau Breakout.

Pada kategori ini akan muncul prediksi harga yang ditandai dengan kolom berwarna abu-abu.

autochartist trading signal web 01

Jadi order BUY atau SELL baru bisa dieksekusi setelah terjadi breakout.

Hal ini ditandai dengan baris Direction berisi segitiga warna hijau untuk BUY dan segitiga warna merah untuk SELL.

Pada kasus ini sinyal yang muncul adalah segitiga hijau mengarah keatas.

Jadi sebelum level harga ini tertembus (breakout), akan dimasukkan sebagai kategori Emerging dan Approaches. (Segitiga masih berwarna abu-abu).

 

Pullback / Retracement Trading System :

Order BUY atau SELL langsung  dieksekusi ketika harga sedang bergerak menuju level harga tertentu, akibat pantulan dari batas atas (Resistance) / bawah (Support) sebuah kanal.

Level yang dituju biasanya berupa level garis Support atau Resistance yang membentuk garis kanal (batas atas atau bawah) dari tipe pattern

Ascending Triangle, Channel Down, Channel Up, Descending Triangle, Double Bottom, Double Top, Falling Wedge, Flag, Head and Shoulders, Inverse Head, and Shoulders, Pennant, Rectangle, Rising Wedge, Triangle, Triple Bottom, Triple Top,  Fibonacci ABCD,  3 Point Extension, 3 Drive serta 3 Point Retracement.

Autochartist akan menyatakan pattern yang telah dianalisa dalam kategori type Emerging dan Approaches.

Pada baris Direction berisi Segitiga berwarna abu-abu, untuk BUY arah segitiga ke atas, untuk SELL arah segitiga ke bawah, dari kolom Price Movement.

Contoh di bawah harga bergerak menuju garis kanal di bagian bawah atau garis Support yaitu garis berwarna biru yang sebelumnya terpantul (pullback / retracement) dari atas (Resistance).

Pola pantulan harga bisa dimulai dari  garis Resistance (atas) terpantul menuju Support (bawah), atau sebaliknya dari Support (garis kanal bawah) terpantul ke Resistance (garis kanal atas).

panduan trading autochartist web pullback 01

Jika harga ini bergerak menembus  garis kanal di batas atas (Resistance) yaitu garis berwarna hijau atau sebaliknya garis kanal di batas bawah (Support) yaitu garis berwarna biru, maka akan berubah status type nya menjadi Breakout atau Completed.

Kesimpulan

Secara otomatis, Autochartist akan memberikan sinyal trading yang dapat digunakan saat akan mengambil keputusan Buy atau Sell.

Teknologi keuangan berbasis Aplikasi seperti Autochartist dapat digunakan untuk mengukur tujuan yang ingin dicapai secara realistis.

Statistik kinerja sinyal trading akan memberikan seberapa besar tingkat akurasi sinyal trading yang muncul. Angka statistik ini dapat digunakan untuk memilih sinyal yang memiliki success rate tinggi.

Dengan menggunakan aplikasi ini, anda tidak perlu repot mempelajari analisis teknikal yang hasilnya tergantung subyektifitas anda.

Demikian sekilas tentang panduan trading dengan menggunakan Autochartist Web Application. Untuk materi selanjutnya akan dibahas lebih lengkap mengenai:

  • Manajemen resiko dan penentuan take profit/stop loss dengan menggunakan Analisa Volatilitas Autochartist,
  • Jam Trading terbaik serta
  • Pemilihan trading signal Autochartist dengan tingkat akurasi tinggi.