Author

Panduan Trading

Browsing

Autochartist Web Application adalah aplikasi market scanning yang akan memberikan trading signal secara otomatis setiap harinya.

Untuk dapat menggunakan Autochartist Web Application, kita tidak perlu menginstal aplikasi apapun, cukup login di situs Autochartist sesuai username dan password di MT4.

Aplikasi ini berjalan di atas web browser seperti Google Chrome, Safari, Mozilla Firefox dan Microsoft Internet Explorer.

Pada artikel sebelumnya telah dibahas instalasi dan penggunaan Trading Tool Autochartist versi Expert Advisor Plugin yang diinstal dan akan muncul pada terminal Meta Trader 4.

Artikel lengkapnya dapat dibaca disini:

Panduan Trading Menggunakan Autochartist Expert Advisor

 

Nah pada artikel kali ini kami akan membahas panduan dan strategi trading dengan tools Market Scanning Autochartist versi Web Application.

Dimana prediksi dari analisa pergerakan harga instrumen keuangan akan di tampilkan di web browser.

 

panduan trading penggunaan autochartist web application

Autochartist Web Application ini akan memberikan banyak sekali sinyal otomatis BUY atau SELL, tanpa repot-repot menggunakan analisa berdasarkan indikator konvensional.

Dimana keputusan BUY atau SELL, sangat tergantung dari subyektifitas pemahaman anda dalam menafsirkan hasil pembacaan dari sederetan indikator trading.

 

1. Cara Mengakses Autochartist Web Application

Sebelum dapat mengakses Autochartist Web Application anda harus memiliki akun di salah satu broker yang mendukung  Autochartist.

Contoh berikut adalah cara mengakses Autochartist Web Apllication pada broker yang kami gunakan yaitu Monex Investindo Futures (MIFX).

Untuk broker lainnya cara mengakses Autochartist Web Application terdapat beberapa perbedaan.

 

 

Pilih Kolom Autochartist pada menu sebelah kiri > pilih Login Autochartist Website untuk mengakses Autochartist Web Application.

autochartist client area

 

Setelah itu tunggu kira-kira 1-2 menit, akan muncul tampilan progress bar di halaman web browser.

tampilan autochartist 01

Muncul kotak dialog pemilihan Language, pilih misalnya English, klik button Next untuk melanjutkan.

tampilan autochartist 02

 

Muncul kotak dialog pemilihan Choose your timezone, pilih misalnya Asia/Jakarta, klik button Next untuk melanjutkan.

tampilan autochartist 03

 

Muncul kotak dialog Receive Email Notification, isikan alamat email anda pada baris  Email Address , klik button Finish untuk melanjutkan

tampilan autochartist 04 copy

 

2. Penjelasan Halaman Antar Muka Autochartist Web

Kita tidak akan membahas satu per satu fitur yang ada pada Autochartist Web Application.

Pada artikel ini, pembahasan akan difokuskan pada Trading Opportunities dan bagaimana cara menggunakan trading signal Autochartist Web Application.

Pada menu Trading Opportunities akan muncul tampilan dari Autochartist yang berisi analisa berbagai macam Forecasting Symbol yang dapat dipilih dari Results Pane.

Dengan menggunakan tool Autochartist ini, anda tidak perlu melakukan analisis secara manual untuk memprediksi arah pergerakan harga.

Autochartist Web Application memberikan prediksi (forecast) pergerakan harga berbagai instrumen keuangan secara otomatis.

tampilan halaman awal autochartist edit 02

 

Menu Trading Opportunities (no 1) terdiri dari:

  • Kolom Searches (no 2)
  • Kolom Pattern Display  (no 3)
  • Price Movement (no 4)
  • Kolom Filter Trading Opportunities (no 5)
  • Kolom Results dari Active Trading Opportunities (no 6) dan Expired Trading Opportunities (no 7) berisi beberapa kolom judul.
Penjelasan dan Fungsi:

Untuk penjelasan dan fungsi dimulai pada kolom Result filter, Active Trading Opportunities dan Expired (kadaluarsa) Trading Opportunities.

tampilan halaman awal autochartist edit 03

Tabulasi Result Filter (no 5), berfungsi untuk memfilter tipe kondisi yaitu

  1. Completed (Selesai) dan Breakouts (Harga Menembus Level Tertentu)
  2. Emerging (Pembentukan) dan Approaches (Mendekati).

Tabulasi Active Trading Opportunities (no 6) berfungsi menampilkan berbagai macam trading signal yang sedang berkembang (Emerging) atau sudah terbentuk (Completed) ke arah BUY atau SELL.

Makin baru symbol yang muncul akan di beri tanda seru (!).

Tabulasi Expired Trading Opportunities (no 7) yaitu trading signal yang  yang sudah tidak bisa digunakan lagi, karena sudah melewati batas waktu forecasting yang telah ditetapkan, atau level forecasting sudah tercapai.

Selanjutnya…

tampilan halaman awal autochartist edit 04

Tabulasi Pattern Display (no 3) dan Price Movement (no 4) menampilkan trading signal dari Symbol yang di pilih di Tabulasi Results (no 6 dan no 7).

Pada contoh ini adalah pair Foreign Exchange GBPUSD dengan Time Frame 1440 menit atau 1 hari. Yang paling inti dari kolom Price Movement adalah : baris Interval, Direction, dan Forecast Price.

Results Pane dari Active Trading Opportunities (no 6) dan Expired Trading Opportunities (no 7) terdiri dari daftar:

panduan autochartist web application resulta pane 01

Kolom Judul (no 1)

Menampilkan jenis dari instrumen yang diperdagangkan, tanda (!) berarti entry terbaru yang sedang ditambahkan pada daftar.

Kolom Symbol (no 2)

Menampilkan Pair Foreign Exchange atau nama Komoditi (misal XAGUSD/Silver Spot) serta arah trend BUY atau SELL, yang di tandai segitiga warna hijau untuk BUY dan segitiga warna merah untuk SELL.

Serta abu-abu untuk trend yang belum jelas terbentuk (kemungkinan baru berupa koreksi harga), untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Symbol.

Kolom Interval (no 3)

Menampilkan Time Frame dari analisa pattern, yaitu 15, 30, 60, 240 dan 1440 menit, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Interval.

Untuk Intraday Trading system, hanya akan digunakan Time Frame 15 dan 30 menit.

Time Frame 60 dan 240 dipakai untuk Swing Trading System di mana posisi ditahan lebih dari 1 hari sampai seminggu.

Time Frame 1440 digunakan untuk Positioning Trading System di mana posisi ditahan lebih dari 1 bulan.

Kolom Pattern (no 4)

Menampilkan hasil dari suatu analisa pattern. Autochartist mengidentifikasikan pattern berdasar:

  1. Chart Patterns (Ascending Triangle, Channel Down, Channel Up, Descending Triangle, Double Bottom, Double Top, Falling Wedge, Flag, Head and Shoulders, Inverse Head, and Shoulders, Pennant, Rectangle, Rising Wedge, Triangle, Triple Bottom, Triple Top),
  2. Fibonacci Patterns (ABCD, ABC,  3 Point Extension, 3 Drive serta 3 Point Retracement), serta
  3. Key Levels Patterns (Support dan Resistance). Untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Pattern.

Kolom Identified (no 5)

Menampilkan waktu saat dikeluarkan suatu analisa, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Identified.

Kolom Quality (no 6)

Menampilkan tingkat kualitas suatu analisa, 1 bar biru bernilai 0.1, nilai minimumnya adalah 1 bar biru yaitu = 0.1 dan maksimum adalah 10 bar biru yaitu = 1.0 .

Bagus tidaknya suatu kualitas analisa tidak tergantung dari nilai banyaknya bar berwarna biru.

Secara teori makin besar nilainya makin bagus, walaupun secara statistik berbeda.

Justru bar dengan nilai 0.7,  0.8,  0.9 malah terkadang menghasilkan forecast yang meleset. Untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Quality.

Kolom Type (no 7)

Menampilkan status proses suatu analisa, emerged berarti masih berkembang, kemungkinan bisa di jadikan order eksekusi (melihat situasi yang memungkinkan).

Completed dan Breakout sudah bisa dijadikan eksekusi order Buy dan Sell. Untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Type.

Kolom Length (no 8)

Menampilkan total jumlah candle yang diproses suatu analisa, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Length.

Kolom Age (no 9)

Menampilkan total jumlah candle yang muncul setelah suatu analisa, Makin kecil jumlah candle (0),  berarti makin bagus untuk masuk order entry Buy atau Sell, untuk merubah urutannya bisa di klik tulisan Age.

 

3. Cara Menggunakan Trading Signal Autochartist Web

Secara Garis besar ada 2 kategori cara sistem trading menggunakan Autochartist Web Application:

Breakout Trading System

Order BUY atau SELL menunggu dieksekusi (ditunda), sampai harga bergerak  menembus level harga tertentu.

Level yang di tembus adalah garis batas atas disebut Resistance yaitu garis berwarna hijau dan garis batas bawah disebut Support yaitu garis berwarna biru, dari suatu kanal tipe pattern

Ascending Triangle, Channel Down, Channel Up, Descending Triangle, Double Bottom, Double Top, Falling Wedge, Flag, Head and Shoulders, Inverse Head, and Shoulders, Pennant, Rectangle, Rising Wedge, Triangle, Triple Bottom, Triple Top,  Fibonacci ABCD,  3 Point Extension, 3 Drive serta 3 Point Retracement.

Ketika level garis ini tertembus contoh di bawah adalah garis batas atas atau resistance, oleh Autochartist akan menyatakan pattern yang telah dianalisa, ke dalam kategori type Completed atau Breakout.

Pada kategori ini akan muncul prediksi harga yang ditandai dengan kolom berwarna abu-abu.

autochartist trading signal web 01

Jadi order BUY atau SELL baru bisa dieksekusi setelah terjadi breakout.

Hal ini ditandai dengan baris Direction berisi segitiga warna hijau untuk BUY dan segitiga warna merah untuk SELL.

Pada kasus ini sinyal yang muncul adalah segitiga hijau mengarah keatas.

Jadi sebelum level harga ini tertembus (breakout), akan dimasukkan sebagai kategori Emerging dan Approaches. (Segitiga masih berwarna abu-abu).

 

Pullback / Retracement Trading System :

Order BUY atau SELL langsung  dieksekusi ketika harga sedang bergerak menuju level harga tertentu, akibat pantulan dari batas atas (Resistance) / bawah (Support) sebuah kanal.

Level yang dituju biasanya berupa level garis Support atau Resistance yang membentuk garis kanal (batas atas atau bawah) dari tipe pattern

Ascending Triangle, Channel Down, Channel Up, Descending Triangle, Double Bottom, Double Top, Falling Wedge, Flag, Head and Shoulders, Inverse Head, and Shoulders, Pennant, Rectangle, Rising Wedge, Triangle, Triple Bottom, Triple Top,  Fibonacci ABCD,  3 Point Extension, 3 Drive serta 3 Point Retracement.

Autochartist akan menyatakan pattern yang telah dianalisa dalam kategori type Emerging dan Approaches.

Pada baris Direction berisi Segitiga berwarna abu-abu, untuk BUY arah segitiga ke atas, untuk SELL arah segitiga ke bawah, dari kolom Price Movement.

Contoh di bawah harga bergerak menuju garis kanal di bagian bawah atau garis Support yaitu garis berwarna biru yang sebelumnya terpantul (pullback / retracement) dari atas (Resistance).

Pola pantulan harga bisa dimulai dari  garis Resistance (atas) terpantul menuju Support (bawah), atau sebaliknya dari Support (garis kanal bawah) terpantul ke Resistance (garis kanal atas).

panduan trading autochartist web pullback 01

Jika harga ini bergerak menembus  garis kanal di batas atas (Resistance) yaitu garis berwarna hijau atau sebaliknya garis kanal di batas bawah (Support) yaitu garis berwarna biru, maka akan berubah status type nya menjadi Breakout atau Completed.

Kesimpulan

Secara otomatis, Autochartist akan memberikan sinyal trading yang dapat digunakan saat akan mengambil keputusan Buy atau Sell.

Teknologi keuangan berbasis Aplikasi seperti Autochartist dapat digunakan untuk mengukur tujuan yang ingin dicapai secara realistis.

Statistik kinerja sinyal trading akan memberikan seberapa besar tingkat akurasi sinyal trading yang muncul. Angka statistik ini dapat digunakan untuk memilih sinyal yang memiliki success rate tinggi.

Dengan menggunakan aplikasi ini, anda tidak perlu repot mempelajari analisis teknikal yang hasilnya tergantung subyektifitas anda.

Demikian sekilas tentang panduan trading dengan menggunakan Autochartist Web Application. Untuk materi selanjutnya akan dibahas lebih lengkap mengenai:

  • Manajemen resiko dan penentuan take profit/stop loss dengan menggunakan Analisa Volatilitas Autochartist,
  • Jam Trading terbaik serta
  • Pemilihan trading signal Autochartist dengan tingkat akurasi tinggi.

 

Dari sekian banyak indikator yang tersedia, Moving Average (MA) adalah indikator trend yang paling populer. Banyak kesalahan pada penggunaan indikator ini, terutama bagi trader pemula.

Moving Average sebenarnya dapat menjadi indikator yang powerfull jika dapat menggunakannya dengan tepat.

Moving Average (MA) adalah yang paling sederhana diantara indikator teknikal lainnya, biasanya dihitung dari penjumlahan harga penutupan pada suatu periode tertentu dibagi dengan jumlah satuan waktu pada periode tersebut.

Jika harga bergerak uptrend, kurva MA akan bergerak keatas, dan sebaliknya pada saat pergerakan harga downtrend, kurva ma akan bergerak kearah bawah.

Yang perlu dipahami adalah Moving Average termasuk dalam indikator repaint atau lagging indicator, sehingga terdapat kelemahan untuk memprediksi harga secara akurat.

Penggunaan MA untuk memprediksi harga tidak dapat digunakan secara terpisah dengan indikator lainnya. Anda memerlukan alat bantu tambahan apabila menggunakan strategi MA baik untuk memprediksi arah harga dan menggunakannya sebagai acuan entry level.

Meskipun termasuk repaint indicator, MA adalah salah satu indikator paling ideal yang dapat digunakan pada kondisi pasar trending.

Ada 3 cara dalam menggunakan indikator MA yang dianggap cukup efektif, yaitu sebagai penyaring arah trend (trend filter), sebagai pemicu (trigger) untuk membuka posisi dan identifikasi titik perpotongan (crossover) untuk konfirmasi terjadinya koreksi atau pembalikan arah trend (trend reversal).

penggunaan indikator moving average

 

Manakah yang Lebih Baik EMA atau SMA?

Indikator Moving Average dibagi menjadi 2 kategori yaitu Exponential Moving Average (EMA) dan Simple/Smoothed Moving Average (SMA). Perbedaan keduanya terletak pada kecepatan perubahan arah.

EMA lebih cepat dalam memberikan indikasi adanya perubahan trend harga. Penggunaan EMA dapat memberikan bobot lebih kepada data terkini sehingga dapat memberikan sinyal yang lebih cepat.

Dari kedua jenis indikator MA tersebut (SMA dan EMA) tidak ada istilah lebih baik, keduanya memiliki peran masing-masing dan digunakan sesuai dengan kebutuhan pada saat menyusun strategi.

 

Setting Periode dan Aturan Entry Moving Averages

Supaya tidak terjebak dalam penggunaan indikator Moving Average, Anda harus menentukan terlebih dahulu tujuan penggunaan indikator ini. Misalnya, trader berjenis day trading membutuhkan sinyal yang lebih cepat. Untuk itu penggunaan Exponential Moving Average (EMA) lebih tepat dibandingkan dengan Simple Moving Average (SMA).

Nah dalam artikel ini secara khusus saya ingin mencoba memberikan contoh penggunaan EMA untuk day trading.

penggunaan-moving-averages

  • Setting EMA Periode Lebih Pendek (8)
  • Setting EMA Periode Pendek (21)
  • Setting EMA Periode (125)

Penjelasan setting periode EMA (8, 21, 125): Setting periode ini cukup populer digunakan oleh trader institusional (hedge fund dan investment bank). Merupakan Sekuen dari Fibonacci Number. Periode ini dapat dikatakan mewakili data Seminggu, Sebulan dan Semester.

Namun yang lebih penting adalah Kombinasi dari penggabungan (Multiple) periode tersebut dapat bekerja dengan baik.

Contoh Entry dengan EMA (8, 21, 125)

penggunaan-moving-averages-02

Contoh diatas adalah aturan entry dengan strategi EMA (8, 21, 125) pada Time Frame M30. Entry dilakukan saat garis EMA 8 dan 21 memotong (crossover).

Selama EMA 8 (garis warna hijau) dan 21 (garis warna kuning) masih berada di bawah EMA 125 (garis warna merah) berarti posisi yang diambil adalah sell. Entry buy diambil ketika garis EMA 8 dan EMA 21 berada di atas EMA 125.

Dari chart diatas dapat diihat strategi ini dapat memberikan kapan timing entry baik (buy ataupun sell) dan peringatan akan pembalikan trend yang cukup akurat.

Strategi ini juga dapat digunakan pada timeframe yang lebih tinggi. Untuk meningkatkan akurasi pada penggunaan strategi EMA (8,21,125) dapat ditambahkan indikator lainnya seperti contoh berikut:

Indentifikasi Level Kunci (Key Level)

penggunaan-moving-averages-03

 

Indentifikasi Level Teknikal untuk Menentukan Price Target

penggunaan-moving-averages-05

Contoh diatas adalah kombinasi indikator yang dapat meningkatkan kualitas strategi EMA (8,21,125). Selain itu, faktor market sentiment juga akan mempengaruhi kemana arah pergerakan harga.

Selalu perhatikan faktor market sentiment baik yang bersifat short term maupun long term.

Anda juga dapat mengkombinasikan strategi trading EMA dengan indikator lainnya. Saya pribadi menggunakan indikator Moving Average EMA 125, market sentiment, pivot high low dan kombinasi analisis pergerakan harga di level support resistance (key level) dengan aplikasi Autochartist untuk mengembangkan strategi Breakout dan Pullback/Retracement.

moving-average-125-breakout-pullback-retracement
Contoh Pengembangan Strategi EMA125 pada Pergerakan Harga Gold Spot (XAUUSD)

 

Strategi EMA (8,21,125) dapat menjadi startegi yang powerfull jika Anda dapat menggunakannya dengan tepat.

 

Autochartist Market Reports adalah salah satu fitur yang disediakan oleh Aplikasi Autochartist.

Fitur ini akan memberikan ringkasan pasar yang terdiri Rilis Data Ekonomi Berdampak Kuat (High Impact News), Ringkasan Pergerakan Pasar (market) dan Prediksi Pergerakan Harga.

Market Reports ini akan dikirim setiap harinya melalui email, 3 kali sehari sebelum pembukaan pasar di Tokyo, London dan New York.

Bagian awal dari Market Reports ini akan memberikan Jadwal Rilis Data Ekonomi Berdampak Kuat Mendatang (High Impact News).

Rilis Data inilah yang menjadi salah satu faktor penggerak harga di pasar (market sentiment).

1. Rilis Data Ekonomi Berdampak Kuat Mendatang
kalendar-ekonomi-autochartist
Tampilan Autochartist Market Reports MIFX

 

Untuk melihat lebih lengkap bagaimana pasar bereaksi terhadap suatu pengumuman rilis data dapat dilihat di Analisis Dampak Peristiwa Autochartist.

Setiap rilis data memiliki dampak yang berbeda-beda, Anda dapat mengkalkulasi seberapa besar pergerakan harga dengan Analisis Dampak peristiwa Autochartist yang akan dijelaskan lebih lengkap di bagian lainnya.

 

2. Ringkasan Pergerakan Pasar

pergerakan-pasar-autochartist

Bagian ini memuat tentang perubahan pergerakan pasar dalam rentang waktu harian. Pada contoh diatas Autochartist Market Report memberikan perubahan pada pasar Forex dan Index.

 

3. Sinyal Pasar dan Ringkasan Analisa Teknikal
analisis-teknikal-autochartist
Tampilan Prediksi Harga Autochartist Market Reports

 

Sinyal pada Autochartist Market Reports bekerja menggunakan indikator teknikal RSI serta MA (Moving Average) menggunakan parameter candle 34 bar, dengan data interval M15, M30, H1, H4 serta D1 serta garis volatility yang berfungsi sebagai level Support dan Resistance.

Jika prediksinya SELL (segitiga Hijau) dipojok kanan atas dari pair, mengarah ke bawah, maka Take Profit adalah harga Target level sedangkan Stop Loss adalah harga level Resistant.

Contoh Pengambilan Posisi pada Pair mata uang GBPAUD:

analisa-teknikal-autochartist-02

Segitiga berwarna hijau, artinya rekomendasi posisi BUY. Take Profit di Target Level 1.6051. Selang waktu (Target Period) untuk tercapainya level tersebut sekitar 2 hari dari saat forecast di keluarkan (untuk tipe swing trader).

Karena prediksinya Buy, maka Stop Loss adalah Level Support-nya yaitu : 1.5881. Namun, jika Prediksi trend nya Sell, maka maka Stop Loss adalah Level Resistance-nya.

 

Saran Penggunaan Autochartist Market Reports

Dengan menggunakan Autochartist Market Reports ini sebenarnya Anda tidak perlu lagi bingung atau ragu untuk mencari peluang perdagangan.

Autochartist Market Reports memberikan sinyal atau peluang perdagangan setiap harinya.

Namun, hal lainnya yang harus anda perhatikan adalah bagaimana meningkatkan dan memilih sinyal perdagangan pada aplikasi Autochartist dengan tingkat akurasi tinggi.

Supaya prediksi trend makin akurat (ketepatan prediksi Autochartist di atas 80%), harus dikonfirmasi arah pergerakannya menggunakan Autochartist Expert Advisor dengan pattern results Emerging serta key Levels Approaches (Support atau Resistance).

Jika searah maka ambil Open Posisi, jika tidak cari mata uang yang lain yang searah pada saat masuknya sesi market yang baru. Selain itu perhatikan juga rilis berita yang akan keluar pada hari itu (short term market sentiment).

 

 

Beragam cara bisa ditempuh untuk mendapatkan kebebasan finansial. Salah satunya adalah dengan melakukan investasi atau trading di pasar keuangan. Berinvestasi atau trading dipasar keuangan sudah sangat mudah dilakukan. Setiap orang yang ingin menghasilkan profit bisa masuk ke pasar keuangan dengan membuka akun trading di broker atau pialang. Transaksi sudah dapat menggunakan sistem online dapat dilakukan dimana saja dengan menggunakan gadget mobile.

Ada banyak produk yang  diperdagangkan di pasar keuangan. Yang mungkin sudah Anda kenal seperti saham, obligasi dan produk keuangan di industri berjangka. Produk keuangan di industri berjangka yang sudah banyak dikenal yaitu valuta asing atau dikenal dengan forex, emas, minyak mentah, indeks saham dan lainnya.

Sebelum melakukan transaksi di pasar keuangan sebaiknya Anda mengenal Empat poin penting berikut ini.

1. Tentukan Tujuan Investasi atau Trading Anda

target-tujuan

Sebelum memulai berinvestasi atau trading, sebaiknya Anda sudah memiliki tujuan atau target tertentu yang ingin anda capai. Tujuan ini penting untuk menentukan cara berinvestasi atau trading serta mengambil risiko. Misalnya dalam 2 tahun ke depan, anda ingin memiliki 1 rumah mewah yang baru. Dari tujuan investasi atau trading ini, Anda bisa membuat strategi trading untuk mencapainya.

 

2. Tentukan Strategi Trading

strategi-trading

Strategi trading merupakan langkah-langkah yang dilakukan untuk mencapai tujuan investasi. Strategi trading akan mudah dijabarkan apabila sudah memiliki tujuan. Dalam strategi trading, Anda menentukan berapa target profit dan risiko per transaksi. Strategi trading ini harus disesuaikan dengan karakter masing-masing, apakah Anda seorang yang konservatif, moderat atau agresif terhadap risiko.

 

3. Pelajari Produk yang akan Ditransaksikan

pelajari-produk-keuangan

Sebelum membuat strategi trading, penting untuk mengedukasi diri Anda sendiri dengan mempelajari seluk beluk mengenai produk dan cara bertransaksi. Anda perlu mengetahui volatilitas pergerakan harga, trend atau arah pergerakan harga dan  penentuan level profit atau level risiko.

 

4. Gunakan Trading Tools untuk Membantu Transaksi

trading-tools

Kini teknologi keuangan sudah berkembang. Banyak teknologi yang bisa digunakan untuk membantu kita menentukan keputusan transaksi, memberikan sinyal trading, bahkan membuat trading menjadi otomatis dengan strategi yang telah kita tentukan seperti  Tradeworks. Selain itu kini tidak perlu repot dalam melakukan analisis teknikal, Autochartist  dan Delkos Research dapat mempermudah Anda dalam melakukan analisis teknikal. Teknologi keuangan ini dapat membantu memperbesar probabilitas mendapatkan keuntungan.

 

Produk Keuangan High Risk High Return

Disamping produk keuangan tradisional, produk di industri berjangka bisa menjadi tumpuan untuk menjadikan anda bebas secara finansial. Produk keuangan dengan karakteristik High Risk High Return ini memberikan imbal bagi hasil yang tinggi, namun tentunya risiko juga tinggi. Beberapa keuntungan bertransaksi pada produk di industri berjangka, yaitu:

  1. Memiliki volume harian yang besar sehingga harga tidak mudah dimanipulasi. Volume transaksi harian produk forex saja sudah mencapai 5,3 triliun dolar AS per hari. Sangat besar.
  2. Memakai leverage sehingga dengan modal yang kecil bisa mengakses kapital yang besar dan membuat peluang transaksi juga semakin besar. Leverage yang dipakai biasanya 1:100. Contohnya dengan modal USD 1000, anda bisa mentransaksikan produk dengan kontrak senilai USD 100.000.
  3. Peluang transaksi dua arah dimana kita tidak hanya mendapatkan peluang keuntungan di saat harga sedang naik tapi juga di saat harga sedang dalam tren turun.
  4. Likuiditas tinggi sehingga harga selalu tersedia dipasar dan kita bisa mengeksekusi harga dengan cepat. Hanya dengan sekali klik, anda bisa mendapatkan harga tanpa perlu mengantri.
  5. Volatilitas tinggi yang artinya banyak peluang transaksi.Pergerakan harga harian bisa mencapai 80-300 pip sehari. Kalau dikonversi dalam dollar AS, kisaran ini bernilai USD 800-3000 per hari per 1 lot. Anda tidak perlu berusaha mendapatkan keseluruhan pergerakan tersebut. Cukup 10-20%. Ini artinya peluang transaksi terbuka lebar.
  6. Fleksibilitas waktu untuk trading.Ini disebabkan oleh waktu pasar buka yang 24 jam per hari selama hari kerja. Dengan waktu pasar buka yang panjang, kita bisa memilih kapan saja kita mau bertransaksi. Misalnya anda sibuk bekerja dari jam 9-17 setiap hari. Anda bisa melakukan transaksi setelah anda pulang kerja atau setelah anda bangun di pagi hari.

Dengan begitu banyak produk di pasar keuangan, anda bisa memilih semuanya karena semua produk menghadirkan peluang untuk profit. Atau anda bisa memilih produk yang anda sudah kenal sebelumnya. Anda bisa meraih profit dengan bertransaksi di industri berjangka dengan strategi trading yang tepat dan kedisiplinan.

 

 

Chicago Mercantile Exchange (CME) adalah salah satu bursa di dunia yang cukup inovatif dalam memfasilitasi perdagangan produk-produk keuangan sejak  tahun 1898. Salah satu produk CME yang fenomenal hingga saat ini yaitu kontrak berjangka (futures) dan opsi (option) valuta asing. CME memperkenalkan kontrak berjangka dan opsi valuta asing pertama kalinya pada tahun 1972, setelah keruntuhan Bretton Woods agreement system of monetary and exchange rate management.

Perdagangan valuta asing (valas) pada umumnya dilakukan secara langsung atau dikenal juga dengan over the counter (OTC), di mana pialang dan pedagang melakukan negosiasi secara langsung tanpa melalui bursa. Mekanisme ini juga dikenal dengan perdagangan bilateral.

Pada perdagangan valas secara bilateral tidak ada suatu keseragaman. Namun dari sekian banyak pasar valuta asing, masing-masing saling berhubungan di mana mata uang yang berbeda diperdagangkan. Di pusat perdagangan valuta asing yang ada di London, New York, Tokyo, Hongkong maupun Singapura, pada umumnya bank-bank dari seluruh dunia adalah pesertanya.

Perdagangan valuta asing berlangsung selama 24 jam. Apabila pasar Asia berakhir, maka pasar Eropa mulai dibuka dan pada saat pasar Eropa berakhir maka pasar Amerika dimulai dan kembali lagi ke pasar Asia.

Pada perdagangan valas, fluktuasi kurs nilai tukar mata uang biasanya disebabkan oleh gejolak aktual moneter dan ekspektasi pasar terhadap gejolak moneter yang disebabkan oleh perubahan dalam: pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB/GDP), inflasi, tingkat suku bunga, tingkat pengangguran, consumer price index, defisit / surplus perdagangan. Diluar itu tentu saja masih ada faktor lainnya seperti faktor stabilitas politik dan keamanan negara.

Rilis data ataupun berita yang berhubungan dengan kondisi ekonomi berdampak terhadap pergerakan harga valuta asing. Informasi ini dipublikasikan untuk umum yang dapat dengan mudah diakses melalui media online.

Bank yang memfasilitasi perdagangan valuta asing memiliki keuntungan yang penting yaitu, mereka dapat melihat arus pergerakan “order” dari client-clientnya. Keuntungan inilah yang seringkali dimanfaatkan oleh Bank untuk mengeruk profit dari client-clientnya melalui aktivitas proprietary trading.

Transaksi valuta asing baik di pasar spot ataupun di pasar futures dapat dilakukan dengan cara dua arah dalam mengambil keuntungannya. Seseorang dapat membeli dahulu (open buy), lalu ditutup dengan menjual (sell) ataupun sebaliknya, melakukan penjualan dahulu, lalu ditutup dengan membeli.

Tidak seperti perdagangan pada bursa saham, para anggota bursa memiliki akses yang sama terhadap harga saham. Untuk pasar valuta asing terbagi atas beberapa tingkatan akses. Pada akses tingkat tertinggi adalah pasar uang antar bank (PUAB) dimana akses tersebut didominasi oleh bank investasi (investment bank).

 

level-akses-valas
Ilustrasi Menarik Bagaimana Retail Traders selalu Menjadi Korban dari Pelaku Pasar yang Memiliki Level Akses yang Lebih Tinggi

 

Pada PUAB, selisih (spread) antara harga penawaran/harga jual (ask) dan harga permintaan/harga beli (bid) adalah sangat tipis sekali bahkan biasanya tidak ada, dan harga ini hanya berlaku untuk kalangan mereka sendiri yang banyak tidak diketahui oleh pemain valuta asing di luar kelompok mereka. Pada akses tingkat dibawahnya, selisih antara harga jual dan harga beli tergantung dari volume transaksi.

Apabila sebuah institusi keuangan dapat menjamin terlaksananya transaksi valuta asing dalam volume yang besar maka mereka dapat meminta agar selisih nilai jual dan beli diperkecil atau sering disebut better spread (selisih tipis antara harga jual dan beli).

Level akses terhadap pasar valuta asing adalah sangat ditentukan oleh ukuran transaksi valuta yang dilakukan. Bank-bank peringkat atas menguasai pasar uang antar bank (PUAB), proporsinya bisa mencapai 53% dari seluruh nilai transaksi.

Dan setelah bank-bank peringkat atas tersebut maka peringkat selanjutnya adalah bank-bank investasi kecil, lalu perusahaan-perusahaan multi nasional besar yang membutuhkan lindung nilai atas risiko transaksi serta pembayaran gaji pegawai diberbagai negara. Kemudian pelaku lainnya di pasar valuta asing adalah hedge fund, para pedagang (dealer) dan money changer.

Sejak dekade tahun 2000 an, perusahaan dana pensiun, perusahaan asuransi, reksadana dan investor institusi juga merupakan pemain yang memiliki peran besar dalam pasar valuta asing.

 

Pelaku-Pelaku yang Terlibat di dalam Pasar Valuta Asing

Pasar uang antar bank (PUAB) memenuhi kebutuhan mayoritas dari perputaran uang di dunia usaha serta kebutuhan dari transaksi para spekulan setiap harinya yang nilainya dapat mencapai triliunan dolar.

Beberapa transaksi oleh Bank dilaksanakan untuk dan atas nama nasabahnya (on behalf), tetapi sebagian besar adalah untuk kepentingan pemilik bank atau pun untuk kepentingan bank itu sendiri (proprietary trading).

Sejak diperkenalkan sistem perdagangan elektronis, banyak institusi keuangan besar yang mulai menggunakan electronics trading platform untuk order dan eksekusi seperti Electronics Broking Services (EBS), Reuters Dealing 3000 Spot Matching dan Bloomberg TradeBook.

Selain perbankan, dunia usaha juga memiliki peran penting di pasar valuta asing. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan dari aktivitas perusahaan dalam melakukan pembayaran harga barang ataupun jasa dalam mata valuta asing.

Arus perdagangan valuta asing dari perusahaan-perusahaan ini dalam jangka panjangnya merupakan faktor yang penting bagi arah nilai tukar suatu mata uang. Transaksi beberapa perusahaan multinasional dapat membawa akibat yang tidak terduga pada saat mereka menutup posisi (posisi jual ataupun beli) dalam jumlah yang besar, dimana transaksi ini tidak diketahui secara luas oleh pelaku pasar valuta asing.

Bank sentral dari sejumlah negara juga memegang peran yang penting dalam pasar valuta asing. Bank sentral ini berupaya untuk mengendalikan suplai uang, inflasi, dan ataupun suku bunga bahkan seringkali mereka memiliki suatu target baik resmi maupun tidak resmi terhadap nilai tukar mata uang negaranya. Seringkali bank sentral menggunakan cadangan devisanya untuk menstabilkan pasar.

Berbagai sumber dana yang ada di pasar valuta asing apabila disatukan dapat dengan mudah “mempermainkan” bank sentral (menarik atau menjual mata uang dalam jumlah yang sangat besar sekali sehingga bank sentral tidak mampu lagi melakukan intervensi), skenario ini terjadi pada tahun 1992-1993 dimana mekanisme nilai tukar Eropa (European Exchange Rate Mechanism ERM) mengalami kejatuhan serta beberapa kali jatuhnya nilai tukar mata uang di Asia Tenggara.

Perusahaan manajemen investasi merupakan pengelola dana yang memiliki banyak akun atas nama nasabahnya, seperti misalnya dana pensiun dan dana sumbangan yayasan yang ditransaksikan di pasar valuta asing untuk memenuhi kebutuhan mata uang asing guna melakukan transaksi pembelian saham di luar negeri. Transaksi valuta asing bagi mereka bukan merupakan tujuan investasi, sehingga transaksi yang dilakukan bukan dengan tujuan spekulasi ataupun dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Hedge Funds, perusahaan investasi yang menjalankan kegiatan usaha transaksi spekulatif untuk mendapatkan keuntungan, seperti misalnya perusahaan milik miliyader ‘George Soros’ yang reputasinya dikenal sebagai spekulan valuta asing. Nama Soros mulai dikenal mendunia pada saat peristiwa Black Wednesday (16 September 1992), peristiwa dimana Bank Sentral Inggris (Bank of England) terpaksa harus keluar dari European Exchange Rate Mechanism (ERM).

George Soros mengelola dana triliunan dolar Amerika dan masih bisa meminjam lagi triliunan dolar Amerika dan oleh karenanya mampu membuat intervensi yang dilakukan oleh bank sentral suatu negara untuk menjaga nilai tukar mata uangnya menjadi tidak berdaya apabila fundamental ekonomi tergantung pada “belas kasihan” Hedge Funds.

Demikian juga dengan pialang valuta asing, adalah perusahaan yang didirikan khusus untuk melakukan kegiatan jasa perantara bagi untuk kepentingan nasabahnya di bidang pasar uang. Di Amerika, perusahaan pialang valuta asing rata-rata memiliki volume transaksi sebesar 2 % dari keseluruhan nilai transaksi pasar valuta asing.

Pelaku pasar yang terakhir adalah investor atau trader perseorangan (retail). Otoritas perdagangan berjangka Amerika, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pernah merilis laporan bahwa investor ataupun trader pemula dengan mudah dapat menjadi “sasaran” oleh pelaku yang lebih besar lainnya di dalam perdagangan valuta asing.

Kemudian apakah sebagai Retail Traders kita dapat memperoleh keuntungan di pasar valuta asing? Tentu saja, pasar valuta asing selalu menjanjikan keuntungan yang tinggi. Namun untuk mencapainya dibutuhkan proses yang tidak singkat. Gunakan trading tools yang akan membantu dalam penyusunan Trading Plan yang lebih baik. Pemahaman dan pengetahuan di bidang perdagangan valuta asing sangatlah penting bagi trader pemula supaya dapat bertahan dan memperoleh keuntungan secara jangka panjang serta berkesinambungan.